CuaninAja
Beranda TEKNO BMKG Klarifikasi Suhu Surabaya Tidak Capai 48 Derajat Celsius

BMKG Klarifikasi Suhu Surabaya Tidak Capai 48 Derajat Celsius

Cuaca ekstrem kerap menjadi topik hangat, terutama di daerah perkotaan yang padat seperti Surabaya, Jawa Timur. Baru-baru ini, suhu udara di kota ini dilaporkan mencapai angka yang mencengangkan, memberikan banyak perhatian dari masyarakat dan media.

Menurut laporan yang beredar, suhu di Surabaya diklaim mencapai 48 derajat Celsius. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan klarifikasi bahwa angka tersebut tidak berdasarkan pengamatan resmi mereka.

BMKG menyatakan bahwa pengamatan mereka menunjukkan suhu maksimal hanya sekitar 37 derajat Celsius. Mereka juga mengingatkan bahwa suhu ini masih berpotensi meningkat sepanjang bulan Oktober, yang masih berada dalam periode musim kemarau.

Penyebab Panas Ekstrem di Surabaya yang Menjadi Sorotan

Isu suhu tinggi di Surabaya mengemuka saat acara Surabaya Isoplus Marathon 2026 terpaksa dihentikan karena kondisi cuaca yang ekstrem. Pengurus acara mengatakan suhu yang terukur mencapai 42 hingga 48 derajat Celsius selama pelaksanaan.

Menanggapi pernyataan tersebut, pihak BMKG menyatakan bahwa suhu yang dilaporkan bukan merupakan hasil pengamatan langsung mereka. Oky Sukma Hakim, seorang prakirawan BMKG, menyebutkan bahwa data yang beredar mungkin berasal dari sumber lain.

Lebih lanjut, Oky menjelaskan bahwa suhu yang dirasakan oleh manusia dapat berbeda dari suhu udara yang terukur. Hal ini dikarenakan variasi dalam kelembapan dan faktor lingkungan lainnya dapat memengaruhi persepsi manusia terhadap panas.

Kaitannya antara Suhu yang Terukur dan yang Dirasakan

Suhu yang dinyatakan 48 derajat Celsius kemungkinan berdasarkan suhu yang dirasakan, yang sering kali berbeda dari suhu sebenarnya yang terukur. Ini terjadi karena suhu di lapangan dapat terpengaruh oleh kelembapan udara dan kecepatan angin.

Aplikasi cuaca pada smartphone sering kali menampilkan suasana yang lebih panas, yang dikenal sebagai feels like temperature. Ini adalah hasil perhitungan dari beberapa variabel, dan bukan suhu obstektif semata.

Dengan meningkatkan kesadaran tentang perbedaan ini, masyarakat dapat memahami lebih baik tentang cara melindungi diri dari panas yang ekstrem. Terutama pada siang hari, paparan sinar matahari langsung harus dihindari demi kesehatan.

Tips Menghadapi Suhu Tinggi dan Risiko Kesehatan

Sehubungan dengan cuaca yang semakin panas, Oky menghimbau masyarakat untuk menghindari paparan langsung sinar matahari. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko masalah kesehatan yang berkaitan dengan suhu tinggi.

Pakaian yang tepat, seperti baju tertutup dan penggunaan tabir surya, juga sangat dianjurkan. Ini bisa melindungi kulit dari efek buruk sinar UV yang berpotensi merusak.

Di samping itu, penting untuk menjaga hidrasi tubuh dengan mengkonsumsi air yang cukup. Dehidrasi dapat menjadi masalah serius saat suhu udara begitu tinggi, dan menghindarinya adalah langkah preventif yang bijaksana.

Komentar
Bagikan:

Iklan