CuaninAja
Beranda OTOMOTIF Warga Datangi Kantor PLN Tanjungpinang Malam Hari, Protes Pemadaman Listrik

Warga Datangi Kantor PLN Tanjungpinang Malam Hari, Protes Pemadaman Listrik

Pemadaman listrik yang berkepanjangan di Tanjungpinang mengundang reaksi besar dari warga setempat. Ratusan orang, terutama anak muda, berkumpul di depan kantor Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) untuk menuntut kejelasan mengenai masalah ini.

Warga merasa kesal karena pemadaman yang berlangsung sejak siang hari pada Selasa terasa tak berujung. Mereka menginginkan penjelasan resmi tentang penyebab pemadaman yang berdampak pada kegiatan sehari-hari mereka.

Beberapa dari mereka memanfaatkan momen ini untuk menyuarakan hak mereka sebagai konsumen. Dalam aksi tersebut, beberapa peserta terlihat mengangkat poster berisi tuntutan untuk transparansi dari pihak PLN.

Kekecewaan Warga Terhadap Pemadaman Listrik yang Berlangsung Lama

Salah satu warga, Ardi, mengungkapkan kekecewaannya dengan berteriak di depan kantor UP3. Ia menjelaskan bahwa pemadaman listrik yang terjadi tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari namun juga merusak barang-barang elektronik di rumah.

“Kami tidak tahan lagi. Pemadaman bergilir seharusnya berlangsung sebentar, tapi ini sudah keterlaluan,” ujarnya dengan nada frustrasi. Ardi berharap pihak PLN segera memberikan solusi yang jelas untuk masalah ini.

Warga lainnya menambahkan bahwa pemadaman listrik tampaknya tidak merata. Beberapa rumah mengalami mati listrik dalam waktu yang lama, sementara yang lain hanya sebentar.

Penjelasan Resmi dari Pihak PLN Mengenai Masalah Ini

Menanggapi keluhan warga, Heru Eka Saputra, selaku team leader K3 dan keamanan PLN UP3 Tanjungpinang, memberikan penjelasan. Ia menjelaskan bahwa sistem kelistrikan di Batam dan Tanjungpinang sangat berbeda dan terpisah.

Menurutnya, pasokan listrik untuk Pulau Bintan dan Tanjungpinang diambil dari sistem interkoneksi jaringan distribusi yang menghubungkan kedua pulau tersebut. Ia menegaskan bahwa pasokan listrik saat ini belum sepenuhnya masuk ke Pulau Bintan.

Fakta Terkait Kebutuhan Listrik di Pulau Bintan

Kebutuhan listrik di wilayah ini cukup besar, mencapai 90 hingga 100 MW. Namun, daya cadangan yang dimiliki oleh UP3 PLN Tanjungpinang hanya sekitar 30 hingga 34 MW, yang menyebabkan terjadinya defisit.

Defisit ini menjadi alasan utama pemadaman listrik bergilir yang berlangsung lama. Petugas PLN berupaya untuk menjelaskan situasi ini kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman lebih lanjut.

Dari informasi yang diterima, warga pun menyadari bahwa kendala ini bukan hal sepele, dan mereka diminta untuk bersabar selama pihak PLN mencari solusi permanen.

Aksi Warga yang Belum Usai dan Rencana Demonstrasi Berikutnya

Saat demo berlangsung, petugas kepolisian tetap siaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Warga yang hadir akhirnya membubarkan diri, namun dengan tekad untuk kembali melakukan aksi serupa pada sore harinya.

Warga berencana untuk meningkatkan jumlah massa dalam demonstrasi selanjutnya, sebagai bentuk solidaritas dan tuntutan bersama. Dalam rencana tersebut, mereka berharap agar pihak PLN memberikan kejelasan lebih mengenai masalah pemadaman yang terus berlanjut.

Dengan semangat yang semakin meningkat, Ardi dan teman-teman lainnya bertekad untuk terus menuntut hak mereka sebagai pengguna listrik yang layak untuk menerima pelayanan yang baik.

Komentar
Bagikan:

Iklan