CuaninAja
Beranda HIBURAN BTS Dapat Izin untuk Gunakan Gyeongbokgung dan Gwanghwamun Saat Comeback

BTS Dapat Izin untuk Gunakan Gyeongbokgung dan Gwanghwamun Saat Comeback

BTS, grup musik pop yang berasal dari Korea Selatan, telah mendapatkan izin dengan beberapa syarat untuk mengadakan acara di lokasi warisan budaya di Seoul. Beberapa tempat yang akan dijadikan lokasi termasuk Gyeongbokgung, Gwanghwamun, serta Sungnyemun.

Berita ini diungkapkan oleh Korean Heritage Service (KHS) yang memberikan izin bersyarat atas proposal diajukan oleh HYBE, agensi manajemen BTS. Adanya izin ini menandai langkah penting dalam rencana comeback grup tersebut pada Maret mendatang.

Rencana ini telah mendapatkan dukungan dari subkomite istana, yang menyetujui dengan syarat bahwa akan dibentuk kelompok kerja kecil untuk menangani berbagai isu yang mungkin muncul. Isu-isu tersebut mencakup keselamatan, kebisingan, manajemen kerumunan, serta potensi dampak pada lingkungan warisan.

Persetujuan izin ini menyusul permohonan yang diajukan oleh HYBE untuk menggunakan lokasi-lokasi bersejarah tersebut guna konser dan acara media. Beberapa lokasi yang diminta mencakup area Gyeongbokgung, termasuk Gerbang Geunjeongmun dan Gerbang Heungnyemun, serta berbagai bagian dari Gwanghwamun dan tembok sekitarnya. Selain itu, Sungnyemun juga menjadi salah satu lokasi yang menjadi perhatian.

HYBE menyebutkan bahwa Gwanghwamun memiliki makna simbolis yang dalam bagi identitas Korea. Dalam acara ini, mereka berniat untuk memperkuat identitas BTS dan memperlihatkan rasa cinta grup itu terhadap tanah airnya.

Mendalami Makna Kebudayaan dalam Pertunjukan BTS

BTS berencana merilis album kelima mereka yang bertajuk “Arirang,” yang mengandung makna emosional dan mencerminkan identitas budaya Korea. Album ini diharapkan akan memberikan ruang bagi anggota BTS untuk mengekspresikan perasaan mereka secara mendalam terhadap budaya dan warisan yang mereka miliki.

Pada tanggal 21 Maret, HYBE juga mengajukan permohonan untuk menggelar pertunjukan langsung di Lapangan Gwanghwamun, yang merupakan salah satu ruang publik tersibuk di Seoul. Acara ini diharapkan menjadi salah satu titik fokus dalam menjalin kembali hubungan antara BTS dan penggemar di kancah internasional.

Pemerintah Metropolitan Seoul diharapkan akan mengambil keputusan mengenai izin tersebut pada tanggal 22 Januari. Jika disetujui, BTS akan menjadi artis pertama yang menggelar konser di Lapangan Gwanghwamun setelah revitalisasi kawasan tersebut selesai.

Ini adalah momen bersejarah yang tidak hanya berarti bagi BTS, tetapi juga bagi pariwisata budaya Korea. Dengan adanya pertunjukan ini, diharapkan dapat menarik perhatian turis dari luar negeri yang ingin merasakan langsung pertunjukan budaya yang menggugah jiwa.

Dampak Positif terhadap Pariwisata Internasional

Sebuah pertunjukan yang direncanakan tayang secara global ini memiliki target untuk menjaring lebih dari 50 juta penonton di seluruh dunia. Angka ini menunjukkan potensi besar dari BTS sebagai daya tarik wisata yang tidak bisa dipandang remeh. Kebangkitan kembali grup ini setelah masa wajib militer diharapkan juga akan memberikan dampak positif bagi industri hiburan di Korea Selatan.

Sebelumnya, BTS telah beberapa kali melakukan pertunjukan dan siaran dari lokasi-lokasi bersejarah. Misalnya, mereka melakukan siaran langsung tanpa penonton di Aula Geunjeongjeon untuk acara The Tonight Show Starring Jimmy Fallon pada tahun 2020. Ini menunjukkan komitmen BTS untuk tetap terhubung dengan penggemarnya melalui berbagai media.

Dengan adanya acara di lokasi-lokasi ikonik, BTS tidak hanya berdampak pada penggemar, tetapi juga pada pengenalan budaya Korea di mata dunia. Pertunjukan ini tidak sekadar konser, tetapi lebih dari itu, sebuah perayaan budaya yang bisa menarik perhatian lebih banyak orang untuk memahami dan mencintai warisan dari Korea Selatan.

Secara keseluruhan, keputusan untuk mengizinkan BTS menggelar konser di tempat-tempat bersejarah ini mencerminkan usaha untuk menggabungkan industri hiburan dengan pelestarian budaya. Ini adalah langkah positif untuk mengangkat citra Korea di kancah global, menjadikannya pusat perhatian bagi banyak orang.

Keselamatan dan Manajemen Kerumunan dalam Acara Besar

Salah satu syarat yang diajukan dalam persetujuan ini adalah pembentukan kelompok kerja kecil yang akan menangani isu-isu terkait keselamatan dan manajemen kerumunan. Keamanan acara besar seperti ini adalah tanggung jawab yang harus dipikirkan secara serius untuk menghindari potensi masalah yang bisa terjadi.

Pihak penyelenggara juga akan melakukan penilaian mendalam terkait aspek kebisingan, agar masyarakat sekitar tidak terganggu. Dengan demikian, meskipun acara ini besar dan meriah, tetap ada pertimbangan untuk menjaga kenyamanan warga setempat.

Langkah ini menunjukkan bahwa BTS dan HYBE berkomitmen untuk melakukan yang terbaik dalam setiap pertunjukan. Bahkan, mereka menunjukkan pentingnya kerja sama dengan pemerintah dan komunitas lokal untuk menciptakan pengalaman yang aman dan menyenangkan bagi semua orang.

Kehadiran BTS di lokasi-lokasi bersejarah dapat menjadi jembatan antara generasi muda dan warisan budaya. Melalui acara ini, diharapkan penonton tidak hanya menikmati musik, tetapi juga memahami nilai-nilai sejarah yang ada di balik lokasi tersebut.

Melalui persetujuan ini, BTS tidak hanya melangkah ke arena hiburan, tetapi juga menjadi duta budaya yang membawa pesan penting mengenai pelestarian warisan. Ini adalah tantangan yang akan dihadapi baik oleh BTS maupun oleh semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara ini.

Komentar
Bagikan:

Iklan