Rivalitas One Battle After Another dan Sinners untuk Best Picture Oscar
Daftar isi:
Film “One Battle After Another” yang disutradarai oleh Paul Thomas Anderson kini menghadapi tantangan yang lebih besar dalam usaha meraih Best Picture di Oscar 2026. Persaingan yang semakin ketat menjelang pengumuman membuat prediksi awal tentang kemenangan film ini menjadi lebih rumit.
Setelah berbulan-bulan menunjukkan performa yang menjanjikan, “One Battle After Another” harus berhadapan dengan film lain yang juga mencuri perhatian, yaitu “Sinners.” Keduanya menjadi sorotan utama dalam jajaran film yang dinominasikan tahun ini.
Persaingan dalam penghargaan ini sudah dimulai sejak 2025, di mana kedua film tersebut ikut serta dalam Golden Globes dan Critics Choice Awards. Di Golden Globes, “One Battle After Another” berhasil meraih penghargaan Best Picture berkat sembilan nominasi yang diterimanya.
Kompetisi Antara Dua Raksasa Perfilman
Film “Sinners,” yang juga berasal dari studio Warner Bros., menunjukkan performa yang mengesankan dengan tujuh nominasi dan memenangkan penghargaan Cinematic and Box Office Achievement. Kemenangan ini menjadi pertanda bahwa film ini tidak bisa dianggap remeh dalam persaingan Best Picture Oscar.
Dalam Critics Choice Awards ke-31, “Sinners” mencetak rekor dengan 17 nominasi, sementara “One Battle After Another” berhasil membawa pulang piala Best Picture meskipun hanya memiliki 14 nominasi. Kemenangan ini menunjukkan ketahanan dan kualitas dari film garapan Anderson.
Saat memasuki tahap Oscar, “Sinners” kembali menunjukkan kemampuannya dengan 16 nominasi, menjadikannya film dengan rekor nominasi terbanyak dalam sejarah Academy Awards. Di sisi lain, “One Battle After Another” mengamankan 13 nominasi, memberikan tekanan yang signifikan bagi kedua film ini.
Tren yang Muncul dalam Nominasi Oscar
Secara keseluruhan, “Sinners” dan “One Battle After Another” memiliki satu kesamaan penting: keduanya berhasil mencapai resonansi di berbagai cabang Academy. “Sinners” terutama menarik perhatian karena menyajikan representasi kuat terhadap seniman kulit hitam, dengan sepuluh nominasi dari seniman yang berbeda.
Rekor tersebut disusul dengan kehadiran Ryan Coogler sebagai sutradara, yang berhasil mengukir nama sebagai salah satu dari tiga pembuat film kulit hitam yang dinominasikan untuk kategori produser, sutradara, dan penulis skenario pada tahun yang sama. Prestasi ini memberikan perspektif baru di industri yang sering kali menghadapi kritik terkait kurangnya keberagaman.
Begitu juga dengan Zinzi Coogler, yang mencetak sejarah sebagai produser Filipina pertama dan perempuan kulit hitam ketiga yang dinyatakan layak dalam kategori film terbaik. Hal ini menunjukkan pergeseran signifikan dalam representasi di dalam industri perfilman.
Ruang untuk Kejutan di Piala Oscar
Dalam sejarah Piala Oscar, film dengan banyak nominasi sering kali dianggap sebagai favorit. Namun, masih ada ruang untuk kejutan seperti yang terjadi pada “La La Land,” yang kalah dari “Moonlight” meskipun memegang 14 nominasi. Kejadian seperti ini menjadi pengingat bahwa hasil akhir tidak selalu sesuai dengan prediksi.
Menjelang SAG Awards, “One Battle After Another” telah menerima tujuh nominasi, sementara “Sinners” memperoleh lima nominasi. Jumlah tersebut menunjukkan dukungan yang besar dari industri perfilman, dan hasil akhir akan sangat menentukan bagi kedua film ini.
Pengumuman pemenang SAG Awards akan dilakukan pada 1 Maret, memberikan gambaran lebih jelas sebelum Academy Awards. Pada 16 Maret, dunia perfilman akan menyaksikan siapa yang akhirnya membawa pulang piala Oscar dalam konser puncak penghargaan yang sangat ditunggu-tunggu ini.







