Friderica Widyasari Dewi Terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua OJK, Simak Profilnya
Daftar isi:
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengambil langkah cepat untuk mengatasi kekosongan jabatan setelah mundurnya sejumlah petinggi Dewan Komisioner. Keputusan ini diambil demi menjaga kelancaran pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan, serta untuk melindungi konsumen dan masyarakat secara umum.
Salah satu langkah yang diambil adalah menunjuk Friderica Widyasari Dewi sebagai Anggota Dewan Komisioner yang baru. Dengan rekam jejak yang kuat dalam industri ini, Friderica diharapkan dapat membawa perubahan positif dan inovasi dalam kebijakan keuangan.
Friderica sebelumnya menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen. Lulusan program doktor di Universitas Gadjah Mada ini memiliki pengalaman yang luas dan sangat berharga.
Karirnya dimulai dengan menjabat sebagai Direktur Pengembangan di PT Bursa Efek Indonesia dari 2009 hingga 2015. Kemudian, dia menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia selama periode 2015 hingga 2016.
Pencapaian Karir Friderica Widyasari Dewi yang Mengagumkan
Friderica terus menunjukkan kemampuannya dengan diangkat menjadi Direktur Utama KSEI dari tahun 2016 hingga 2019. Dalam posisi ini, dia bertanggung jawab untuk mengembangkan berbagai kebijakan dan meningkatkan efisiensi operasional lembaga.
Selanjutnya, dia menjabat sebagai Direktur Utama PT BRI Danareksa Sekuritas pada periode 2020 hingga 2022. Dia berhasil mengarahkan perusahaan ini menuju pertumbuhan yang signifikan di pasar sekuritas.
Saat ini, Friderica juga berpartisipasi dalam berbagai organisasi, termasuk sebagai Anggota Komite Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat. Posisi ini menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan akses untuk masyarakat dalam hal perumahan.
Peran Friderica dalam Melawan Aktivitas Keuangan Ilegal
Di samping itu, Friderica menjabat sebagai Koordinator Dewan Pembina Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal. Dalam perannya ini, dia berkontribusi dalam merumuskan strategi-strategi untuk memerangi praktik ilegal yang merugikan banyak pihak.
Friderica juga terlibat dalam Indonesia Anti Scam Centre yang berfokus pada pelindungan masyarakat dari penipuan keuangan. Dengan pendekatan yang strategis, dia berharap bisa menghentikan lebih banyak tindakan penipuan di sektor ini.
Kepakaran yang dimilikinya dalam pendidikan dan pengawasan juga memperkuat dedikasinya untuk mendidik masyarakat mengenai investasi yang aman. Dia percaya bahwa edukasi adalah kunci untuk melindungi konsumen.
Karya Tulis dan Kontribusi Lainnya
Selain berkarir di bidang keuangan, Friderica juga akti menulis. Dia telah merilis dua buku yang sangat berharga, berjudul “Cara Bijak Mengelola Portofolio Investasi” dan “Pengawasan Market Conduct: A Game Changer.” Karya-karyanya ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan panduan bagi investor pemula dan profesional.
Dengan aktif menulis, Friderica berharap bisa berbagi pengetahuan dan pengalaman yang telah dia kumpulkan selama bertahun-tahun. Karya tulisnya tidak hanya bermanfaat bagi para profesional, tetapi juga bagi masyarakat umum yang ingin memahami lebih dalam tentang investasi.
Dalam hal ini, Friderica menunjukkan bahwa seorang pemimpin tidak hanya harus fokus pada tugas administratif, tetapi juga berperan sebagai pendidik bagi masyarakat. Ini merupakan cakupan dari tanggung jawabnya yang lebih besar dalam industri keuangan.
Keputusan OJK dalam menunjuk Friderica sebagai Anggota Dewan Komisioner yang baru adalah langkah strategis. Ini sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan dalam Peraturan Dewan Komisioner OJK. Penunjukan ini membawa harapan baru bagi stabilitas organisasi serta kelancaran fungsi dan tugas OJK.
Sementara itu, Hasan Fawzi juga ditunjuk sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan. Dengan dukungan dari para pemimpin kawakan ini, OJK berharap bisa merespons perubahan yang terjadi di sektor keuangan dengan lebih efektif.







