CuaninAja
Beranda TECH HACK Pemerintah Tinjau Strategi Pengurangan Penggunaan Dolar untuk Haji dan Umroh

Pemerintah Tinjau Strategi Pengurangan Penggunaan Dolar untuk Haji dan Umroh

Pembahasan mengenai aliran dana haji dan umrah di Indonesia kini semakin menarik perhatian. Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Simanjuntak, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi khusus untuk mengendalikan penggunaan ‘cash outflow’ atau aliran dana yang keluar dari Tanah Air. Langkah ini sangat penting, mengingat besarnya jumlah uang yang terbang ke luar negeri untuk pelaksanaan ibadah tersebut setiap tahunnya.

Setiap tahun, pelaksanaan ibadah haji dan umrah menyebabkan aliran dana mencapai Rp 40 triliun. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan akan pasokan dolar AS yang besar, karena hampir semua pembayaran terkait haji dan umrah menggunakan mata uang tersebut. Oleh karena itu, pengelolaan dan pengurangan cash outflow menjadi bagian perhatian dalam perencanaan tahun ini.

Dahnil menjelaskan, perputaran dana di sektor haji ini sangat signifikan, dengan 80% dari total transaksi merupakan cash outflow yang harus segera diminimalisir. Menyusul pertemuan dengan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, berbagai strategi dicanangkan untuk mengatasi isu ini.

Pentingnya Strategi untuk Mengurangi Aliran Dana ke Luar Negeri

Salah satu strategi yang diusulkan adalah memaksimalkan penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) untuk mengubah bentuk cash outflow menjadi transaksi yang lebih efisien. Dengan demikian, diharapkan aliran dana kembali ke Tanah Air dalam bentuk rupiah.

Dalam acara tersebut, Dahnil menegaskan pentingnya adaptasi teknologi dalam transaksi ibadah. Dengan memanfaatkan QRIS, diharapkan dapat mengurangi aliran uang ke luar negeri dan membawa dampak positif bagi perekonomian lokal. Transaksi ini akan melibatkan lebih dari 2,6 juta warga Indonesia yang melakukan umrah dan sekitar 221.000 orang untuk ibadah haji setiap tahunnya.

Dia menambahkan bahwa jika QRIS dapat dimaksimalkan, akan terdapat pengurangan cash outflow yang signifikan. Angka yang mempengaruhi perekonomian ini patut diperhatikan oleh semua pihak terkait. Sebuah langkah nyata dalam optimasi transaksi dapat berdampak luas.

Visi untuk Meningkatkan Pariwisata Timur Tengah ke Indonesia

Tidak hanya pengurangan cash outflow, Dahnil juga mengajak semua pihak untuk mendorong pariwisata dari Timur Tengah ke Indonesia. Saat ini, jumlah kunjungan turis dari Timur Tengah masih terbilang kecil, yaitu sekitar 33.000 orang per tahun.

Strategi ini diharapkan bisa membuka peluang bagi pengusaha travel haji dan umrah di Indonesia untuk menjual paket wisata bagi warga Timur Tengah. Konsep ini bisa membawa dampak positif bagi perekonomian wisata di dalam negeri, seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan turis.

Dahnil menjelaskan, terdapat ketidakseimbangan yang mencolok antara jumlah jamaah asal Indonesia yang berangkat ke Arab Saudi versus turis dari Arab Saudi yang berkunjung ke Indonesia. Dengan 3 juta jamaah yang pergi, sangat disayangkan jika hanya sedikit sekali yang datang ke tanah air.

Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji yang Berkelanjutan

Menko Airlangga Hartarto juga mencanangkan pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) yang bertugas mengorkestrasi seluruh paket ekonomi yang berkaitan dengan ekosistem haji. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan sinergi antara berbagai sektor, demi keberlanjutan dan kesiapan menyambut jamaah haji dan umrah di masa depan.

Keberadaan Pokja diharapkan dapat menghasilkan rencana yang lebih terarah dalam pengelolaan dana haji dan umrah. Dengan semua pemangku kepentingan berkolaborasi, langkah-langkah untuk mengurangi cash outflow sekaligus meningkatkan pemasukan dari sektor pariwisata dapat tercapai.

Di tengah semua strategi ini, kesinambungan pengembangan tidak lepas dari teknologi. Adopsi sistem digital dan inovasi baru lainnya akan menjadi kunci dalam memperlancar transaksi haji dan umrah. Peluang besar ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk membawa perekonomian Indonesia ke arah yang lebih positif.

Komentar
Bagikan:

Iklan