CuaninAja
Beranda TEKNO Timwas Haji DPR Minta Pemerintah Sediakan Dokter Spesialis untuk Haji

Timwas Haji DPR Minta Pemerintah Sediakan Dokter Spesialis untuk Haji

Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, mengungkapkan pentingnya penambahan tenaga dokter spesialis kejiwaan dan psikolog dalam penyelenggaraan ibadah haji. Hal ini disampaikan bertepatan dengan meningkatnya kasus gangguan kognitif dan demensia yang terjadi pada jemaah lanjut usia, yang menjadi perhatian khusus bagi Timwas Haji menjelang tahun 2026.

Netty menegaskan bahwa kesehatan mental jemaah selama ini sering kali diabaikan, padahal hal ini sangat penting untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan dalam beribadah. Tekanan fisik, cuaca ekstrem, dan kerumunan dapat memicu gangguan psikologis pada jemaah, terutama yang berusia lanjut.

Pemerintah perlu memberikan perhatian lebih serius terhadap masalah ini dengan memastikan kecukupan dokter spesialis kejiwaan. Ia menyatakan, “Kasus demensia yang banyak menimpa jemaah harus mendapat perhatian dari Pemerintah dengan memastikan dokter spesialis kejiwaan dan psikolog dapat dipenuhi secara proporsional,” ujarnya di Makkah.

Pentingnya Kesehatan Mental pada Jemaah Haji Lansia

Mayoritas jemaah haji Indonesia kini terdiri dari kelompok usia lanjut yang rentan terhadap berbagai penyakit. Kondisi fisik yang melemah ini sewaktu-waktu dapat menyebabkan risiko gangguan mental. Ini menjadi lebih nyata saat memasuki fase puncak ibadah haji, di mana tuntutan fisik dan emosional semakin meningkat.

Sekalipun perjalanan haji ini merupakan pengalaman spiritual yang luar biasa, tantangan kesehatan menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan. Kesejahteraan mental harus menjadi bagian integral dari pelayanan kesehatan untuk jemaah, terutama mereka yang lebih rentan.

Menurut Netty, penting untuk memiliki dokter spesialis yang tidak hanya dapat menangani masalah fisik, tetapi juga memahami kebutuhan kesehatan mental jemaah. Peningkatan jumlah tenaga kesehatan mental bisa membantu menciptakan lingkungan ibadah yang lebih mendukung untuk jemaah lansia.

Kekhawatiran Terhadap Sistem Kesehatan yang Ada

Tim Pengawas DPR juga telah menerima masukan dari tenaga medis di lapangan mengenai kebutuhan mendesak untuk tenaga dokter spesialis lainnya, seperti ortopedi dan dokter gigi. Ini penting agar penanganan jemaah dapat dilakukan lebih cepat tanpa perlu merujuk mereka ke rumah sakit di Arab Saudi, yang bisa menyebabkan berbagai hambatan dalam pelayanan kesehatan.

“Kami mendapat masukan dari tenaga kesehatan agar kewenangan dokter spesialis ortopedi dapat diperluas, sehingga kasus-kasus yang bisa ditangani di klinik tidak perlu dirujuk ke rumah sakit,” jelas Netty. Ini menunjukkan betapa pentingnya akses cepat terhadap perawatan kesehatan bagi jemaah.

Keberadaan dokter spesialis di lokasi ibadah sangat penting untuk meningkatkan respons terhadap kebutuhan kesehatan jemaah secara keseluruhan. Dengan adanya layanan yang memadai, jemaah dapat lebih fokus pada ibadah mereka tanpa khawatir akan masalah kesehatan yang mendesak.

Strategi Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Haji

Pentingnya penguatan layanan kesehatan jiwa dan spesialisasi medis tidak bisa dipandang sebelah mata. Dalam situasi padat seperti selama musim haji, penanganan yang cepat dan efektif sangat diperlukan untuk mencegah situasi darurat yang dapat membahayakan jemaah. Sistem yang ada perlu diperbaharui agar mampu menghadapi tantangan yang ada.

Melihat perkembangan zaman, Netty menekankan bahwa pelayanan kesehatan selama haji ke depan tidak hanya harus fokus pada penanganan fisik. Dimensi psikologis dan mental jemaah, terutama bagi kelompok rentan dan lansia, juga harus menjadi prioritas utama.

Jemaah harus merasa aman dan nyaman selama melaksanakan ibadah. Penguatan kesiapan di bidang kesehatan mental akan jadi kunci utama dalam menjaga kualitas pengalaman ibadah haji mereka. Harapan untuk mengurangi risiko kesehatan selama ibadah sangat bergantung pada langkah-langkah konkret yang diambil pada saat ini.

Komentar
Bagikan:

Iklan