Penangkapan Pemasok Senjata KKB oleh Satgas Damai Cartenz di Papua Pegunungan
Daftar isi:
Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (Satgas ODC) baru-baru ini menangkap seorang pria berinisial YK (52) yang diduga kuat sebagai pemasok senjata api dan amunisi untuk jaringan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua Pegunungan. Penangkapan berlangsung di Pasar Sentral Sarmi, Kabupaten Sarmi, Papua, pada Sabtu siang, setelah pihak berwenang mengendus keberadaan YK.
Kasatgas Humas Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa penangkapan ini merupakan bagian dari penyidikan yang lebih luas terhadap rantai pasok senjata yang menyuplai KKB di wilayah Yalimo dan Yahukimo. Tindakan tegas ini menunjukkan komitmen aparat dalam memberantas sindikat penyelundupan senjata api.
Operasi ini sebenarnya telah berlangsung sejak Maret 2026, dengan fokus untuk membongkar sindikat yang terlibat. Selama proses ini, tim gabungan telah berhasil menangkap berbagai pelaku dengan peran yang berbeda dalam jaringan, dari penyandang dana hingga perantara transaksi.
Pentingnya Penegakan Hukum dalam Mengatasi Kejahatan Senjata di Papua
Dalam penjelasannya, Yusuf menekankan bahwa upaya penegakan hukum tersebut sangat krusial untuk menciptakan kondisi keamanan yang lebih baik di Papua. Dengan menyasar para pelaku dan jaringan mereka secara sistematis, diharapkan dapat mengurangi kekerasan yang ditimbulkan oleh kelompok bersenjata.
Sistematisasi dalam operasi pembongkaran sindikat ini menunjukkan keseriusan aparat dalam menanggulangi masalah keamanan. Keberhasilan ini dapat dievaluasi dari meningkatnya jumlah pelaku yang ditangkap dan barang bukti yang berhasil disita.
Melalui berbagai operasi, aparat kini telah mengamankan sejumlah barang bukti militer. Di antara barang bukti tersebut terdapat senjata, amunisi, dan peralatan lainnya yang digunakan oleh jaringan KKB untuk melancarkan aksi mereka.
Ikhtisar Kasus Penyidikan dan Penemuan Barang Bukti
Sebelum penangkapan YK, pihak berwenang telah melakukan penyelidikan mendalam yang memungkinkan mereka untuk melacak koneksi ke dalam jaringan penyelundupan senjata. Rekam jejak pengiriman menunjukkan bahwa YK menerima senjata dari seorang pria berinisial B yang bertindak sebagai pemasok utama.
Setelah menerima senjata, YK segera mengalihkan barang tersebut kepada beberapa pihak yang berkaitan dengan kelompok bersenjata yang dipimpin oleh Simeon Payage. Ini menunjukkan bahwa dalam jaringan ini, pelaku menjalankan perannya secara terampil untuk menghindari penegakan hukum.
Setelah ditangkap, YK langsung dibawa ke Mapolres Sarmi untuk menjalani pemeriksaan lanjutan terkait perannya dalam jaringan KKB ini. Penangkapan ini menjadi puncak dari serangkaian operasi yang dilakukan mulai bulan Maret hingga Juni 2026.
Rincian Barang Bukti yang Berhasil Disita
Sejak mula operasi pada awal tahun, aparat telah berhasil menyita berbagai barang bukti yang jelas menunjukkan keterlibatan YK dan jaringannya dalam aktivitas kriminal. Beberapa barang yang disita antara lain senjata api rakitan, amunisi, dan berbagai perangkat yang digunakan dalam kegiatan ilegal tersebut.
Total, terdapat lebih dari 298 butir amunisi tajam yang berhasil diamankan, serta beberapa magazen senapan yang diduga digunakan oleh KKB. Hal ini menunjukkan aliran senjata yang signifikan ke dalam wilayah tersebut dan menegaskan pentingnya upaya penegakan hukum berkelanjutan.
Barang-barang lain yang ditemukan juga termasuk senjata api sisa dari Perang Dunia II yang berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Dengan adanya temuan ini, dapat dipastikan bahwa jaringan penyelundupan tidak hanya aktif, tetapi juga memasok peralatan berbahaya yang dapat mengancam keamanan publik.








