Terowongan Bawah Tanah Terdalam di Indonesia Selesai Dibangun oleh MRT Jakarta
Daftar isi:
PT MRT Jakarta (Perseroda) baru saja menuntaskan pembangunan terowongan jalur arah utara yang menghubungkan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta hingga Stasiun Kota. Dengan panjang sekitar 5,8 kilometer, pencapaian ini menandai pentingnya konektivitas dalam fase 1 dan fase 2A lintas utara-selatan yang sedang dibangun.
Momen penting ini ditandai dengan keberhasilan mesin bor terowongan 1 yang berhasil mencapai titik akhir penggalian di sisi selatan Stasiun Mangga Besar. Keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan kemajuan teknis, tetapi juga sebagai langkah signifikan untuk integrasi sistem transportasi di Jakarta.
Direktur Konstruksi MRT Jakarta, Weni Maulina, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan langkah krusial dalam pengembangan MRT Jakarta yang sesuai dengan target waktu. Proyek ini menggunakan tiga mesin bor terowongan untuk menyelesaikan penggalian pada jalur ini, masing-masing dengan tugas pada paket kontrak yang berbeda.
Kegiatan Pembukaan Terowongan dan Pentingnya Infrastruktur Transportasi
Penyelesaian terowongan jalur arah utara ini menjadi langkah penting dalam pembangunan Fase 2A MRT Jakarta. Dalam prosesnya, koordinasi antara tim konstruksi dan kontraktor menjadi faktor kunci untuk menjaga standar kualitas dan waktu yang ditetapkan.
Weni mengungkapkan bahwa proyek ini menggunakan tiga mesin bor, yang masing-masing mendukung penggalian terowongan di segmen yang berbeda. Hal ini dilakukan agar setiap bagian dari jalur dapat diselesaikan secara efisien dan tepat waktu.
Terowongan yang dibangun berada pada kedalaman hingga 28 meter di bawah permukaan tanah. Terowongan ini juga membuat MRT Jakarta menjadi salah satu sistem kereta bawah tanah terdalam di Indonesia, dan hal ini bisa menjadi keuntungan dalam operasionalnya di masa mendatang.
Penghubungan Antara Stasiun dan Milestone dalam Konstruksi Sipil
Pada titik breakthrough di selatan Stasiun Mangga Besar, terowongan ini secara signifikan membantu dalam mempercepat konektivitas antar stasiun. Mesin bor terowongan CP202, misalnya, bertugas membangun terowongan antara Stasiun Harmoni dan Sawah Besar sepanjang sekitar 395 meter.
Weni juga mencatat bahwa pencapaian ini adalah hasil dari kerja keras dan perencanaan yang matang. Sinergi antara berbagai pihak yang terlibat sangat berpengaruh terhadap perkembangan proyek ini yang saat ini telah mencapai 61,8 persen.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa proyek MRT Jakarta berjalan sesuai dengan jadwal yang direncanakan. Semua pihak terlibat berharap untuk melanjutkan momentum ini agar proses selanjutnya dapat diselesaikan tanpa kendala yang berarti.
Tahapan Pembangunan Fase 2A dan Target Selesai
Saat ini, tim konstruksi sedang menyelesaikan pembangunan terowongan arah selatan yang menghubungkan Kota dan Bundaran HI. Keterhubungan antar stasiun dalam fase 2A ini menjadi harapan baru bagi pengguna transportasi umum di Jakarta.
Target penyelesaian seluruh terowongan fase 2A ini ditetapkan pada kuartal IV tahun 2026. Ini adalah langkah penting untuk memastikan keberlanjutan proyek dan kecukupan waktu bagi semua tahapan yang tersisa dalam pembangunan MRT Jakarta.
PT MRT Jakarta menargetkan operasional fase 2A lin utara-selatan pada akhir tahun 2027. Ini termasuk segmen satu dari Bundaran HI-Monas dan segmen dua hingga Kota yang diharapkan tuntas pada akhir tahun 2029.








