Kapal Perang dan Pesawat Dikerahkan Mencari Korban Karam di Selayar
Daftar isi:
Operasi pencarian dan penyelamatan untuk 24 penumpang Kapal Motor (KM) Nurul Salsa yang tenggelam di perairan dekat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, terus berlangsung. Tim Sar gabungan telah dikerahkan dengan menggunakan berbagai alat untuk mempercepat proses penemuan korban yang hilang.
Saat ini, sejumlah kapal perang dan pesawat terbang dikerahkan untuk memperluas area pencarian. Kapal-kapal, termasuk KN SAR Kamajaya dan KRI Marlin 877, serta pesawat Boeing B737, merupakan bagian dari upaya yang dilakukan untuk menemukan korban-korban yang masih dalam pencarian.
Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, menjelaskan bahwa pihaknya telah menambahkan kekuatan SAR untuk mencari korban pada hari ketiga operasi. Penggunaan pesawat terbang dan kapal penyelamat menjadi langkah penting dalam pencarian ini.
Detail Operasi Pencarian di Tetang Bunga Laut
Tim SAR mengerahkan KN SAR Kamajaya dengan 32 personel untuk melakukan pencarian. Luas area pencarian tersebut mencakup sekitar 90 nautical mile persegi di perairan Selayar dan sekitarnya.
Selain itu, pencarian juga dilakukan melalui udara dengan memanfaatkan pesawat Boeing B737-200 dari Lanud Sultan Hasanuddin. Pesawat ini membawa 17 personel yang berfokus pada pemantauan dari udara.
Pembagian Wilayah Pencarian Berdasarkan Strategi
Arif menjelaskan bahwa KRI Marlin 877 dikerahkan untuk melanjutkan operasi pencarian di sektor I. Luas area pencarian ini mencakup 102 nautical mile persegi sesuai dengan rencana operasi pencarian dan penyelamatan (SARMAP).
Pembagian sektor pencarian dilakukan berdasarkan analisis SARMAP agar semua area yang berpotensi ditemukan korban dapat disisir secara maksimal. Pendekatan ini mencakup baik pencarian dari laut maupun udara, meningkatkan kemungkinan menemukan seluruh korban yang hilang.
“Operasi SAR hari ini akan lebih fokus pada penyisiran permukaan laut di sekitar lokasi tenggelamnya KM Nurul Salsa,” ungkap Arif.
Usaha untuk Mencari Korban yang Masih Hilang
Tim di lapangan berupaya untuk bekerja secara maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan semua personel. Srategi ini bukan hanya untuk menemukan korban, tetapi juga menjaga keselamatan tim penyelamat.
Arif juga menyampaikan harapannya kepada masyarakat agar mendoakan usaha tim pencari. Dengan harapan, seluruh korban yang masih hilang dapat segera ditemukan.
Berdasarkan data sementara, dari total 74 orang di atas kapal, 49 orang berhasil ditemukan selamat, sementara satu orang dinyatakan meninggal, sehingga 24 orang masih dalam pencarian.
KM Nurul Salsa sebelumnya tercatat sebagai kapal yang mengangkut beragam muatan, termasuk 10 ton beras, 2 ton kopra, dan 5 ton arang. Kapal tersebut juga membawa 45 penumpang, enam unit sepeda motor, serta empat ekor sapi.
Kapal yang mengalami kecelakaan ini meninggalkan dampak signifikan, tidak hanya bagi para penumpang dan keluarganya, tetapi juga bagi masyarakat sekitar yang terlibat dalam upaya pencarian dan penyelamatan.








