Anak Purbaya Raih Keuntungan Besar dari Meme Coin, Simak Cerita Lengkapnya!
Daftar isi:
Anak Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Yudo Achilles Sadewa, baru-baru ini membagikan pengalamannya dalam dunia investasi, khususnya di aset kripto yang dikenal dengan sebutan meme coin. Meskipun investasi kripto bergelora dengan potensi keuntungan yang besar, Yudo menekankan bahwa sifat spekulatif dari jenis investasi ini tidak boleh diabaikan.
Mulai berinvestasi sejak usia muda, Yudo menyatakan bahwa modal awal yang ia gunakan adalah sekitar Rp500.000. Dengan waktu dan strategi yang tepat, nilai investasinya berkembang pesat menjadi sekitar US$4 juta, setara dengan Rp64 miliar, sebuah pencapaian yang patut dicontoh.
Menariknya, Yudo mengungkapkan bahwa kesuksesannya di dunia investasi justru tidak bersumber dari Bitcoin, melainkan dari meme coin yang awalnya diciptakan untuk bersenang-senang. Jenis mata uang digital ini ditandai dengan pergerakan harga yang fluktuatif akibat hype serta dukungan komunitas.
Pengalaman Yudo dalam Investasi Kripto yang Spekulatif
“Meme coin itu coin yang lucu-lucuan, tapi bisa pump ratusan ribu, jutaan persen,” ujarnya saat berbagi cerita. Ia pertama kali tertarik dengan Shiba Inu (SHIB) pada tahun 2020 dan memutuskan untuk berinvestasi dengan dana sekitar Rp1 juta.
Satu tahun kemudian, investasi tersebut mengalami lonjakan, dan nilai modalnya melonjak menjadi antara Rp2 miliar hingga Rp3 miliar. Keberhasilan ini tidak terlepas dari perhatian publik yang ditimbulkan oleh tokoh seperti Elon Musk di media sosial, yang telah berkontribusi terhadap naiknya nilai SHIB.
Yudo menjelaskan bahwa informasi mengenai meme coin dan peluang cuannya ia peroleh dari komunitas online yang aktif. Selain SHIB, ia juga sempat berinvestasi di meme coin lainnya seperti Dogecoin (DOGE) dan Buff Dogecoin (DOGECOIN), yang kini banyak kehilangan daya tarik.
Risiko dan Tantangan dalam Berinvestasi di Meme Coin
Meski menyimpan potensi keuntungan yang menjanjikan, Yudo mengingatkan bahwa banyak meme coin yang tidak bisa bertahan lama. Beberapa komunitas koin tersebut kini sudah tidak aktif, sehingga risiko kehilangan investasinya pun semakin tinggi. “Kita judi nih, kita mau berjudi, taruh saja tebar jaring,” tegasnya.
Pada dasarnya, berinvestasi di meme coin mirip dengan membeli saham gorengan. Ini semua bergantung pada hype yang berkembang di masyarakat. Yudo menjelaskan bahwa teori ini mirip dengan perjudian, di mana koin yang tanpa popularitas dapat berakhir menjadi tidak berharga.
“Kalau misalnya meme coin gagal menarik perhatian komunitas, ya sudah, uang kita bisa berakhir menjadi nol,” jelasnya, menandakan realita pahit dalam berinvestasi di sektor ini.
Pentingnya Diversifikasi dan Mempertimbangkan Risiko Investasi
Yudo menyadari bahwa meski meme coin menarik perhatian, ia lebih menyarankan untuk memfokuskan investasi pada Bitcoin, yang dianggap memiliki risiko lebih rendah. “Banyak sekali coin-coin yang potensial, termasuk meme coin. Namun, jika kalian berani turun ke meme coin, sebaiknya mulai dengan Bitcoin,” katanya dengan tegas.
Dia merekomendasikan agar para investor pemula menyisihkan 5%-10% dari penghasilan untuk membeli Bitcoin daripada terjebak dalam fluktuasi meme coin. “Daripada terus-menerus memantau altcoin yang bergerak setiap detik, lebih baik stabilkan investor di Bitcoin,” tuturnya, mengisyaratkan bahwa itu adalah pilihan yang lebih bijak.
Seluruh pengalaman dan pengetahuan Yudo menunjukkan bahwa dunia kripto tidak hanya sekadar tentang keuntungan instan, tetapi juga tentang kesadaran akan risiko yang ada. Memahami mekanisme pasar dan bagaimana hype beroperasi adalah kunci untuk berhasil.







