Api dan Abunya di Korea
Daftar isi:
Film “Avatar: Fire and Ash” baru saja mengalami penurunan posisi di box office Korea, menggeser film tersebut dari puncak setelah berada di sana selama tiga pekan berturut-turut. Meskipun film ini telah meraup lebih dari US$1,2 miliar secara global, ia terpaksa menyerah kepada film romantis berjudul “Once We Were Us”.
Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Dewan Perfilman Korea, “Once We Were Us” berhasil mendapatkan lebih dari 340 ribu penonton di akhir pekan lalu, sehingga menempati posisi pertama. Keberhasilan film ini jelas menunjukkan daya pikat yang masih kuat dari karya-karya lokal.
Dengan angka yang mengesankan, “Once We Were Us” mampu menggeser “Avatar: Fire and Ash” yang hanya memperoleh 316 ribu penonton dalam waktu yang sama. Film pertamanya itu kini harus rela berada di posisi kedua setelah mempertahankan popularitasnya di puncak selama tiga minggu berturut-turut.
Sementara itu, “Once We Were Us” merupakan adaptasi dari film Cina berjudul “Us and Them” yang dirilis pada tahun 2018. Film Korea ini disutradarai oleh Kim Do-young, yang sebelumnya sukses dengan film “Kim Ji-young: Born 1982”.
Sinopsis dan Alur Cerita Film “Once We Were Us”
Film “Once We Were Us” berfokus pada kisah sepasang muda, Eun-ho yang diperankan oleh Koo Kyo-hwan dan Jung-won oleh Moon Ga-yong. Keduanya merenungkan hubungan mereka dan pilihan-pilihan yang mereka buat selama masa muda.
Kisah dimulai ketika Eun-ho dalam perjalanan pulang ke kampung halamannya. Di bus tersebut, ia bertemu Jung-won, seorang perempuan yang sedang berusaha mencari makna hidupnya setelah mengambil cuti dari sekolah.
Setelah pertemuan itu, Eun-ho dan Jung-won terlibat dalam hubungan yang tak terduga. Dalam perjalanan tersebut, mereka saling mendukung satu sama lain dan perlahan-lahan hubungan mereka berkembang menjadi cinta yang mendalam.
Hubungan mereka penuh dengan tawa, pertengkaran, hingga momen-momen indah. Namun, di tengah perjalanan cinta mereka, berbagai pilihan yang sulit harus dihadapi ketika kenyataan hidup mulai menampakkan wajahnya.
Perjalanan Waktu dan Pertemuan Kembali
Sekitar sepuluh tahun berlalu, Eun-ho dan Jung-won bertemu kembali. Perjumpaan ini membawa kembali banyak kenangan, serta pertanyaan-pertanyaan yang selama ini terpendam dalam benak Eun-ho.
Film ini menggambarkan bagaimana pengalaman hidup dan pilihan yang diambil bisa mempengaruhi hubungan seseorang. Setiap penonton diharapkan bisa merasakan perjalanan emosional yang penuh dengan liku-liku.
Dengan alur cerita yang dapat menjangkau berbagai kalangan usia, film ini mengajak penonton untuk merenungkan kembali tentang arti sebuah hubungan. Kesadaran akan waktu yang terus berjalan membuat hubungan mereka semakin dalam dan berarti.
Keberhasilannya dalam menarik perhatian penonton menjadikan film ini rekomendasi utama bagi penggemar film-drama. Dalam waktu singkat, film ini berhasil menjual 1.046.424 tiket dan mendapatkan pendapatan yang mencapai US$6,9 juta.
Perbandingan dengan “Avatar: Fire and Ash”
Ketika membandingkan “Once We Were Us” dengan “Avatar: Fire and Ash”, kita melihat perbedaan yang mendasar. “Avatar: Fire and Ash” lebih mengedepankan elemen fantasi dan visual yang memukau, sedangkan “Once We Were Us” mengedepankan kedalaman emosional dalam cerita.
Film “Avatar: Fire and Ash” tayang perdana di Korea Selatan pada 17 Desember 2025 dan telah mengumpulkan pendapatan yang signifikan, mencapai US$44,12 juta. Meski demikian, penurunan posisinya di box office menunjukkan bahwa film-film lokal mulai mendapatkan perhatian yang lebih besar.
Kesuksesan “Once We Were Us” menjadi indikasi bahwa penonton Korea semakin menghargai cerita yang rasanya dekat dengan kehidupan mereka. Dalam konteks ini, film lokal dapat bersaing dengan film-film blockbuster dari Hollywood.
Kedua film ini, meskipun berbeda dari segi tema dan pendekatan, menunjukkan kekayaan perfilman yang dapat dinikmati berbagai kalangan. Penonton kini memiliki pilihan yang beragam antara film yang mengedepankan visual menawan dan cerita yang menggugah hati.







