Bicara Pembagian Harta Gana-Gini dan Hak Asuh Anak Usai Cerai
Daftar isi:
Ridwan Kamil, setelah resmi bercerai dari Atalia Praratya, mengungkapkan pandangannya mengenai pembagian harta dan pengasuhan anak. Mantan Gubernur Jawa Barat ini menyatakan bahwa isu mengenai harta bersama sudah diselesaikan dengan baik sebelum proses perceraian berlangsung di pengadilan.
Dalam pernyataan yang disampaikan, Ridwan Kamil menjelaskan bahwa tidak ada sengketa terkait harta dalam perceraian tersebut. Dengan tegas, dia menekankan pentingnya menjaga hubungan baik demi masa depan anak-anak mereka.
“Terkait pembagian harta, kami sudah menemukan solusi yang memuaskan jauh sebelum perceraian ini,” ungkap Ridwan Kamil, menunjukkan komitmennya untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang dewasa.
Ia sangat yakin bahwa tanggung jawab sebagai orang tua tetap harus dijalani meskipun mereka telah berpisah. Komunikasi dan rasa saling menghormati antara mereka dipastikan tetap terjaga agar anak-anak mendapatkan pengasuhan yang optimal.
Menurut Ridwan, meskipun statusnya sebagai pasangan suami istri telah berakhir, perannya sebagai orang tua tidak akan berkurang. Dia ingin memastikan bahwa anak-anak mereka tetap mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang layak dari kedua orang tua.
Komitmen Orang Tua Setelah Perceraian yang Ditunjukkan Ridwan Kamil
Ridwan Kamil juga menekankan betapa pentingnya peran komunikasi dalam pengasuhan anak paska perceraian. Keduanya sepakat untuk tetap berkolaborasi dalam pengasuhan meskipun ada perpisahan dalam hubungan mereka.
Dia menuturkan, prioritas utama mereka adalah kesejahteraan dan masa depan anak-anak. Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan anak-anak mereka bisa tumbuh dengan baik, tanpa terganggu oleh dinamika yang terjadi antara orang tua mereka.
Dalam pernyataannya, Ridwan Kamil juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat luas atas keramaian yang terjadi akibat masalah rumah tangganya. Ia mengakui bahwa keputusan untuk berpisah bukanlah hal yang mudah, dan melibatkan berbagai proses, termasuk mediasi yang dilakukan dengan niat baik.
Refleksi 29 Tahun Rumah Tangga yang Telah Dijalani
Selama hampir 29 tahun menikah, Ridwan menyampaikan bahwa ada banyak momen bahagia namun juga tidak sedikit tantangan dan kesalahpahaman dalam perjalanan rumah tangga mereka. Ridwan menekankan bahwa setiap pasangan pasti memiliki lika-liku yang harus dilalui, dan hal tersebut adalah hal yang normal.
Pengalaman tersebut membuatnya semakin menghargai kebersamaan selama ini. Ia juga menyedari bahwa setiap orang berhak memperjuangkan kebahagiaan dan ketenangan hidup, termasuk Atalia untuk mengambil keputusan bersama.
Ridwan Kamil, dalam pernyataannya, menghormati keputusan Atalia untuk meraih kebahagiaan yang diinginkan. Dia berusaha untuk berpikir positif dan menerima kondisi yang ada dengan lapang dada, termasuk mempertimbangkan perasaan anak-anak dalam situasi ini.
Harapan dan Doa untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Menutup pernyataannya, Ridwan Kamil memohon kepada semua pihak untuk mendoakan baik dirinya, Atalia, dan anak-anak. Ia berharap agar mereka semua diberikan ketenangan serta kekuatan untuk melewati fase kehidupan baru ini.
Ia meyakini bahwa setiap orang memiliki jalan hidup yang harus dilalui, dan kadang, perpisahan adalah bagian dari proses tersebut. Dengan sikap positif dan saling mendukung, Ridwan percaya mereka akan bisa menghadapi kenyataan baru ini dengan penuh kehormatan.
Ridwan Kamil juga menyatakan pentingnya menjaga keharmonisan meski sudah tidak bersama. Dengan demikian, anak-anak dapat merasakan kasih sayang dari kedua orang tua meski dalam konteks yang berbeda.







