Bos Ungkap Valuasi Saham Telkom Tembus Ratusan Triliun
Daftar isi:
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) baru-baru ini mengumumkan bahwa transformasi yang dilakukan oleh perusahaan BUMN menunjukkan hasil yang signifikan. Rosan Roeslani, CEO Danantara, menjelaskan bahwa perubahan ini tidak hanya berlaku untuk satu perusahaan, melainkan dirasakan luas di berbagai sektor.
Contohnya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. sudah membuktikan hasil positif dari transformasi yang dilakukannya. Kepercayaan investor terhadap perusahaan ini semakin meningkat, dan hal ini berimbas baik terhadap kinerja sahamnya di bursa.
“Dalam periode lima tahun terakhir, saya mencermati nilai valuasi saham Telkom mengalami penurunan. Namun, dalam enam bulan terakhir, respon pasar sangat positif sehingga nilai sahamnya melonjak hingga 81%,” jelas Rosan dalam sebuah pertemuan di Jakarta.
Transformasi yang Membawa Dampak Signifikan pada Telkom
Rosan Roeslani juga mengungkapkan bahwa peningkatan nilai valuasi saham Telkom kini menyentuh angka fantastis, yakni antara Rp 112 triliun hingga Rp 115 triliun. Adaptasi terhadap teknologi modern menjadi faktor kunci di balik transformasi ini.
Dia juga menekankan pentingnya mengincar teknologi baru, seperti kecerdasan buatan (AI) dan blockchain, yang perlu diadaptasi agar perusahaan tidak tertinggal dalam persaingan. Dalam era digital seperti saat ini, setiap perusahaan dituntut untuk mampu bertransformasi agar tetap relevan.
Rosan sebelumnya memberikan apresiasi kepada para investor yang menempatkan kepercayaan mereka pada PT Telkom Indonesia. Pencapaian ini menjadikan Telkom sebagai salah satu perusahaan dengan kapitalisasi pasar tertinggi di Indonesia, merefleksikan besarnya kepercayaan para pemegang saham.
Peran Vital Telkom dalam Ekonomi Nasional
Rosan juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan pelaku pasar yang telah mendukung transformasi bisnis Telkom. Menurutnya, hasil dari perubahan ini mencerminkan optimisme yang tinggi dalam upaya berkelanjutan untuk mencatatkan pemulihan ekonomi yang lebih solid.
“Peran Telkom sangat vital dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8% pada tahun 2029,” imbuhnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu ada perubahan mindset di dalam perusahaan agar tidak hanya menjadi juara di dalam negeri, tetapi juga dunia.
Dorongan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan peraturan di perusahaan harus dilakukan secara menyeluruh. Rosan menekankan bahwa semua aspek, termasuk administrasi dan cara kerja, perlu ditingkatkan agar sejajar dengan visi global.
Komitmen dan Kerja Sama dalam Transformasi
Dia mengapresiasi seluruh jajaran manajemen Telkom Group yang telah bekerja keras demi kesuksesan transformasi ini. Kerja sama yang erat dan komitmen yang tinggi menjadi faktor penentu dalam mengubah arah perusahaan.
“Transformasi yang dilakukan oleh Telkom mulai menunjukkan respon positif dari pasar,” papar Rosan. Dia yakin bahwa dengan penerapan tata kelola yang baik dan konsisten, Telkom dapat meraih keberhasilan lebih lanjut.
Keberhasilan ini juga menjadi modal untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional. Telkom perlu memanfaatkan momentum ini untuk terus berkembang dan beradaptasi.
Dengan begitu, visi jangka panjang perusahaan dapat terwujud dan memberikan manfaat yang optimal bagi semua pihak. Penerapan teknologi baru dan inovasi menjadi kunci utama dalam menghadapi perubahan yang cepat di era digital saat ini.
Rosan berharap semua pemangku kepentingan akan terus bersinergi demi mencapai tujuan bersama. Dengan aktif mengubah pola pikir dan strategi, perusahaan dapat bersaing di pasar global.







