Daniel Craig Merasa Lebih Bebas Setelah Mundur dari Peran James Bond
Daftar isi:
Daniel Craig, aktor yang terkenal dengan perannya sebagai James Bond, kini merasa lebih menghargai karier aktingnya setelah meninggalkan karakter ikonik tersebut. Menurutnya, setelah pensiun dari peran Bond, ia merasa lebih bebas untuk mengeksplorasi berbagai tantangan baru dalam dunia akting.
Dalam wawancara terbaru dengan sebuah media ternama, Craig mengungkapkan bahwa ia mulai membebaskan dirinya dari berbagai aturan yang mungkin membatasi selama ia berperan sebagai Bond. Ia kini terbuka untuk mencoba hal-hal baru yang sebelumnya mungkin ia tolak.
Transformasi Karier Daniel Craig Usai James Bond
Dengan pensiunnya dari peran James Bond, Craig merasa bahwa ia dapat menjelajahi berbagai genre dan karakter yang lebih bervariasi. Ia mengatakan bahwa terkadang, peran sebagai Bond dan peran lainnya terasa saling bertentangan dalam dirinya.
Craig membuktikan pernyataannya tersebut dengan mengambil peran dalam film “Queer,” yang merupakan adaptasi dari novela klasik. Dalam film ini, ia berperan sebagai William Lee, seorang pria paruh baya yang terjebak dalam hubungan romantis di Mexico City.
Peran ini memberikan kesempatan bagi Craig untuk mengeksplorasi tema dan karakter yang lebih kompleks. Ia mengungkapkan, “Saya bekerja lebih keras dari sebelumnya, tetapi saya juga lebih menikmatinya dari sebelumnya,” mengindikasikan betapa pentingnya proyek ini baginya.
Kepuasan dalam Berperan Beragam
Craig menegaskan bahwa kebebasan dalam memilih peran baru telah memberinya kepuasan yang luar biasa. Keterlibatannya dalam proyek-proyek berbeda memungkinkan dia untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam akting.
Film “Queer” memerlukan dedikasi dari Craig untuk memahami karakter dan konteks yang lebih mendalam. Ia merasakan kesenangan dalam berinteraksi dan beradaptasi dengan berbagai karakter yang berbeda dari kebiasaan sebelumnya.
Dengan pengalaman yang telah dimiliki, Craig merasa mampu menampilkan kerentanan dan karakter yang lebih manusiawi. Ia percaya bahwa titik berat pada kemampuan manusia untuk menunjukkan kerentanan sangat menarik.
Tantangan Maskulinitas dalam Peran Bond
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Craig selama berperan sebagai James Bond adalah konstruksi maskulinitas yang kental. Menurutnya, hal ini sering kali menciptakan batasan dalam cara ia berperilaku sebagai seorang aktor.
Dalam wawancara terpisah, Craig mengungkapkan bahwa kerentanan adalah aspek penting dari jiwa manusia. Ia menjelaskan bahwa semua orang, tidak peduli seberapa kuat, pasti memiliki sisi rentan.
Keyakinan seperti ini mendorong Craig untuk mengambil peran yang menunjukkan berbagai lapisan emosi. Menjadi seorang pria dalam konteks maskulinitas tradisional, menurutnya, sering kali menjadi tantangan tersendiri dalam dunia akting.







