CuaninAja
Beranda TEKNO Dialihkan 9 Penerbangan Akibat Pesawat TNI AL Tergelincir di Juanda

Dialihkan 9 Penerbangan Akibat Pesawat TNI AL Tergelincir di Juanda

Pada tanggal yang baru-baru ini, Bandara Internasional Juanda di Surabaya mengalami gangguan operasional akibat insiden pendaratan yang tidak biasa. Sebanyak sembilan penerbangan terpaksa dialihkan ke bandara lain akibat tergelincirnya sebuah pesawat latih yang terjadi di area landasan pacu.

General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, menjelaskan bahwa penutupan sementara landasan pacu ini dilakukan untuk memastikan keselamatan semua penumpang. Langkah ini diambil untuk mencegah risiko lebih lanjut yang bisa membahayakan para penumpang dan awak pesawat.

Insiden tersebut tidak hanya mengganggu rutinitas penerbangan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan penumpang. Dalam situasi darurat seperti ini, keselamatan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan.

Mengapa Penerbangan Dihentikan Sementara di Juanda?

Keputusan untuk menghentikan operasional penerbangan di Bandara Internasional Juanda diambil setelah terjadi insiden pesawat latih. Penutupan ini bertujuan untuk menjamin bahwa landasan pacu dalam kondisi aman sebelum pesawat diizinkan mendarat atau lepas landas kembali.

Menurut Muhammad Tohir, semua prosedur pemeriksaan dijalankan dengan ketat untuk memastikan tidak ada benda asing yang dapat mengganggu kelancaran penerbangan. Setiap langkah diambil dengan hati-hati untuk menjaga keselamatan penumpang dan kru pesawat.

Selama proses evakuasi yang dilakukan, semua pihak terkait diperintahkan untuk tetap tenang dan mengikuti petunjuk dari petugas bandara. Ini merupakan bagian dari upaya memastikan semua orang dapat beroperasi dengan aman dan tertib di area bandara.

Proses Pemulihan Setelah Insiden Penerbangan

Setelah proses evakuasi selesai, operasional penerbangan di Bandara Internasional Juanda mulai berangsur pulih. Landasan pacu yang sempat ditutup dibuka kembali setelah tim inspeksi menyatakan bahwa sudah tidak ada ancaman bagi pesawat yang akan mendarat.

Berdasarkan laporan, setelah satu jam penutupan, kondisi landasan dinyatakan aman untuk kegiatan penerbangan. Pengembalian normalitas operasional ini menunjukkan kemampuan tim bandara dalam menangani situasi darurat dengan baik.

Proses pemulihan ini juga melibatkan komunikasi yang intens dengan semua pihak, termasuk maskapai penerbangan yang mengalami dampak. Keterbukaan informasi diperlukan agar setiap pengguna jasa bandara mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai kondisi yang terjadi.

Langkah Selanjutnya dari Manajemen Bandara

Manajemen Bandara Internasional Juanda telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang. Selain itu, setiap insiden yang terjadi akan dianalisis secara mendalam untuk meningkatkan prosedur keselamatan yang ada.

Pihak bandara mengakui perlunya melakukan pelatihan berkala bagi seluruh karyawan, terutama dalam hal menangani situasi darurat. Dengan ini, diharapkan setiap pegawai dapat bereaksi secara cepat dan efektif dalam menghadapi situasi yang tidak terduga.

Pengelola bandara juga menghimbau agar penumpang selalu mematuhi arahan dari petugas. Ini menjadi bagian penting untuk bersama-sama menjaga keamanan dalam setiap aktivitas penerbangan.

Secara keseluruhan, insiden yang terjadi di Bandara Internasional Juanda merupakan pengingat akan pentingnya keselamatan di dunia penerbangan. Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap keamanan penerbangan dapat terus terjaga. Pelajaran berharga ini akan digunakan untuk terus meningkatkan standar operasional dan keamanan bandara di masa mendatang.

Komentar
Bagikan:

Iklan