IHSG Melonjak, Investor Asing Jual Saham-Saham Berikut
Daftar isi:
Aliran dana asing menunjukkan tren signifikan dalam pasar modal Indonesia, terutama saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedang menguat. Pada 10 Februari 2026, data menunjukkan penarikan investasi asing yang cukup besar, yang mencerminkan dinamika pasar yang tak terduga.
Dalam periode ini, investor asing mencatat penjualan bersih yang mencapai Rp707,77 miliar di seluruh pasar. Jumlah ini termasuk penjualan bersih sebesar Rp917,26 miliar di pasar reguler, sementara di pasar negosiasi dan tunai, mereka mencatatkan pembelian bersih senilai Rp209,49 miliar.
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi sorotan utama, mencatatkan penjualan bersih asing terbesar. Ini diikuti oleh beberapa saham populer lainnya yang juga mengalami penurunan minat dari investor asing.
Dampak Penarikan Dana Asing Terhadap IHSG dan Pasar Modal
Penarikan dana asing ini memiliki dampak yang signifikan terhadap IHSG dan pasar modal Indonesia secara keseluruhan. Meskipun ada penjualan bersih yang besar, IHSG masih mencatat penguatan yang cukup baik. Pada penutupan perdagangan hari itu, IHSG melesat 1,24% dan mencapai angka 8.131,74.
Transaksi yang terjadi di pasar mencapai nilai luar biasa, yaitu Rp 20,39 triliun, dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 45,83 miliar. Pertumbuhan ini menunjukkan adanya optimisme yang tetap ada di kalangan investor domestik meskipun ada tekanan dari penjualan asing.
Terdapat 556 saham yang mengalami penguatan, sementara 144 saham mengalami penurunan dan 116 saham tidak mengalami perubahan. Hal ini menggambarkan variasi yang signifikan dalam kinerja saham-saham di pasar modal Indonesia.
Kinerja Saham-Saham Pendukung IHSG di Tengah Penarikan Asing
Dalam situasi ini, saham-saham blue chip menunjukkan ketahanan yang baik. Beberapa di antaranya memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan IHSG. Astra International (ASII) menjadi salah satu yang paling mencolok dengan kenaikan sebesar 3,01%, yang menyumbang 8,19 poin pada indeks.
Bank Mandiri (BMRI) juga menunjukkan performa positif dengan menyumbangkan 8 poin. Selain itu, Capital Finance Indonesia (CASA) dan Amman Mineral Internasional (AMMN) masing-masing memberikan kontribusi sekitar 5 poin pada IHSG.
Namun, tidak semua saham menunjukkan kinerja yang baik. Beberapa saham, seperti BYAN dan BBCA, tercatat menjadi pemberat bagi IHSG, menunjukkan bahwa volatilitas masih menjadi bagian dari dinamika pasar yang ada.
Analisis Saham dengan Penjualan Asing Tertinggi
Berikut ini adalah beberapa saham dengan penjualan bersih asing tertinggi pada perdagangan yang baru lalu. PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) memimpin dengan angka penjualan sebesar Rp483,16 miliar. Selanjutnya adalah PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang tercatat sebesar Rp328,08 miliar.
PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) juga menunjukkan angka yang signifikan dengan penjualan sebesar Rp145,67 miliar. Selain itu, saham-saham lain yang terdaftar seperti PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mengikuti tren penjualan asing yang sama.
Daftar ini menunjukkan bahwa minat investor asing tetap berfluktuasi, dan terdapat beberapa saham yang berpotensi menarik perhatian di masa depan meskipun mengalami tekanan saat ini.







