IHSG Naik 1,22% Kemarin, Investor Asing Kompak Beli Saham Ini
Daftar isi:
Pada hari Senin, 10 Februari 2026, aktivitas perdagangan saham di Indonesia menunjukkan dinamika yang menarik. Meskipun investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp721,54 miliar, terdapat sejumlah saham yang berhasil menarik perhatian dengan pembelian signifikan dari asing.
Penjualan bersih tersebut terdiri dari Rp599,51 miliar di pasar reguler dan Rp122,02 miliar di pasar negosiasi serta tunai. Namun, data ini tidak menghalangi beberapa saham untuk mendulang minat investor asing, menunjukkan kekuatan pasar yang relatif kuat meskipun terjadi penarikan dana.
Beberapa Saham Teratas dengan Nilai Pembelian Asing Terbesar
Salah satu yang paling mencolok adalah PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), yang tercatat sebagai pemimpin dalam kategori net buy asing dengan nilai mencapai Rp117,06 miliar. Pihak asing juga menunjukkan ketertarikan pada saham-saham seperti Bukit Uluwatu Villa (BUVA) dan Darma Henwa (DEWA), masing-masing dengan pembelian sebesar Rp84,9 miliar dan Rp57,19 miliar.
Daftar ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan pada sektor tertentu, banyak saham masih mendapatkan perhatian investor. Melihat lebih jauh, hal ini dapat mencerminkan potensi jangka panjang yang dianggap berharga oleh para investor asing.
Berbagai saham lain juga turut menghiasi daftar pembelian asing, seperti Merdeka Gold Resources (EMAS) dan Pantai Indah Kapuk Dua (PANI). Kombinasi dari saham-saham ini menggambarkan dinamika yang menarik di pasar, di mana investor cenderung berfokus pada sektor-sektor yang diyakini memiliki prospek cerah.
Selain itu, terdapat pula saham Rukun Raharja (RAJA) dan Super Bank Indonesia (SUPA), yang meskipun tidak sepopuler yang lain, tetap menunjukkan pembelian yang signifikan. Hal ini menandakan bahwa terdapat peluang di sektor-sektor yang mungkin diabaikan oleh banyak investor.
Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan di Awal Pekan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai pekan ini dengan semangat positif, menguat 1,22% dan ditutup pada level 8.031,87. Kenaikan ini merupakan respon positif pasar setelah melemah di akhir pekan sebelumnya, menunjukkan bahwa investor kembali memiliki kepercayaan terhadap potensi pertumbuhan pasar.
Nilai transaksi di pasar mencapai angka yang cukup mengesankan, yaitu Rp17,87 triliun, di mana lebih dari 40,69 miliar saham diperdagangkan. Ini menunjukkan likuiditas yang tinggi dan minat yang signifikan dari pelaku pasar untuk melakukan transaksi.
Dalam perjalanan perdagangan tersebut, sebanyak 433 saham mengalami kenaikan harga, sementara 252 saham mengalami penurunan. Terdapat pula 136 saham yang tidak bergerak, memberikan gambaran yang lebih jelas tentang sentimen pasar pada hari itu.
Sektor energi dan barang baku menjadi pendorong utama kinerja IHSG, sementara sektor kesehatan dan finansial justru mengalami tekanan. Keberagaman ini mencerminkan reaksi pasar yang dinamis terhadap kondisi ekonomi saat ini.
Kontribusi Emiten Konglomerat terhadap Nilai IHSG
Emiten-emiten dari kelompok konglomerat terlihat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penguatan IHSG. Khususnya, emiten tambang batu bara dari Grup Sinar Mas, yakni DSSA, menyumbang indeks poin terbesar, menunjukkan bahwa sektor bahan baku tetap menjadi tulang punggung ekonomi.
Tidak hanya DSSA, emiten tambang emas dari Grup Saratoga (EMAS) dan Grup Bakrie (BRMS) juga turut andil dalam memperkuat IHSG. Mereka menunjukkan performa yang kuat, terutama di tengah volatilitas yang ada di pasar.
Saham-saham yang menunjukkan penguatan signifikan termasuk DCII, AMMN, MDKA, dan PANI. Mereka tidak hanya memberikan kontribusi terhadap perdagangan hari itu, tetapi juga mencerminkan tren positif yang dapat berlanjut hingga pekan-pekan mendatang.
Secara keseluruhan, saham EMAS mengalami peningkatan harga yang cukup dramatis, naik hingga 15%, disusul oleh RATU dan PANI dengan kenaikan masing-masing 13% dan 10%. Pergerakan ini menunjukkan bahwa minat investor asing terhadap sektor-sektor tertentu tetap tinggi dan memberi sinyal kepercayaan pasar.
Kesimpulannya, meskipun terdapat penjualan berlebih oleh investor asing, pasar saham Indonesia menunjukkan ketahanan melalui penguatan IHSG dan penjualan saham-saham terkemuka. Keberagaman dalam sektor yang diuntungkan mencerminkan daya tarik dan potensi pertumbuhan yang masih bisa dioptimalkan di masa depan.







