JPO Sarinah yang Dulu Dibongkar Kini Kembali Dibangun oleh Pramono
Daftar isi:
Pembangunan kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah di Jakarta Pusat menjadi topik hangat yang menarik perhatian masyarakat. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa proyek ini tidak hanya sekadar renovasi, melainkan juga sebagai langkah untuk meningkatkan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.
Dari pengamatan masyarakat, ada pro dan kontra terkait pembangunan JPO baru ini. Namun, Pramono menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah untuk memberikan kemudahan bagi semua lapisan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan dukungan lebih.
“JPO Sarinah dalam kajian itu memang diperlukan terutama untuk difabel. Itu salah satu alasan mengapa diadakan,” ujar Pramono. Dengan pernyataan ini, ia menunjukkan komitmennya untuk menciptakan lingkungan yang inklusif di Jakarta.
Pentingnya Aksesibilitas bagi Penyandang Disabilitas di Jakarta
Jakarta adalah kota yang padat dengan berbagai aktivitas. Salah satu tantangan terbesar di kota ini adalah bagaimana menyediakan akses yang baik bagi penyandang disabilitas. JPO Sarinah diharapkan menjadi solusi untuk masalah tersebut, memastikan mereka dapat bergerak dengan lebih leluasa.
Di balik pembangunan JPO ini, terdapat aspirasi untuk menyediakan fasilitas yang memadai, bukan hanya bagi penyandang disabilitas tetapi juga bagi ibu hamil dan lansia. Dengan desain yang ramah bagi semua kalangan, harapannya keselamatan dan kenyamanan pengguna bisa terjamin.
Pembangunan kembali JPO Sarinah menuju mengedepankan prinsip inklusivitas. Di samping itu, masyarakat diharapkan lebih memahami pentingnya aksesibilitas bagi semua, tidak hanya sekadar mempertimbangkan kenyamanan pribadi tetapi juga kebutuhan kondisi umum.
Desain yang diperbarui ini tentunya juga harus mempertimbangkan aspek estetika, menjaga kebersihan, dan keamanan. Semua faktor ini penting agar JPO Sarinah menjadi bagian harmonis dari wajah baru kota Jakarta.
Keterlibatan Masyarakat dalam Proses Pembangunan JPO
Proses pembangunan kembali JPO Sarinah melibatkan banyak pendapat dari masyarakat. Gubernur Pramono Anung menyatakan bahwa ia telah menerima banyak masukan, baik pro maupun kontra, mengenai rencana ini. Pendapat masyarakat sangat berharga untuk memastikan hasil akhir yang memuaskan.
Kelompok pejalan kaki, misalnya, memiliki pandangan bahwa mereka lebih memilih penyeberangan di permukaan jalan ketimbang jembatan di atas. Namun, Pramono mengkonfirmasi bahwa pelican crossing masih akan dibuka, memberikan pilihan bagi pejalan kaki yang ingin menyeberang dengan lebih nyaman.
Melalui dialog terbuka ini, diharapkan bahwa pembangunan JPO dapat disepakati bersama dan memenuhi harapan masyarakat. Prinsip partisipasi rakyat menjadi pilar utama dari setiap proyek pemerintah yang berkaitan dengan infrastruktur.
Dengan melibatkan suara masyarakat, pemerintah menunjukkan bahwa mereka tidak hanya mendengar, tetapi juga menghargai masukan yang berharga. Ini adalah langkah positif menuju transparansi dan akuntabilitas dalam pengambilan keputusan publik.
Sejarah dan Perkembangan JPO Sarinah dari Masa ke Masa
JPO Sarinah memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak tahun 1968. Pada masa itu, dibangun sebagai yang pertama di Jakarta, di bawah pemerintahan Gubernur Ali Sadikin. Keberadaan jembatan ini sangat membantu pejalan kaki untuk menyeberang di area yang ramai.
Pada era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, antara tahun 2016 dan 2017, terjadi penataan jalur pejalan kaki yang mengubah wajah Sudirman-Thamrin menjadi lebih ramah terhadap pejalan kaki dan difabel. Waktu itu, banyak upaya dilakukan untuk meningkatkan disibilitas dan aksesibilitas kota.
Namun, pada tahun 2022, di bawah kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan, JPO ini ditutup. Keputusan itu diambil dengan alasan untuk meningkatkan estetika kota sehingga pandangan terhadap Patung Selamat Datang dan gedung-gedung bersejarah tidak terhalang.
Untuk menggantikan keberadaan JPO yang dibongkar, pelican crossing diterapkan. Penyesuaian ini dianggap lebih ramah lingkungan dan lebih aman bagi penyandang disabilitas, lansia, serta ibu hamil.
Mengapa Pembangunan JPO Sarinah Merupakan Langkah yang Tepat?
Pembangunan kembali JPO Sarinah dapat dilihat sebagai langkah maju untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Fokus utama adalah untuk menciptakan ruang publik yang lebih nyaman. Hal ini cukup penting di tengah pertumbuhan populasi Jakarta yang semakin pesat.
Pembangunan ini juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperhatikan hak-hak kaum difabel. Merupakan wujud nyata bahwa setiap orang, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan layanan publik yang baik dan aman.
Pramono Anung sebagai Gubernur yang baru mengakui tanggung jawabnya sehubungan dengan infrastruktur kota. Ia menekankan untuk melanjutkan proyek ini dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan Jakarta.
“Yang jelas sudah dibangun dan saya bertanggung jawab,” katanya. Pernyataan ini menunjukkan sikap proaktif sekaligus komitmen terhadap pembangunan kota yang inklusif.







