Kasus Penghasutan Demontrasi, Hakim Bebaskan Khariq Anhar dari Tahanan
Daftar isi:
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah mengambil keputusan penting mengenai seorang mahasiswa Universitas Riau, Khariq Anhar, yang terlibat dalam isu penghasutan mukadimah demonstrasi. Dengan keputusan ini, Khariq diizinkan untuk tidak ditahan di rumah tahanan selama proses persidangan berlangsung, sebuah langkah yang membawa harapan dan rasa syukur bagi yang bersangkutan serta keluarganya.
Alasan di balik keputusan tersebut berfokus pada kondisi mental dan fisik Khariq yang kerap mengalami trauma. Momen ketika ia mengatakan bahwa setiap kali berada dalam mobil tahanan, dirinya tidak bisa menahan rasa mual dan ketidaknyamanan, jelas menggambarkan bahwa proses hukum ini memberikan dampak emosional yang besar.
Ketua Majelis Hakim, Harika Nova Yeri, menekankan bahwa pertimbangan terhadap keadaan Khariq menjadi alasan utama dalam keputusan ini. Rasa trauma yang dialaminya harus diperhatikan agar kesehatannya tetap terjaga selama proses persidangan.
Pertimbangan Hakim dalam Mengambil Keputusan
Dalam sidang yang berlangsung, majelis hakim menunjukkan perhatian khusus terhadap kesehatan mental Khariq. Hakim mengungkapkan bahwa mengingat pengalaman traumatis yang dialami Khariq, penahanan di dalam rutan bukanlah solusi yang bijaksana.
Hakim juga menekankan pentingnya mengikuti proses persidangan dengan disiplin. Harika Nova Yeri mengingatkan Khariq agar tidak terlambat saat menghadiri persidangan, menandakan pentingnya kepatuhan terhadap hukum meskipun dalam situasi yang menantang.
“Jika ada hal yang membuat kami merasa ragu, kami berhak mengambil keputusan untuk menahan,” kata hakim, menegaskan bahwa meskipun Khariq berada di luar tahanan, pengawasan tetap harus diterapkan.
Reaksi Khariq Terhadap Keputusan Pengadilan
Setelah keputusan dibacakan, suasana di dalam ruangan sidang menjadi emosional. Khariq mengungkapkan rasa terima kasih kepada majelis hakim yang telah memberi kesempatan kedua dalam situasi sulit ini. Ia mengaku bersyukur karena keputusannya memungkinkan ia untuk menjalani proses hukum dalam kondisi yang lebih nyaman.
Reaksi penuh syukur Khariq menjadi cermin atas harapan yang muncul dari keluarganya dan pengunjung sidang. Momen itu menunjukkan bahwa keadilan dapat ditemukan meski di tengah tekanan yang ada.
Meskipun situasinya masih jauh dari akhir, harapan baru mulai muncul bagi Khariq dan keluarga. Mereka percaya bahwa proses hukum selanjutnya akan berjalan lancar dan adil.
Perkembangan Kasus Besar Lainnya di Persidangan
Dalam situasi yang sama, terdapat beberapa nama lain yang juga terlibat dalam kasus ini. Direktur Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen, serta staf Lokataru, Muzaffar Salim dan admin akun media sosial, Syahdan Husein, juga menghadapi kondisi yang serupa.
Hakim telah meminta kepada pihak-pihak terkait untuk melengkapi syarat dan alasan yang dapat memperkuat permohonan untuk tidak ditahan di rutan. Ini menandakan besarnya perhatian pengadilan terhadap setiap individu dalam kasus ini.
Penting bagi semua terdakwa untuk memahami bahwa setiap langkah dalam proses hukum ini memiliki konsekuensi serta tanggung jawab moral bagi mereka. Pengacara setiap terdakwa harus bisa membawa bukti dan argumen yang jelas untuk membela klien mereka.
Keputusan Yang Mengubah Laju Penyidikan
Keputusan pengadilan untuk membebaskan Khariq dari dakwaan ITE menandai langkah signifikan dalam prosecusi ini. Majelis hakim mengabulkan nota keberatan yang diajukan oleh penasihat hukum Khariq, menandakan bahwa ada aspek-aspek tertentu yang mungkin tidak terpenuhi dalam dakwaan awal.
Amar putusan tersebut dibacakan oleh Juru Bicara PN Jakarta Pusat, Sunoto, yang menyampaikan bahwa surat dakwaan dari Penuntut Umum telah dinyatakan batal demi hukum. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya proses hukum yang transparan dan adil.
Apa yang terjadi dalam sidang ini tidak hanya berpengaruh pada Khariq, tetapi juga memberikan sinyal kepada masyarakat tentang kompleksitas hukum dan pentingnya kepastian hukum dalam setiap kasus. Pembebasan Khariq menjadi simbol harapan bagi banyak orang yang berada dalam situasi serupa.







