Kekuatan NU Sangat Diperlukan bagi Negara
Daftar isi:
Dalam perayaan yang mengesankan, Ketua MPR Ahmad Muzani menegaskan pentingnya keberadaan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai kekuatan yang krusial bagi kemajuan Indonesia. Pidatonya pada acara peringatan hari lahir ke-100 NU, yang dilaksanakan pada Sabtu (31/1), menggarisbawahi peranan NU dalam pembentukan masa depan negara.
Muzani mengajak masyarakat untuk menyadari bahwa keberadaan NU yang kuat akan berimbas langsung pada kekuatan Indonesia. Ia berpendapat, dukungan terhadap NU merupakan langkah strategis dalam menyongsong visi negara yang lebih maju.
Pentingnya Peran Nahdlatul Ulama dalam Sejarah Bangsa
Muzani mengingatkan bahwa NU memiliki sejarah panjang yang berhubungan erat dengan perjuangan bangsa Indonesia. Kerja keras para kiai dan anggota NU dalam melawan penjajahan di masa lalu sudah selayaknya dihormati. Kehadiran NU tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga pelaku utama dalam perjuangan kemerdekaan.
Sejarah mencatat banyak sekali peran NU dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa. Dari pendidikan hingga politik, pengaruh NU dalam format kebijakan dan penguatan karakter bangsa patut dicontoh. Oleh karena itu, melestarikan nilai-nilai yang diperjuangkan NU adalah hal yang mendesak.
Dalam pandangan Muzani, tugas NU tidak berhenti setelah kemerdekaan. Kini lebih dari sebelumnya, NU harus berkontribusi pada penjagaan persatuan dan kesatuan bangsa melalui berbagai usaha. Masyarakat perlu disadarkan akan pentingnya peran aktif dalam menjaga warisan ini untuk generasi mendatang.
Menjamin Kesejahteraan Jemaah sebagai Kunci Keberlangsungan NU
Muzani juga menegaskan bahwa untuk memastikan keberlanjutan NU, perlu ada perhatian serius terhadap kesejahteraan anggotanya. Ia mengemukakan bahwa NU akan kuat hanya jika anggota jemaahnya juga dalam keadaan sejahtera. Kenyamanan dan keberlimpahan bagi jemaah adalah prasyarat bagi kekuatan NU sendiri.
Dia menyampaikan, “Bagaimana caranya NU kuat? NU kuat itu apabila jam’iyah NU itu kuat.” Pernyataan ini menekankan bahwa kondisi fisik dan finansial dari anggota sangat berpengaruh terhadap kesuksesan organisasi secara keseluruhan. Oleh karena itu, investasi dalam pendidikan dan pemberdayaan ekonomi bagi jemaah harus menjadi prioritas.
Dengan demikian, NU perlu terus berupaya untuk mendorong program-program yang meningkatkan kesejahteraan secara menyeluruh. Hal ini tidak hanya bermanfaat bagi jemaah, tetapi juga bagi seluruh masyarakat luas, dalam konteks memperkuat posisi NU di ranah sosial-politik.
Misi Besar Nahdlatul Ulama di Abad 21
Dalam menyongsong usia satu abad, NU diharapkan semakin mampu beradaptasi dan berinovasi. Muzani menyatakan keinginan agar NU tetap relevan dalam menghadapi tantangan zaman modern yang cepat berubah. Dia menekankan bahwa ancaman terhadap integritas bangsa dapat muncul dari berbagai arah, dan NU harus siap menyikapi perkara ini.
NU tidak hanya dituntut untuk mempertahankan nilai-nilai tradisional, tetapi juga harus mampu berkontribusi dalam diskusi dan solusi untuk masalah kontemporer. Keterlibatan aktif dalam isu-isu sosial dan pemecahan masalah ekonomi menjadi bagian dari misi besar mereka di abad ini.
Lebih jauh, dia menyerukan agar anggota NU tidak hanya berhenti sebagai pengikut, namun juga menjadi inovator dan pemimpin dalam berbagai lapangan. Keberanian untuk beradaptasi dan berinovasi akan menjadi penentu bagi keberhasilan misi besar NU ke depan.
Melihat ke belakang dan ke depan, pernyataan Muzani menegaskan kesadaran akan pentingnya komitmen terhadap perkembangan negara melalui sebuah lembaga yang telah memasuki tahap kematangan. Kekuatan beserta keberadaan NU menjadi inspirasi bagi semangat persatuan serta kesadaran akan tanggung jawab sosial dari seluruh masyarakat. Dengan demikian, harapan untuk Indonesia yang lebih baik bukanlah sekadar harapan, melainkan sebuah keniscayaan yang harus diwujudkan bersama.







