CuaninAja
Beranda TEKNO Keluarga Dengar Penjelasan Polisi Terkait Arya Daru Check In Hotel 24 Kali

Keluarga Dengar Penjelasan Polisi Terkait Arya Daru Check In Hotel 24 Kali

Keluarga Arya Daru Pangayunan (ADP) menunjukkan kesiapan untuk mendengar hasil temuan dari pihak kepolisian terkait kejadian yang merenggut nyawanya. Selama hidupnya, ARD diketahui telah melakukan check-in di hotel sebanyak 24 kali bersama rekannya, Vara Dwikhandini. Hal ini tentunya menimbulkan berbagai pertanyaan dan spekulasi di tengah masyarakat.

Kuasa hukum keluarga, Nicholay Aprillindo, mengungkapkan bahwa mereka sangat berharap untuk segera mendapatkan klarifikasi dari pihak kepolisian. Kombes Budi Hermanto dari Polda Metro Jaya berjanji untuk menemui pihak keluarga, namun hingga saat ini janji tersebut belum dipenuhi.

Nicholay menambahkan bahwa keberadaan pernyataan publik yang menganggap isu privasi sebagai aib semakin memperumit situasi. Dia merujuk pada pernyataan Kombes Budi yang mengklaim bahwa membuka informasi ini akan merugikan nama baik yang sudah meninggal.

Menelisik Rantai Kejadian Kematian Arya Daru

Sejak awal, kasus kematian Arya Daru mencuri perhatian publik dan media. Nicholay menjelaskan bahwa pihak kepolisian tampaknya tidak konsisten dalam menangani isu privasi yang berkaitan dengan kasus ini. Dia menyoroti bahwa dalam konteks kasus lain, polisi sering kali membuka informasi terkait anggota mereka tanpa menganggapnya sebagai aib.

Contoh lain yang diungkap Nicholay adalah kasus AKBP B alias Basuki di Semarang, di mana detail insiden bahkan disebarluaskan untuk publik. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai perlakuan yang sama antara kasus Arya Daru dan kasus lainnya yang melibatkan anggota kepolisian.

Pada bulan November 2025, Nicholay meyakini bahwa informasi penting seputar kematian Arya Daru telah digali dari wawancara dengan sejumlah saksi. Informasi ini, menurutnya, harusnya dapat menjelaskan lebih banyak mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada malam itu.

Pernyataan Polda Metro Jaya Mengenai Proses Penyelidikan

Kombes Budi mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menemukan sejumlah bukti mengenai kegiatan Arya di hotel bersama Vara. Namun, ia menegaskan bahwa mereka masih perlu berkordinasi dengan keluarga dekat sebelum mempublikasikan informasi tersebut. Proses ini dianggap penting agar keluarga siap menerima berita tersebut.

Sementara itu, Budi mengingatkan bahwa selama ini banyak informasi mengenai kasus ini yang masih disimpan dalam ranah privasi. Dia mengungkapkan kekhawatirannya untuk membocorkan informasi yang dapat menyakiti perasaan keluarga yang ditinggalkan.

Dari hasil penyelidikan, ditemukan bahwa Arya Daru tewas karena mati lemas dengan keadaan kepalanya terlilit lakban. Ini tentunya menimbulkan banyak pertanyaan dan spekulasi mengenai apa yang sebenarnya terjadi di dalam kamar tempat ia tinggal.

Respons Keluarga Terhadap Penghentian Penyelidikan Kasus

Dalam perkembangan terbaru, Polda Metro Jaya memutuskan untuk menghentikan penyelidikan kasus kematian Arya Daru. Mereka menyatakan bahwa rangkaian penyelidikan tidak menemukan unsur pidana yang dapat diusut lebih lanjut. Keputusan ini tentu saja menimbulkan kemarahan dan ketidakpuasan di pihak keluarga.

Nicholay menyampaikan bahwa keluarga merasa banyak hal yang masih belum terpecahkan, termasuk kejanggalan seputar sosok berinisial V. Mereka beranggapan bahwa penyelidikan harus terus dilanjutkan untuk mendapatkan kejelasan mengenai penyebab kematian Arya.

Pihak keluarga berharap untuk mengumpulkan semua bukti baru yang mungkin dapat memberikan pandangan lebih lanjut. Mereka siap membantu pihak kepolisian dalam memberikan informasi yang mungkin belum terungkap sebelumnya.

Komentar
Bagikan:

Iklan