Mayat Ditemukan dalam Bangkai Kapal Tenggelam di Labuan Bajo
Daftar isi:
Dalam sebuah peristiwa tragis yang mengguncang masyarakat, satu jenazah korban tenggelamnya kapal KM. Putri Sakina ditemukan di perairan Labuhan Bajo. Penemuan ini terjadi pada Selasa sore dan menambah deretan kesedihan bagi keluarga para korban yang hingga kini masih mencari kejelasan tentang nasib kerabat mereka yang hilang.
Kapolda NTT, Irjen Pol. Rudi Darmoko, mengonfirmasi penemuan jenazah tersebut melalui pesan singkat, menandakan bahwa proses pencarian dan evakuasi terus dilakukan dengan penuh dedikasi oleh tim SAR. Situasi ini memicu perhatian serius baik dari pihak berwenang maupun masyarakat setempat.
Sementara itu, kabar dari Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, menambahkan bahwa jenazah tersebut ditemukan bersamaan dengan bangkai kapal di dekat Perairan Pedde, Pulau Komodo. Hal ini membuat proses evakuasi menjadi lebih kompleks namun tetap dilakukan dengan hati-hati.
Kronologi Tenggelamnya Kapal KM. Putri Sakina
Kapal KM. Putri Sakina mengangkut 11 orang, terdiri dari empat Anak Buah Kapal (ABK) dan tujuh penumpang, saat tenggelam di perairan Pulau Padar pada malam hari. Di antara penumpang tersebut terdapat enam warga negara asing asal Spanyol dan satu pemandu wisata asal Indonesia.
Tenggelamnya kapal terjadi pada Jumat malam, yang membuat tim SAR segera dikerahkan untuk evakuasi. Dalam upaya tersebut, tujuh penumpang berhasil diselamatkan, tetapi empat orang lainnya dinyatakan hilang, menambah ketegangan yang dirasakan oleh keluarga mereka.
Setelah tenggelam, tim gabungan langsung berupaya mencari para korban yang hilang. Proses pencarian ini tidaklah mudah, memerlukan waktu dan tenaga yang besar, serta berbagai alat pendukung seperti sonar dan drone untuk memindai area perairan yang sulit dijangkau.
Proses Penemuan dan Evakuasi Jenazah
Dengan penemuan jenazah terkini yang berada di dalam bangkai kapal, tim SAR melanjutkan proses identifikasi yang memakan waktu. Jenazah yang perlu diidentifikasi ini akan dibawa ke Labuan Bajo untuk diobservasi secara lebih dalam dan memastikan identitasnya.
Kombes Pol. Henry menjelaskan bahwa jenazah tersebut ditemukan berkat laporan nelayan yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Laporan ini segera ditindaklanjuti oleh tim SAR gabungan, yang menunjukkan respon cepat dan terkoordinasi dalam situasi darurat.
Dengan penemuan terbaru ini, total korban yang berhasil ditemukan adalah dua orang, sementara satu orang masih dinyatakan hilang. Masyarakat dan keluarga menanti dengan harap-harap cemas informasi lebih lanjut mengenai proses pencarian yang sedang berlangsung.
Dampak dan Tanggapan Masyarakat Terhadap Peristiwa Ini
Peristiwa tenggelamnya kapal ini menggugah rasa empati dan solidaritas di kalangan masyarakat, terutama bagi keluarga korban. Mereka merasa terhubung dalam rasa duka yang sama, menghadapi ketidakpastian yang dialami akibat kehilangan orang yang dicintai.
Ketidakpastian ini semakin diperkuat dengan informasi yang minim mengenai kendala yang dihadapi tim SAR dalam pencarian di perairan yang luas. Masyarakat juga mengharapkan transparansi dari pihak berwenang terkait langkah-langkah yang diambil dalam proses pencarian.
Pihak berwenang diharapkan dapat memberikan informasi yang akurat dan up-to-date kepada publik untuk mengurangi spekulasi yang dapat memperburuk situasi. Dengan begitu, diharapkan bisa menciptakan ruang yang lebih nyaman bagi keluarga korban saat menghadapi situasi yang sulit ini.







