Pengakuan Lucky Widja Element tentang Penyakit Sebelum Menghembuskan Nafas Terakhir
Daftar isi:
Kabar duka melanda dunia musik Indonesia setelah meninggalnya vokalis band Element, Lucky Widja, pada Minggu malam, tepatnya tanggal 25 Januari. Kepergian Lucky mengundang rasa kehilangan yang mendalam di kalangan penggemar dan rekan-rekannya, yang mengenangnya sebagai sosok yang inspiratif dan berbakat.
Lucky Widja, yang tutup usia di Rumah Sakit Halim pada pukul 22.26 WIB, meninggalkan jejak tersendiri di industri musik tanah air. Ferdy Tahier, sahabat sekaligus rekan sebandnya, mengonfirmasi berita duka tersebut melalui unggahan di media sosial.
Unggahan Ferdy menegaskan bahwa Lucky kini telah bebas dari sakit yang dideritanya selama beberapa waktu terakhir. Dengan penuh emosi, Ferdy menyampaikan harapannya agar Lucky beristirahat dengan tenang.
Momen Terakhir dan Kenangan yang Ditinggalkan
Dalam salah satu keterangan di Instagram, Ferdy menulis ungkapan duka yang sangat mendalam. Ia mengenang Lucky sebagai sahabat, adik, dan partner di panggung yang selalu memberikan semangat. Rasa kehilangan ini tentu tidak mudah bagi Ferdy dan penggemar Element.
Lucky dikenal sebagai sosok yang pekerja keras dan penuh semangat. Meskipun sedang menghadapi kondisi kesehatan yang kritis, ia tetap menunjukkan dedikasinya terhadap musik. Kenangan indah bersama Lucky akan selalu menghiasi perjalanan karir para penggemarnya.
Sebelum kepergiannya, Lucky berbagi mengenai kondisi kesehatannya yang memburuk. Ia menderita Tuberkulosis (TB) Ginjal yang hampir mengubah hidupnya, dan tak sedikit orang terinspirasi oleh ketekunan dan semangatnya dalam menghadapi penyakit tersebut.
Kondisi Kesehatan yang Memprihatinkan
Tuberkulosis ginjal yang diderita Lucky memengaruhi tidak hanya kestabilan kesehatan fisiknya tetapi juga emosionalnya. Dalam berbagai wawancara, ia seringkali membuka diri tentang perjuangannya melawan penyakit yang jarang terdengar ini.
Dari penjelasannya, Lucky menceritakan bagaimana penyakit ini menguras tenaga dan mempengaruhi berat badannya secara drastis. Dari bobot awal sekitar 82 kilogram, ia kehilangan hingga 20 kilogram akibat sakit ini.
Lucky menegaskan, bahwa meski TB paru-paru biasa menular, dalam kasusnya, penyakit ini lebih menggerogoti fisiknya dan membuatnya harus menjalani proses pengobatan yang cukup intensif. Penanguhan berat badan ini jelas terlihat dan menjadi perhatian pelaku industri lain.
Perjalanan Karirnya yang Inspiratif
Lucky Widja adalah sosok yang sangat berpengaruh dalam perkembangan musik Indonesia, terutama melalui band Element yang ia dirikan bersama Ronny Setiawan dan Didi Riyadi pada tahun 1997. Band ini berhasil mencuri perhatian publik dengan lagu-lagu hits yang menjadi favorit banyak kalangan.
Setelah menghabiskan enam tahun bersama Element, Lucky memutuskan untuk mengejar karir solonya. Album solo pertamanya, “Untukmu Cinta,” dirilis pada tahun 2006 dan mendapatkan sambutan positif.
Tak hanya dalam musik, Lucky juga menjajal dunia akting dan muncul dalam beberapa sinetron populer. Meski sudah menjelajah berbagai bidang, cintanya pada musik tetap menjadi prioritas utama, dan seringkali ia kembali ke panggung bersama Element.
Beberapa tahun terakhir, ia kembali bergabung dalam proyek Element Reunion, menunjukkan betapa kuatnya ikatan di antara para anggota band. Kembalinya Lucky ke panggung adalah momen bahagia bagi banyak penggemar.
Seiring dengan kabar kepergiannya, masyarakat mengenang Lucky sebagai sosok yang tak hanya berbakat, tetapi juga penuh kasih dan memiliki dampak positif bagi banyak orang. Rencananya, jenazah Lucky akan dikebumikan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, pada hari Senin setelah salat zuhur.







