Rekam Jejak Wakil Ketua DPR Pengganti Adies Kadir Sari Yuliati
Daftar isi:
Dalam peristiwa politik yang menarik perhatian publik, Rapat Paripurna ke-12 masa sidang III 2025-2026 telah melantik Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR yang baru. Pelantikan ini terjadi pada Selasa, 27 Januari, dan menandai langkah baru dalam perjalanan karier politiknya yang cemerlang. Sari terpilih untuk menggantikan Adies Kadir yang mundur dari posisinya, bertepatan dengan persetujuan calon hakim Mahkamah Konstitusi yang baru.
Pemilihan Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR disetujui oleh Fraksi Partai Golkar, di mana Saan Mustopa selaku Wakil Ketua DPR memimpin jalannya rapat paripurna. Dengan latar belakang yang kuat dalam bidang hukum dan keamanan, Sari diharapkan bisa memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengambilan keputusan di parlemen.
Sari merupakan anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar yang sedang memasuki periode kedua. Pada periode sebelumnya, yakni 2019-2024, ia telah menempati posisi penting sebagai Wakil Ketua Komisi III yang membawahi urusan hukum dan keamanan, pengalaman ini menjadikannya sosok yang tepat untuk mengemban tugas baru ini.
Perjalanan Karier Politik Sari Yuliati yang Menjanjikan
Sejak memasuki dunia politik, Sari telah menunjukkan dedikasi dan komitmennya yang tinggi. Lulus dengan gelar Magister Teknik dari Universitas Indonesia, ia memulai karier politiknya pada tahun 2003. Sebelumnya, ia telah menyelesaikan pendidikan di bidang teknik sipil di Universitas Trisakti, yang menjadi fondasi bagi pemikirannya yang analitis.
Setelah menyelesaikan program magister, Sari aktif dalam Partai Golkar sebagai bendahara di organisasi sayap, AMPI. Dengan pengalaman ini, ia kemudian menduduki berbagai posisi penting yang memperkuat posisinya dalam partai. Kini, ia menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Golkar dan juga di Fraksi Partai Golkar di DPR.
Keberhasilan Sari dalam berkarier di bidang politik tidak terlepas dari kemampuannya menjalin komunikasi yang baik dengan konstituen. Representasi Sari di daerah pemilihan NTB II menunjukkan keterikatan yang kuat dengan masyarakatnya. Wilayah tersebut mencakup beberapa kabupaten dan kota, di mana ia berusaha menjalankan amanah yang diberikan.
Pengaruh dan Tanggung Jawab Sebagai Wakil Ketua DPR
Dengan dilantiknya Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR, ia diharapkan mampu membawa suara masyarakat ke dalam kebijakan-kebijakan yang diambil. Peran ini tidak hanya menuntut kemampuan dalam bernegosiasi, tetapi juga pemahaman mendalam mengenai isu-isu hukum dan politik. Kontribusi Sari diharapkan dapat membawa perubahan yang positif bagi masyarakat.
Dalam menjalankan tugasnya, Sari juga dihadapkan pada tantangan mengenai transparansi dan akuntabilitas anggaran yang semakin menjadi sorotan publik. Sebagai wakil rakyat, ia harus memastikan bahwa keputusan-keputusan yang diambil benar-benar sebagai representasi kepentingan masyarakat, bukan sekadar kepentingan politik semata.
Setelah dilantik, Sari akan mengawasi berbagai proyek dan kebijakan terkait hukum serta keamanan, yang merupakan bidang keahliannya. Dengan pengalaman yang dimiliki, Sari diharapkan mampu menyalurkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat melalui kebijakan yang lebih baik dan efektif.
Mewujudkan Harapan dan Aspirasi Rakyat
Sari Yuliati adalah tokoh yang mampu membangun jembatan komunikasi antara rakyat dan pemerintah. Ia memandang tugasnya sebagai sebuah tanggung jawab besar untuk mendengarkan suara masyarakat dan mengarahkannya menuju kebijakan yang konstruktif. Diharapkan, kepemimpinannya dapat memberikan sinergi antara institusi legislatif dan masyarakat.
Partisipasinya dalam berbagai forum dan diskusi juga sangat penting untuk menyampaikan gagasan-gagasannya mengenai perubahan kebijakan. Di sinilah peran strategisnya sebagai Wakil Ketua DPR sangat diharapkan, terutama dalam membangun dialog yang lebih baik antara pemerintah dan rakyat.
Menyusuri jejak kariernya, Sari juga memiliki pertimbangan yang matang dalam setiap langkah ke depan. Pendidikan yang terus dijalani, seperti program doktoral di Universitas Padjajaran, menunjukkan komitmennya untuk terus memperdalam pengetahuan di bidang hukum. Dengan demikian, ia tidak hanya menjadi wakil yang baik, tetapi juga pemimpin yang berpengetahuan.







