Dorong Penguatan Peran Humas sebagai Jembatan Kebijakan Pemerintah
Daftar isi:
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menekankan pentingnya hubungan masyarakat sebagai jembatan antara kebijakan pemerintah dan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa insan humas memiliki tugas untuk menyampaikan informasi terkait arah kebijakan dan manfaat pembangunan agar dapat diterima dengan baik oleh publik.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Konvensi Humas Indonesia di Surakarta, yang mengangkat tema “Humas sebagai Daya Bangsa: Menenun Kepercayaan, Menggerakkan Indonesia”. Bima menjelaskan bahwa tantangan saat ini adalah bagaimana pemerintah dapat terhubung dengan masyarakat secara nyata.
Komunikasi publik harus dipahami sebagai proses dua arah yang melibatkan partisipasi masyarakat. Hal ini penting agar informasi kebijakan dapat disampaikan dengan lebih relevan dan sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan.
Upaya Membangun Koneksi Antara Pemerintah dan Masyarakat
Bima menyatakan bahwa tantangan utama dalam komunikasi publik adalah menciptakan keterhubungan. Dialog yang terbuka dan interaksi langsung dengan masyarakat merupakan strategi yang sangat penting untuk memahami aspirasi publik.
Menurutnya, pemerintah perlu memastikan bahwa komunikasi tidak hanya dilakukan melalui media digital. Interaksi secara langsung juga diperlukan untuk menyerap aspirasi masyarakat dengan lebih efektif.
“Kita harus berkomunikasi, bersilaturahmi, dan membangun jejaring dengan masyarakat,” terang Bima. Masyarakat ingin merasa terlibat dalam setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah.
Pentingnya Kepercayaan dalam Komunikasi Publik
Bima menegaskan bahwa kepercayaan publik adalah fondasi utama dalam hubungan masyarakat. Untuk membangun kepercayaan tersebut, konsistensi nilai dan keteladanan harus dijadikan prinsip dasar dalam setiap tindakan pemerintah.
Ia menambahkan bahwa tindakan nyata sangat penting agar pesan yang disampaikan memiliki dasar yang kuat. Hubungan yang solid antara apa yang dikatakan dan dilakukan akan menghasilkan kepercayaan yang lebih besar dari masyarakat.
“Trust adalah konsistensi, nilai, dan tindakan. Ini adalah contoh nyata dari kepemimpinan yang baik,” ungkap Bima. Dengan demikian, komunikasi publik tidak hanya sekedar berbagi informasi, tetapi juga menciptakan dampak positif dalam masyarakat.
Mendorong Narasi Kebangsaan yang Inspiratif
Bima juga mendorong pengembangan narasi kebangsaan melalui kisah-kisah inspiratif dari berbagai tokoh. Dia percaya bahwa narasi seperti ini dapat memperkuat identitas nasional dan menumbuhkan rasa kebersamaan di kalangan masyarakat.
Menurutnya, narasi kebangsaan seharusnya bukan hanya retorika, tetapi juga inspirasi yang mendorong segmen masyarakat untuk saling bergandeng tangan. Kisah inspiratif yang dibagikan dapat mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun bangsa.
Dalam konteks ini, Bima menekankan bahwa komitmen untuk menciptakan narasi kebangsaan yang mempersatukan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah tetapi juga setiap individu dalam masyarakat. “Narasi kebangsaan harus dihidupkan dalam kata, tindakan, dan semangat,” pungkasnya.








