CuaninAja
Beranda OTOMOTIF 3 Kecamatan Terendam Akibat Banjir Tinggi Air Mencapai 1,5 Meter

3 Kecamatan Terendam Akibat Banjir Tinggi Air Mencapai 1,5 Meter

Banjir yang melanda wilayah Cilegon di Provinsi Banten baru-baru ini mengakibatkan dampak parah bagi masyarakat setempat. Peristiwa ini terjadi pada malam hari, menghadirkan kesulitan yang mengharuskan ratusan kepala keluarga melakukan evakuasi.

Tiga kecamatan yang terdampak, yaitu Ciwandan, Jombang, dan Cibeber, mencatat ketinggian air mencapai 1,5 meter. Wilayah terparah berada di Kelurahan Sambirata, di mana masyarakat berjuang melawan air yang sudah memasuki rumah mereka.

Situasi Darurat dan Upaya Evakuasi yang Dilakukan

Di kawasan Sambirata, sebanyak 185 kepala keluarga evacuasi akibat air yang cepat naik. Hujan deras sepanjang hari sebelumnya menjadi faktor utama terjadinya banjir ini, meninggalkan banyak warga dalam keadaan terjepit.

Wali Kota Cilegon, Robinsar, bergegas meninjau lokasi bersama para pejabat lainnya. Dalam kunjungannya, ia memastikan bahwa penanganan darurat dilakukan dengan optimal demi keselamatan masyarakat.

Pemkot Cilegon menangani situasi ini dengan cepat, di mana para petugas di lapangan berupaya mengkoordinasikan evakuasi dan penyediaan tempat pengungsian. Penanganan ini sangat penting agar tidak ada korban berjatuhan dalam situasi genting tersebut.

Penyebab Banjir dan Langkah-langkah Perbaikan yang Diterapkan

Banjir di Kecamatan Cibeber dipicu oleh jebolnya tanggul dan sedimentasi di saluran air. Kedua faktor ini membuat daya tampung saluran menjadi kurang, mengakibatkan air meluap ke permukiman warga.

Robinsar mengonfirmasi bahwa tindakan segera dengan mengerahkan alat berat untuk mengangkat sedimentasi akan dilakukan. Langkah ini diharapkan bisa memperbaiki situasi dan mencegah terulangnya fenomena bansir serupa di masa mendatang.

Perbaikan tanggul yang jebol juga akan menjadi fokus pemerintah daerah. Data dan pemetaan wilayah rawan bencana telah dilakukan untuk memastikan penanganan yang efektif.

Peran Kerja Sama dalam Penanganan Bencana dan Pemulihan Masyarakat

Ketua DPRD Cilegon, Rizki Khairul Ichwan, menyerukan perlunya pemetaan wilayah rawan bencana secara seksama. Dengan pemetaan ini, penanganan dapat dilakukan dengan lebih terencana dan dodorong untuk mengurangi dampak bencana di masa mendatang.

Dengan clustering, titik-titik rawan banjir akan diberikan prioritas untuk diperbaiki. Komitmen ini harus diwujudkan agar masyarakat tidak menjadi korban berulang kali dari fenomena bencana ini.

Pemerintah Kota Cilegon juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan. Saling bahu-membahu menjadi kunci dalam pemulihan yang lebih cepat dan efektif.

Pembangunan infrastruktur yang lebih baik menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah ini. Diharapkan, pemerintah dapat meningkatkan sistem drainase agar mampu mengantisipasi curah hujan yang tinggi.

Untuk mendukung masyarakat yang terdampak, layanan BPBD Cilegon tersedia 24 jam. Mereka dapat melaporkan segala kebutuhan terkait kebencanaan dan mendapatkan bantuan yang diperlukan.

Saat ini, proses evakuasi dan penyaluran bantuan masih berlangsung. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengedepankan keselamatan dalam menghadapi situasi ini.

Komentar
Bagikan:

Iklan