Banjir Cikande Tangerang Menyebabkan Korban Jiwa, 2 Bocah Tewas Tenggelam
Daftar isi:
Banjir yang terjadi di Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, menjadi sorotan menyusul laporan tragis mengenai jatuhnya korban jiwa. Dua anak berusia sepuluh tahun dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak di dalam genangan air pada Rabu sore, 21 Januari.
Berdasarkan keterangan resmi dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Achmad Taufik, insiden ini melibatkan tiga anak. Dua di antaranya tidak selamat, sementara satu anak lainnya berhasil selamat meski mengalami luka ringan.
Taufik menyatakan bahwa BPBD menerima laporan terkait kejadian tersebut dan langsung melakukan evaluasi serta penyelamatan. Dia mengungkapkan kesedihan mendalam atas kehilangan ini, yang menambah berat beban masyarakat di kawasan tersebut.
Details tentang Peristiwa Tragis di Cikande
Korban yang meninggal dunia masing-masing bernama Umam dan Fariz, sementara Nando berhasil selamat. Ketiga bocah tersebut ditegaskan sebelumnya bermain di area yang terendam banjir.
Dari laporan yang ada, ketiga anak tersebut tampaknya terperosok ke dalam saluran irigasi saat mencoba bermain air. Ini menunjukkan potensi bahaya yang mengintai saat banjir terjadi, yang seringkali diabaikan oleh anak-anak.
Usai menerima laporan, petugas BPBD dan warga setempat segera melakukan evakuasi di lokasi kejadian. Namun, nasib tragis menimpa dua dari tiga anak yang terjebak di dalam air. Hanya satu yang berhasil diselamatkan melalui tindakan cepat masyarakat dan petugas.
Penyebab dan Dampak Banjir di Taman Cikande
Banjir yang melanda Perumahan Taman Cikande bukanlah peristiwa yang tiba-tiba. Sebelumnya, kondisi cuaca buruk sudah diprediksikan akan memicu curah hujan tinggi yang dapat mengakibatkan genangan di sejumlah area.
Menurut pengamatan, titik banjir di Cikande sempat mencapai ketinggian dua meter, sebelum akhirnya surut perlahan pada akhir pekan sebelumnya. Banjir ini menimbulkan tidak hanya ancaman terhadap keselamatan tetapi juga menyebabkan kerusakan pada infrastruktur dan lingkungan masyarakat.
Pemerintah daerah setempat diharapkan dapat melakukan evaluasi untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang. Anggota masyarakat juga diminta untuk lebih waspada terhadap cuaca ekstrem, yang dapat berdampak pada keselamatan mereka.
Upaya Penanganan dan Pertolongan Pertama
Setelah keberhasilan evakuasi, korban yang berhasil diselamatkan segera dibawa ke RSUD Tobat Balaraja untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Ini menunjukkan urgensi penanganan medis di lokasi bencana yang seringkali dapat menyelamatkan nyawa.
Saat berhadapan dengan situasi darurat, tindakan cepat sangat menentukan. Tim BPBD dan relawan menunjukkan kepedulian tinggi untuk segera memberikan pertolongan pertama kepada korban, sesuatu yang sangat penting di tengah situasi mencekam seperti ini.
Kisah tragis ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran akan lingkungan dan resiko bencana yang mengancam. Orang tua dan masyarakat juga diharapkan untuk terus mendidik anak-anak tentang bahaya melalui permainan di area yang tidak aman, terutama saat bencana seperti banjir melanda.







