53 Jenazah Dievakuasi, 37 Telah Teridentifikasi
Daftar isi:
Tim SAR gabungan kembali melakukan evakuasi di lokasi longsor yang terjadi di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Proses pencarian yang berlangsung intensif menghadapi berbagai tantangan, termasuk cuaca yang tidak mendukung dan potensi bahaya longsor susulan.
Pada Rabu (28/1), tim berhasil menemukan dua kantong jenazah atau body pack dalam upaya pencarian yang telah memasuki hari kelima. Total sebanyak 53 body pack telah dievakuasi, sementara 27 jiwa masih dalam pencarian yang terus berlanjut.
Korban pertama ditemukan pada pukul 11.06 WIB di sektor A2, diikuti penemuan korban kedua pada pukul 14.56 WIB di lokasi yang sama. Penemuan ini menambah daftar panjang korban dari bencana yang menimpa daerah tersebut.
Proses Evakuasi Korban Longsor yang Menantang
Proses pencarian dan evakuasi berjalan dengan penuh tantangan akibat faktor cuaca. Hujan ringan yang mengguyur area operasi menyebabkan jarak pandang menjadi terbatas, mempersulit upaya tim SAR untuk menemukan korban.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, menjelaskan bahwa kondisi ini memengaruhi kecepatan dan efisiensi tim dalam menjalankan tugas. Meskipun cuaca buruk, mereka tetap berkomitmen untuk mengutamakan keselamatan selama proses pencarian.
Selama pencarian, tim mengalami beberapa penundaan dan kendala yang mengharuskan mereka untuk melakukan evaluasi. Di sektor A2, terdapat potensi bahaya longsor susulan yang membuat aktivitas pencarian sempat dihentikan untuk sementara waktu.
Penemuan Korban dan Proses Identifikasi
Menurut laporan, total sampai saat ini, proses identifikasi telah dilakukan terhadap 37 korban dari total 38 body pack yang ditemukan sebelumnya. Penelitian dan pengujian secara mendetail memastikan bahwa setiap korban dapat diidentifikasi dengan benar.
Pihak SAR juga memperhatikan aspek penting dalam proses identifikasi, yakni terhadap 53 body pack yang telah berhasil dievakuasi. Penemuan dua korban terbaru menambah kerugian emosi bagi keluarga korban yang masih menunggu kabar baik.
Tim terus berupaya untuk memberi informasi terkini kepada keluarga dan masyarakat tentang perkembangan pencarian. Mereka menyadari betul betapa beratnya menunggu kabar di situasi seperti ini.
Analisis Cuaca dan Dampaknya terhadap Operasi SAR
Cuaca menjadi faktor yang sangat menentukan dalam proses pencarian ini. Dalam beberapa hari terakhir, hujan datang secara bergantian dan hal ini berpotensi mengganggu jalannya operasi. Tim SAR diberi peringatan untuk selalu memantau kondisi cuaca agar tetap waspada.
Visibilitas yang menurun merupakan tantangan besar, mengingat daerah longsor memiliki jalur-jalur yang berbahaya. Tim SAR tidak hanya mencari korban, tetapi juga menjaga agar keselamatan mereka sendiri tetap terjaga di tengah risiko longsoran tanah yang dapat terjadi kapan saja.
Setiap langkah dan keputusan diambil dengan penuh perhitungan. Para pejabat menyatakan bahwa keselamatan personel harus diutamakan, meskipun tanggung jawab untuk menyelamatkan jiwa juga sama pentingnya.







