CuaninAja
Beranda TECH HACK Direksi BUMN Pilih Konsultan yang Tepat, Tidak Sekadar Menunjuk

Direksi BUMN Pilih Konsultan yang Tepat, Tidak Sekadar Menunjuk

Jakarta telah menjadi pusat perhatian dalam hal pengelolaan investasi dan pengangkatan direksi BUMN. Dengan proses yang ketat dan transparan, Badan Pengelola Investasi Danantara menunjukkan komitmennya untuk memastikan pemimpin yang kompeten dapat mengelola perusahaan-perusahaan milik negara dengan baik.

Chief Operating Officer, Dony Oskaria, menyatakan bahwa metode yang digunakan dalam pemilihan direksi BUMN sangat adil. Melalui bantuan tiga konsultan dan puluhan panelis berpengalaman, proses seleksi dijalankan untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook, Dony menjelaskan lebih lanjut mengenai transparansi dan keadilan dalam proses rekrutmen. Ia menegaskan bahwa semua langkah dilakukan dengan cermat, memastikan setiap kandidat mendapatkan penilaian yang benar-benar objektif.

Proses Seleksi Direksi BUMN yang Ketat dan Terencana

Dalam setiap langkah proses seleksi, Danantara membuat pemilihan yang sangat terencana untuk calon pemimpin. Penilaian kompetensi adalah langkah awal yang harus dilalui oleh setiap kandidat sebelum menuju tahap wawancara.

Dony mengungkapkan bahwa ada sekitar 20 panelis yang terlibat dalam wawancara, terdiri dari Managing Directors Danantara dan juga anggota BP BUMN. Ini menunjukkan seriusnya proses yang dilakukan untuk memilih individu yang tepat.

Setelah menyelesaikan wawancara, hasil penilaian akan disusun dan diserahkan kepada BP BUMN. Keputusan akhir tetap diputuskan oleh mereka, mencerminkan beratnya tanggung jawab yang diemban oleh lembaga tersebut.

Pencarian Talenta Terbaik dari Dalam dan Luar Negeri

Dony juga menjelaskan bahwa dalam proses pencarian talenta untuk direksi BUMN, mereka tidak terbatas pada individu lokal. Ada kesempatan bagi para profesional dari luar negeri untuk berpartisipasi, asalkan mereka memiliki kualifikasi yang sesuai.

Contohnya, terdapat mantan CEO dari perusahaan besar seperti Coca Cola yang kemudian bergabung dengan Semen Indonesia. Ini menunjukkan bahwa Danantara berkomitmen untuk merekrut orang-orang berpengalaman dan terbaik dari berbagai sektor.

Upaya ini tidak hanya meningkatkan kualitas manajerial, tetapi juga membawa perspektif baru yang dapat membantu pertumbuhan dan pengembangan BUMN. Lebih banyak variasi dalam latar belakang memimpin dapat menghasilkan inovasi yang menguntungkan.

Kriteria Pemilihan yang Diterapkan dalam Proses Rekrutmen

Sebagai bagian dari proses pemilihan, Dony menjelaskan bahwa kriteria yang digunakan tidak hanya terfokus pada kompetensi semata. Kesesuaian pengalaman dan tanggung jawab pekerjaan menjadi pertimbangan utama dalam menilai setiap calon.

Walaupun kompetensi adalah bagian penting, bobotnya hanya sekitar 20%. Sebaliknya, karakter dan integritas diharapkan menjadi penentu utama dalam proses seleksi, memberikan bobot sebanyak 80% dalam penilaian keseluruhan.

Penekanan pada integritas merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa para pemimpin memiliki moral dan etika yang diperlukan untuk menjalankan perusahaan dengan baik. Hal ini menggarisbawahi pentingnya amanah dalam kepemimpinan BUMN.

Terakhir, Dony juga menyebutkan pentingnya proses pemeriksaan latar belakang. Tim khusus dibentuk untuk melakukan background checking terhadap calon direktur untuk memastikan kualifikasi dan sejarah mereka sesuai dengan harapan.

Dengan pendekatan ini, Danantara berupaya untuk menciptakan pemimpin yang bukan hanya kompeten, namun juga etis dan bertanggung jawab dalam memimpin BUMN. Ini adalah langkah berani dan inovatif dalam mempercayakan masa depan perusahaan-perusahaan negara kepada individu-individu yang berintegritas.

Komentar
Bagikan:

Iklan