CuaninAja
Beranda OTOMOTIF Polisi Tangkap Belasan Orang di Aksi Massa Sipil Surabaya

Polisi Tangkap Belasan Orang di Aksi Massa Sipil Surabaya

Polrestabes Surabaya baru saja melakukan penangkapan terhadap sejumlah individu yang terlibat dalam aksi demonstrasi bertajuk #IndonesiaSekarat. Demonstrasi tersebut berlangsung di sekitar Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat sore hingga malam hari.

Kepala Polrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, mengungkapkan bahwa proses penghitungan jumlah peserta yang ditangkap masih berlangsung. Dia menambahkan, pihak kepolisian telah menerjunkan 320 personel untuk mengawasi jalannya unjuk rasa sejak awal.

“Kami masih menghitung jumlahnya, tetapi sementara ini mungkin ada sekitar belasan orang yang ditangkap,” ungkap Luthfie dalam konferensi persnya pada malam itu.

Situasi demonstrasi mulai memanas setelah jam 18.00 WIB ketika sekelompok massa dituduh melakukan perusakan dan pelemparan terhadap fasilitas publik. Menurut laporan, pihak kepolisian telah memberikan kesempatan bagi massa untuk menyampaikan aspirasi mereka tanpa gangguan.

“Namun, setelah waktu magrib, situasi menjadi tidak terkendali, di mana mereka mulai melakukan tindakan merusak,” lanjutnya. Polisi pun terpaksa mengambil tindakan tegas untuk mengendalikan keadaan.

Akibat dari Aksi Demonstrasi yang Ricuh

Pihak kepolisian terpaksa mengerahkan pasukan Dalmas dan anti huru-hara untuk membubarkan massa. Kendati demikian, Luthfie menegaskan bahwa tidak ada laporan korban luka dalam proses pembubaran tersebut.

“Kami tidak menggunakan water cannon, kendaraan tersebut hanya digunakan untuk memadamkan api yang dinyalakan selama demonstrasi,” jelasnya. Pihak kepolisian mengklaim bahwa semua tindakan diambil untuk menjaga keamanan masyarakat dan keselamatan para demonstran itu sendiri.

Salah satu yang menjadi sorotan dalam aksi itu adalah kerusakan fasilitas publik, khususnya pagar Gedung Negara Grahadi. Luthfie mengungkapkan penyesalannya atas insiden tersebut, menyatakan bahwa pihaknya selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Tidak hanya menangkap massa, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dan kendaraan bermotor. Di sisi lain, Kepala Biro Kampanye Hak Asasi Manusia KontraS Surabaya, Zaldi Maulana, mengungkapkan bahwa mereka masih memantau situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari informasi lebih lanjut.

Penyebab dan Tuntutan dalam Aksi Aksi #IndonesiaSekarat

Aksi demonstrasi ini diikuti oleh sekitar seratus orang dari berbagai elemen masyarakat sipil, termasuk mahasiswa, buruh, dan pelaku UMKM. Mereka menggelar unjuk rasa di Gedung Negara Grahadi untuk mengekspresikan ketidakpuasan terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.

“Aksi ini bukan hanya merupakan kelanjutan dari demonstrasi sebelumnya, tetapi juga menunjukkan peningkatan tensi protes di kalangan masyarakat sipil,” ujar Septia, juru bicara Front Anti Kapitalisme. Ia menekankan bahwa kondisi ekonomi yang semakin sulit mendorong masyarakat untuk beraksi.

Tuntutan utama yang diusung dalam aksi ini mencakup penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok. Mereka juga meminta penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih yang dianggap tidak efektif.

Pihak demonstran juga menyerukan perlunya menciptakan lapangan kerja yang layak dan segera menghentikan reklamasi di Surabaya. “Hentikan reklamasi Surabaya Waterfront Land!” teriaknya di tengah kerumunan.

Respon dan Pengalaman dari Peserta Aksi

Septia, yang juga merupakan pelaku UMKM, menegaskan bahwa kenaikan harga bahan pokok bukan sekadar isu angka, melainkan masalah yang nyata dan dirasakannya langsung. “Kenaikan ini benar-benar berimbas kepada kami sebagai pedagang kecil,” ungkapnya.

Aksi demonstrasi ini memiliki 11 tuntutan yang dijabarkan, termasuk pencabutan UU Polri dan UU TNI, serta prioritas anggaran untuk pendidikan dan kesehatan. Hal ini menggambarkan kekhawatiran masyarakat terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro-rakyat.

Dari penjelasan Septia, dapat disimpulkan bahwa ketidakpuasan masyarakat sudah menjadi isu yang mendesak. Mereka menuntut pemerintah untuk bisa memenuhi hak-hak dasar mereka secara adil dan transparan.

Dalam situasi yang terus berkembang ini, penting bagi semua pihak untuk terus memantau perkembangan terkini dan mencari solusi yang konstruktif. Tuntutan paguyuban masyarakat harus diakomodasi dengan sebaik-baiknya agar tercipta satu kesatuan yang harmonis antara pemerintah dan warga.

Komentar
Bagikan:

Iklan