Proyek Harry dan Meghan Markle tidak sepopuler Video Kucing di Box Office
Daftar isi:
Pangeran Harry dan Meghan Markle baru saja merilis proyek Hollywood terbaru mereka, sebuah film dokumenter berjudul Cookie Queens. Sayangnya, film ini harus menghadapi kenyataan pahit, yakni harus bersaing dengan film viral berisi video kucing yang mendominasi box office akhir pekan lalu.
Cookie Queens diproduksi melalui perusahaan media yang mereka dirikan, Archewell Productions. Meskipun terdapat pengharapan besar untuk film ini, hasilnya tidak sesuai harapan, bahkan jauh dari ekspektasi.
Berdasarkan data Box Office Mojo, film ini diluncurkan pada 7 Agustus 2026 dan hanya meraup sekitar US$354 ribu dari 466 bioskop yang menayangkannya. Angka ini masih jauh di bawah CatVideoFest 2026, sebuah kompilasi video kucing viral karya Will Braden yang berhasil meraih US$569 ribu meskipun ditayangkan di hanya 255 bioskop.
Rata-rata pendapatan Cookie Queens sekitar US$760 per bioskop, sedangkan CatVideoFest berhasil meraih sekitar US$2.230 per bioskop. Hal ini menunjukkan bahwa daya tarik unik video kucing telah mengalahkan narasi yang ditawarkan oleh pasangan Sussex tersebut.
Memahami Tema dan Isi Film Cookie Queens
Cookie Queens mengisahkan tentang empat anggota Girl Scouts yang bersaing dalam dunia penjualan kukis yang kompetitif. Film ini menggali berbagai tema seperti ambisi, kepemimpinan, dan tantangan masa remaja yang dihadapi oleh para remaja dalam organisasi tersebut.
Melalui cerita ini, penonton diajak untuk merenungkan tekanan yang dirasakan saat berusaha meyakinkan orang lain untuk membeli kukis. Film ini berusaha menggambarkan dinamika yang ada di antara anggota Girl Scouts dan harapan yang mereka miliki untuk mengumpulkan dana melalui penjualan kukis.
Meghan Markle, yang pernah menjadi anggota Girl Scouts, memberikan wawasan pribadinya dan promosi untuk film ini. Namun, tampaknya kesan buruk pada debut film ini menggambarkan tantangan yang lebih besar yang harus dihadapi pasangan ini di dunia hiburan.
Respon terhadap Hasil Box Office dan Popularitas Publik
Debut yang mengecewakan ini menimbulkan pertanyaan apakah ketenaran Harry dan Meghan cukup untuk menarik perhatian penonton terhadap proyek yang tidak secara langsung berhubungan dengan kisah pribadi mereka. Ekspektasi tinggi awalnya mulai surut dengan hasil yang tidak memuaskan ini.
Beberapa pengamat mengatakan bahwa sementara Harry dan Meghan masih mampu menghasilkan pemberitaan, hal tersebut tidak serta merta diikuti oleh dukungan finansial dari audiens. Kekurangan minat terhadap proyek ini menunjukkan bahwa ketenaran mereka mungkin telah mulai memudar.
Komentator kerajaan Kinsey Schofield menekankan bahwa ada perbedaan antara pemberitaaan yang dihasilkan dan apakah orang-orang mau membayar untuk melihat karya mereka. Ini menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh pasangan Sussex dalam mempertahankan relevansi mereka di industri hiburan.
Perbandingan dengan Proyek dan Pendapatan Lain
Pada satu sisi, kesuksesan CatVideoFest menunjukkan kemampuan untuk menarik penonton dengan konten yang lebih ringan dan menghibur dibandingkan dengan cerita seri tentang kesulitan dan tantangan hidup. Hal ini mungkin mencerminkan perubahan preferensi penonton dalam memilih konten yang mereka lirik.
Memang, film dokumenter sering kali menghadapi tantangan untuk menarik penonton ke bioskop, terutama jika dibandingkan dengan genre yang lebih menghibur seperti film komedi atau animasi. Ini menjadi dilema bagi proyek-proyek dokumenter seperti Cookie Queens.
Dengan tidak adanya pengungkapan pribadi yang biasanya membuat masyarakat tertarik, Cookie Queens harus bersaing dengan alasan-alasan yang lebih kuat untuk menarik minat penonton. Masyarakat tampaknya lebih memilih konten yang lebih menghibur daripada kisah yang cenderung serius dan penuh dengan beban emosional.








