Ketua Umum dan Sekjen Partai Ummat Mengundurkan Diri: Alasan di Baliknya
Daftar isi:
Ketua Umum Partai Ummat, Ansufri ID Sambo, memberikan penjelasan terkait pengunduran diri Ridho Rahmadi dari posisi ketua. Keputusan ini muncul karena Ridho mengalami kesulitan dalam membagi waktu antara tugas di partai dan pekerjaan sebagai Direktur Politeknik AI di Yogyakarta.
Sambo menyatakan bahwa kedua tanggung jawab ini memerlukan perhatian dan tenaga ekstra, sehingga Ridho terpaksa bolak-balik antara Jakarta dan Yogyakarta selama satu tahun terakhir.
“Alasan utama di balik keputusan Mas Ridho adalah kesulitan dalam membagi waktu, tenaga, dan pikiran antara Partai Ummat dan posisi sebagai Direktur Politeknik AI,” ujar Sambo kepada wartawan baru-baru ini.
Pemikiran yang Mendalam Sebelum Mundur dari Jabatan
Selama menjalankan kedua tugas yang padat tersebut, Ridho mengalami penurunan kondisi fisik yang signifikan. Aktivitas yang terus-menerus membuatnya tidak lagi mampu mempertahankan kesehatan yang prima.
“Beliau sudah berusaha keras selama setahun terakhir, namun fisiknya sudah tidak kuat,” ungkap Sambo. Kondisi ini menunjukkan bahwa keseimbangan antara tanggung jawab politik dan kesehatan sangatlah penting.
Selain pertimbangan kesehatan, Ridho juga melakukan refleksi pribadi dan berkonsultasi dengan keluarga sebelum mengambil keputusan. Ini menandakan bahwa keputusannya tidak hanya didorong oleh tekanan fisik semata, tetapi juga pemikiran yang mendalam tentang masa depannya.
“Hasil konsultasi dengan orang-orang terdekat dan pimpinan internal partai menunjukkan bahwa ini adalah keputusan yang bijak untuk dirinya,” tambah Sambo.
Pengunduran Diri Sebagai Langkah Menuju Penyegaran Organisasi
Ridho akhirnya memilih untuk melepaskan jabatan ketua umum, tetapi tetap berkomitmen untuk berkontribusi di Partai Ummat sebagai anggota Majelis Syuro. Ini menunjukkan bahwa dia ingin tetap aktif meskipun tidak dalam posisi pimpinan.
“Beliau dengan bulat hati memutuskan untuk mundur, tetapi tetap mau memberikan sumbangsih bagi partai,” kata Sambo. Dalam hal ini, keputusan Ridho dapat diartikan sebagai langkah strategis untuk memberi ruang bagi pemimpin baru.
Kemudian, Taufik juga mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatannya, yang dianggap sebagai bentuk solidaritas terhadap Ridho. Keputusan ini juga bertujuan untuk memberikan penyegaran pada struktur kepemimpinan partai.
Sambo menekankan pentingnya soliditas di internal partai meskipun terjadi pergantian pimpinan. Dia berharap hal ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama di antara para kader.
Harapan untuk Masa Depan Partai Ummat Setelah Pergantian Pimpinan
Dengan adanya dua pengunduran diri ini, Sambo optimis Partai Ummat dapat menghadapi tantangan yang ada. Dia menekankan bahwa kekompakan harus tetap dijaga agar partai bisa melangkah lebih maju.
“Mari kita menatap ke depan dengan lebih baik, lebih solid, dan lebih bekerja sama,” serunya. Komitmen untuk berjuang demi cita-cita bersama menjadi poin penting dalam pernyataan ini.
Ridho dan Taufik tetap akan berkontribusi dalam konteks peran baru mereka di partai. Sambo memastikan bahwa meskipun tidak lagi memegang posisi pimpinan, keduanya masih akan aktif membantu partai.
“Mereka tetap di dalam struktur partai dan akan berkontribusi maksimal,” imbuhnya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada perubahan, visi dan misi partai tetap terlaksana.








