CuaninAja
Beranda OTOMOTIF Lima Pendaki Terkena Petir di Puncak Gunung Monrolo, Satu Meninggal Dunia

Lima Pendaki Terkena Petir di Puncak Gunung Monrolo, Satu Meninggal Dunia

Peristiwa tragis menimpa lima pendaki saat mereka berusaha mencapai puncak Gunung Monrolo di Sulawesi Selatan. Pada Minggu sore, kelima pendaki tersebut tersambar petir, yang mengakibatkan satu orang di antara mereka meninggal dunia sementara empat lainnya selamat.

Kejadian ini berlangsung pada pukul 17.20 WITA, ketika cuaca tiba-tiba berubah ekstrem setelah mereka berhasil sampai di puncak. Salah satu pendaki yang tragisnya kehilangan nyawa adalah Fauzan, seorang warga berusia 25 tahun dari Desa Bonto Tallasa.

Dari laporan yang diterima oleh pihak penyelamat, cuaca di sekitar gunung menjadi sangat buruk, dan para pendaki terpaksa berhadapan dengan fenomena cuaca yang mematikan. Keberanian mereka untuk tetap di puncak meski hujan deras sangat disayangkan.

Pengamatan dan Evakuasi Tim Penyelamat di Lokasi Kejadian

Informasi mengenai insiden ini diterima oleh Basarnas Makassar pada pukul 20.28 WITA. Dalam laporan tersebut, terdapat informasi bahwa kelompok pendaki telah terkena sambaran petir ketika berada di puncak.

Basarnas Makassar segera meluncurkan tim gabungan untuk melakukan proses evakuasi. Tim ini berbekal peralatan lengkap dan keberanian untuk mengambil risiko demi keselamatan para pendaki lain yang tersisa.

Setelah tim penyelamat berhasil mencapai lokasi kejadian pada pukul 05.50 WITA, mereka menemui tantangan besar di medan yang curam dan berbatu. Proses evakuasi menjadi lebih sulit karena kondisi cuaca yang masih belum bersahabat.

Kesulitan yang Dihadapi Selama Proses Evakuasi

Gunung Monrolo yang memiliki tinggi sekitar 1.109 mdpl dikenal karena kontur yang terjal dan penuh dengan tantangan. Banyak pendaki menilai medan ini cukup berbahaya, terutama saat cuaca tidak mendukung.

Ketua tim Basarnas, Muhammad Arif Anwar, menjelaskan kondisi sulit yang dihadapi oleh tim evakuasi. Beberapa titik memerlukan penggunaan tali untuk melewati jalur curam, yang tentu memperlambat proses.

Untuk mempercepat proses evakuasi, tim gabungan kedua yang berjumlah 20 personel dikerahkan kembali pada pagi harinya. Keberadaan lebih banyak personel diharapkan dapat membantu dalam pengangkatan jenazah yang tersisa.

Penyelesaian Operasi Sar dan Penanganan Korban

Setelah hampir 3 jam 30 menit, jenazah korban berhasil diangkat turun menuju kaki gunung. Proses evakuasi berlangsung hati-hati agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Jenazah Fauzan akhirnya dibawa menuju Puskesmas Tompobulu menggunakan ambulans. Kondisi jenazah diprioritaskan untuk penanganan cepat agar semua prosedur berjalan dengan baik.

Pihak Basarnas menyatakan bahwa Operasi SAR resmi ditutup pada pukul 09.26 WITA, Setelah semua unsur yang terlibat dikembalikan ke instansi masing-masing, dengan harapan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Komentar
Bagikan:

Iklan