CuaninAja
Beranda HIBURAN Ariana Grande Kembali Tanggapi Trump Setelah Menggunakan Lagunya

Ariana Grande Kembali Tanggapi Trump Setelah Menggunakan Lagunya

Ariana Grande kembali menarik perhatian publik dengan reaksinya terhadap penggunaan lagunya dalam video yang diunggah oleh tim Presiden Donald Trump. Dalam insiden terbaru, lagu “We Can’t Be Friends (Wait For Your Love)” telah dipakai sebagai latar belakang video yang mempromosikan agenda politik di platform TikTok.

Pada video tersebut, tampak Trump berjalan menuju podium sambil disertai keterangan yang menyatakan bahwa situasi ini seharusnya tidak menjadi kontroversi. Penambahan teks dalam video menciptakan sensasi lebih lanjut, dengan pernyataan yang mengecam kehadiran pria dalam kompetisi olahraga perempuan.

Reaksi Keras Ariana Grande Terhadap Penggunaan Lagu

Ariana Grande segera menunjukkan ketidaksetujuan terhadap tindakan tersebut melalui kolom komentar. Di sana, ia menegaskan, “Jangan pernah gunakan musikku lagi. Lagipula, kebenaranmu itu keliru.” Namun, komentar ini tidak bisa ditemukan lagi di kolom komentar video.

Kejadian ini terjadi pada Jumat siang (21/8) di waktu Indonesia, di mana video tim Trump mendapati banyak pengurangan suara. Status ini diketahui sebagai upaya pelanggaran hak cipta, dengan peringatan bahwa pemilik hak cipta belum memberikan izin di negara tersebut.

Berdasarkan laporan Variety, ini bukanlah pertama kalinya Ariana Grande mengekspresikan ketidakpuasannya terhadap penggunaan lagunya. Sebelumnya, pada bulan Juni, Gedung Putih juga menggunakan lagu Grande berjudul “Bye” untuk konten yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diyakininya.

Pentingnya Menjaga Hak Cipta di Era Media Sosial

Situasi yang menimpa Grande menggarisbawahi pentingnya menjaga hak cipta di era modern, terutama dalam konteks media sosial yang semakin berkembang. Banyak musisi, termasuk Ariana, merasa hak mereka dilanggar ketika lagu-lagunya digunakan tanpa izin untuk kepentingan tertentu.

Tak hanya Ariana, beberapa artis lain juga berbicara mengenai penggunaan lagu mereka dalam konteks politis atau untuk propaganda. Hal ini menunjukkan bahwa musisi ingin memiliki kendali atas bagaimana karya mereka diperlakukan di ruang publik.

Kebangkitan media sosial semakin mempermudah akses pengguna untuk menyebarkan konten. Namun, di sisi lain, hal ini juga membuat banyak pemilik hak cipta merasa tidak dihargai, sehingga banyak yang mulai bersuara untuk melindungi karya mereka.

Sejarah Reaksi Musisi Terhadap Penggunaan Lagu Dalam Politik

Bukan rahasia lagi jika banyak musisi telah mengungkapkan keberatan mereka terhadap penggunaan lagu-lagu mereka untuk kepentingan politik, baik oleh pemerintah maupun individu. Misalnya, lagu-lagu dari Taylor Swift dan Bad Bunny telah dihapus dari tautan dan konten terkait pemerintahan Trump.

Salah satu contoh terbaru adalah Noah Kahan, yang menyatakan, “Saya tidak akan pernah menyetujui penggunaan musik saya untuk mendukung Anda atau pemerintahan ini,” setelah salah satu lagunya, “American Cars,” juga digunakan secara kontroversial.

Situasi ini memberikan gambaran yang jelas bahwa para artis semakin tidak hanya fokus pada karir mereka, tetapi juga lebih berani untuk menyuarakan prinsip dan nilai-nilai yang mereka pegang. Ini menandakan perubahan berani di dalam industri musik.

Komentar
Bagikan:

Iklan