CuaninAja
Beranda OTOMOTIF Daryono Mengundurkan Diri dari Jabatan Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG

Daryono Mengundurkan Diri dari Jabatan Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG

Daryono, sosok yang dikenal luas sebagai pemerhati gempa bumi dan tsunami, baru saja mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Direktur Gempabumi dan Tsunami pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. Momen tersebut terbilang mendadak dan mengejutkan berbagai pihak, terutama bagi mereka yang mengikuti perkembangan kebencanaan di Indonesia.

Pada hari Jumat, 13 Februari, Daryono masih terlihat aktif membagikan informasi pemantauan kondisi awan di Indonesia mendalam melalui citra Satelit Himawari. Namun, keputusan untuk mundur diumumkan di malam harinya, menandakan akhir dari masa jabatannya.

Pengunduran diri yang disampaikan kepada media muncul setelah permohonan resmi diajukan kepada pimpinan instansi tersebut. Dalam komunikasi resminya, ia meminta agar media tidak lagi mencantumkan atribusi jabatannya dalam pemberitaan setelah keputusan tersebut.

Proses Pengunduran Diri yang Mendadak dan Penjelasan Kesehatan

Daryono, yang kini berusia 54 tahun, menyatakan bahwa pengunduran dirinya juga ditujukan untuk mengajukan pensiun dini. Meskipun masih bisa menjabat hingga usia 60 tahun, ia memilih untuk melangkah lebih awal. Keputusan ini tentu menarik perhatian, mengingat posisi yang diembannya sangat vital dalam memberikan informasi mengenai kebencanaan.

Menurut penjelasannya pada wartawan, meski statusnya sudah mengajukan pensiun dini, ia tetap tercatat sebagai pegawai hingga awal Mei mendatang. Kondisi kesehatan menjadi pertimbangan utama di balik keputusan tersebut, di mana Daryono sedang berjuang melawan masalah kesehatan yang serius.

“Saya saat ini sedang sakit mata yang disebut distrofi kornea dan membutuhkan perawatan intensif,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa kesehatan adalah prioritas utamanya saat ini.

Kepemimpinan Daryono selama di BMKG

Saat menjabat sebagai Direktur Gempabumi dan Tsunami, Daryono dikenal karena kontribusinya yang aktif dalam menyebarkan pemahaman soal risiko kebencanaan kepada masyarakat. Ia sering kali memberikan penjelasan yang mendalam terkait berbagai aspek gempa bumi dan tsunami melalui berbagai saluran, baik media sosial maupun rilis resmi BMKG.

Selama masa kepemimpinannya, Daryono memiliki pendekatan yang kuat dalam menjelaskan potensi gempa dan tsunami kepada publik, menunjukkan tanggung jawab dan kepedulian yang tinggi terhadap keselamatan masyarakat. Komitmennya terhadap edukasi kebencanaan patut diacungi jempol, meskipun ia kini harus menghadapi panggilan pensiun.

Pascapengunduran dirinya, posisi Direktur akan diisi oleh Pelaksana Tugas yang baru, Rahmat Triyono. BMKG pun mengonfirmasi bahwa Daryono telah memasuki masa purnabakti.

Dedikasi untuk Edukasi Kebencanaan di Masa Depan

Meski akan meninggalkan jabatan resmi, Daryono menekankan bahwa komitmennya sebagai ahli dan edukator publik tidak akan surut. Ia menyatakan bahwa ia akan terus berusaha memberikan informasi yang akurat dan sesuai dengan ilmiah kepada masyarakat mengenai bencana alam.

“Komitmen saya terhadap edukasi publik di bidang kegempaan tidak akan berhenti,” ungkapnya. Ia juga mengakui tanggung jawab moral dan keilmuan yang turut mendasari dedikasinya dalam menyampaikan informasi kebencanaan.

Keberadaannya dalam dunia akademis dan riset menjadi sumber inspirasi bagi banyak tenaga pendidik dan peneliti lainnya. Daryono memiliki visi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Profil dan Karier Daryono yang Menginspirasi

Daryono lahir di Semarang, Jawa Tengah pada 21 Februari 1971 dan telah menempuh pendidikan di berbagai institusi terkemuka. Ia meraih gelar D-III di Akademi Meteorologi dan Geofisika pada tahun 1993, diikuti dengan gelar sarjana dari Universitas Indonesia dan magister dari Universitas Udayana. Pendidikan doktoralnya di Universitas Gadjah Mada menambah bobot pengetahuan dan pengalamannya di bidang kebencanaan.

Karier Daryono di BMKG dimulai sebagai staf teknis lalu terus berkembang melalui berbagai pos strategis. Ia telah memegang sejumlah posisi penting sejak tahun 2005, menunjukkan dedikasi dan komitmen yang tinggi dalam dunia geofisika.

Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, Daryono telah terlibat dalam banyak penelitian dan pengembangan dalam bidang mitigasi bencana. Ia juga merupakan sosok yang dihormati di kalangan para peneliti dan akademisi.

Komentar
Bagikan:

Iklan