CuaninAja
Beranda OTOMOTIF Kebakaran Arjuno-Welirang Hanguskan 736,8 Hektare dan Api Masih Berkobar

Kebakaran Arjuno-Welirang Hanguskan 736,8 Hektare dan Api Masih Berkobar

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Arjuno-Welirang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, telah menimbulkan dampak yang signifikan. Berdasarkan laporan terbaru, kebakaran ini menghanguskan sekitar 736,8 hektare lahan dan ancaman terhadap lingkungan dan masyarakat semakin meningkat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Satriyo Nurseno, menjelaskan bahwa luas area yang terbakar bisa bertambah. Kebakaran yang terjadi terus berlanjut dan membahayakan ekosistem setempat.

“Data luas area yang terbakar mencapai 736,8 hektare, namun ini masih dapat berubah,” terang Satriyo dalam laporan yang disampaikan.

Kronologi Kebakaran yang Mencemaskan di Kawasan Hutan

Kebakaran pertama kali terdeteksi pada hari Jumat, 16 Oktober, di Gunung Ringgit, Desa Ledug, Kecamatan Prigen. Penyebab dari kebakaran ini masih belum diketahui dan saat ini penyelidikan terus dilakukan oleh pihak berwenang.

Titik api terpantau sekitar 2-3 kilometer dari permukiman warga, memberikan sedikit kelegaan meski tetap mengkhawatirkan. Berdasarkan pantauan BPBD, belum ada laporan tentang korban jiwa akibat kebakaran ini.

Upaya Penanganan dan Kendala yang Dihadapi Tim Pemadam Kebakaran

Petugas telah melaksanakan sejumlah langkah untuk memadamkan api, termasuk memasang sekat untuk mencegah api mendekati perkampungan. Tim gabungan mendorong upaya pemadaman dari berbagai titik untuk mempercepat penanganan.

Pantauan visual terlihat kepulan asap yang mengepul di daerah Pecalukan dan Bukit Limas. Mengingat arah bergerak api yang mengarah ke Tretes, pencegahan ditargetkan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat setempat.

Sebanyak 64 personel gabungan hari ini terlibat dalam upaya pemadaman. Medan yang terjal menjadi salah satu kendala, sebab banyak titik api yang berada di area yang sulit dijangkau dengan kendaraan.

Melihat Data dan Informasi Terkait Kebakaran Hutan

Berdasarkan catatan dari satelit SiPongi, terdata 53 titik panas di wilayah Arjuno-Welirang, di mana satu titik di antaranya berskala tinggi. Ini menunjukkan risiko yang masih ada dan memerlukan penanganan lebih lanjut.

Anggota tim pemadam kebakaran, termasuk yang berasal dari UPT Tahura R Soerjo, menghadapi tantangan ketika berusaha mencapai titik-titik api dengan kondisi yang sulit dijangkau. Mereka harus berjalan kaki menuju lokasi dan bergantung pada metode pemadaman manual.

Kondisi ini membutuhkan kerjasama yang baik dari berbagai pihak dan kesiapan untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi. Pemantauan terus dilakukan dari Pos Pendakian Bukit Cendono, Mojokerto, untuk meminimalisir dampak lebih lanjut.

Fokus pada Penanganan Kebakaran di Wilayah Lain yang Terkena Dampak

Di sisi lain, kebakaran juga melanda Tamankursi, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo, yang terdeteksi sejak 15 Oktober. Tim secara aktif memantau titik api di area tersebut, yang juga menunjukkan adanya kebakaran di Puncak Gunung Argopuro.

Meski banyak upaya telah dilakukan, luas area terbakar di Sumbermalang belum bisa dipastikan. Vegetasi yang terancam meliputi rumput, semak, dan cemara gunung yang merupakan karakteristik lingkungan setempat.

Tim gabungan berupaya memadamkan api, tetapi medan yang terjal terus menjadi rintangan. Penanganan secara manual menjadi satu-satunya pilihan yang ada, dan ini tentu saja memerlukan keahlian dan keberanian dari setiap anggota tim.

Komentar
Bagikan:

Iklan