Kesaksian Warga Maros tentang Pesawat ATR dan Ledakan di Gunung
Daftar isi:
Pesawat jenis ATR 42-500 yang dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Makassar dilaporkan hilang kontak di sekitar Pegunungan Karst Leang-leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1). Kejadian ini mengundang perhatian banyak pihak, terutama warga setempat yang mengaku mendengar suara mirip ledakan sebelum pesawat hilang kontak.
Sejumlah saksi mata di daerah tersebut melaporkan mendengar suara keras yang menggema di sekitar pegunungan. Mereka menggambarkan keadaan yang mencemaskan, mengingat kejadian ini terjadi bersamaan dengan kehilangan sinyal pesawat.
Keterangan dari warga yang berada di lokasi juga mengindikasikan bahwa mereka melihat kepulan asap dari arah pegunungan, menambah ketidakpastian terkait apa yang sebenarnya terjadi pada pesawat tersebut.
Mengurai Kronologi Hilangnya Kontak Pesawat
Menurut laporan resmi, pesawat ATR yang mengangkut total 10 orang, terdiri dari 7 awak dan 3 penumpang, hilang kontak sekitar pukul 13.17 WITA. Pesawat tersebut sedianya akan mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, namun terdeteksi tidak pada jalur yang tepat untuk melakukan pendaratan.
Setelah mendapatkan instruksi dari Air Traffic Control (ATC), pesawat tersebut seharusnya memperbaiki posisi. Sayangnya, komunikasi dengan pesawat terputus setelah arahan terakhir yang diberikan oleh ATC.
Walaupun jarak pandang pada saat kejadian dilaporkan cukup baik, dengan cuaca sedikit berawan, hilangnya komunikasi secara tiba-tiba menciptakan situasi darurat yang memerlukan respons cepat dari tim penyelamat.
Respon Tim Pencarian dan Penyelamatan
Tim SAR gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian setelah laporan awal mengenai hilangnya pesawat diterima. Koordinasi antara Basarnas dan pihak kepolisian setempat berjalan lancar untuk memastikan pencarian dapat dilakukan secepat mungkin.
Basarnas Makassar melaporkan bahwa semua informasi yang diterima dari masyarakat akan menjadi bahan pertimbangan dalam operasi pencarian. Alih-alih menunggu berita lebih lanjut, mereka segera mengirimkan tim ke lokasi yang diduga sebagai titik jatuh pesawat.
Proses pencarian yang dilakukan tidak hanya fokus pada pengintaian visual dari udara tetapi juga melibatkan penelusuran di darat oleh tim yang berpengalaman dalam situasi serupa.
Pernyataan Resmi dari Kementerian Perhubungan
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memberikan penjelasan mengenai situasi yang terjadi. Dia mengungkapkan bahwa pesawat tersebut dioperasikan oleh Indonesia Air Transport dan dibawa oleh pilot berpengalaman. Informasi tentang situasi penerbangan sangat krusial untuk membantu tim penyelamat beroperasi dengan cepat.
Seluruh warga yang ada di dalam pesawat dilaporkan berstatus selamat, namun pencarian tetap berlanjut untuk memastikan keberadaan mereka. Tim juga sedang melakukan analisa lebih lanjut terhadap informasi dan data yang ada untuk memperjelas kondisi di lokasi yang dicurigai sebagai titik jatuh.
Hingga saat ini, perkembangan terbaru mengenai pencarian pesawat tersebut akan terus diperbarui untuk menghindari kebingungan dan memberikan informasi yang transparan kepada masyarakat.







