Kinerja Kuartal II 2026 Siap Diumumkan, Respon Analis terhadap GOTO
Daftar isi:
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akan segera memaparkan kinerja keuangan mereka yang belum diaudit pada tanggal yang telah ditentukan. Ini menjadi momen penting yang diharapkan dapat mempengaruhi pergerakan saham GOTO yang saat ini masih bertahan di level Rp50 per saham.
Para analis dari berbagai sekuritas, baik lokal maupun asing, menunjukkan optimisme yang tinggi terhadap prospek GOTO di tengah tantangan yang ada. Kondisi ini mencerminkan keyakinan pasar bahwa GOTO dapat menghadapi berbagai kendala yang ada di lingkungan bisnis.
Ketidakpastian pasar serta kebijakan baru yang diterapkan sejak 1 Juli 2026, terkait komisi 8% untuk layanan ojek online, menjadi perhatian utama para pelaku pasar. Namun, di balik tantangan ini, banyak analis tetap optimis bahwa GOTO akan dapat beradaptasi dengan baik.
Riset Analis dan Rekomendasi untuk Saham GOTO
Beberapa analis, seperti yang berasal dari UOB Kay Hian, tetap merekomendasikan beli dengan target harga yang relatif ambisius. Mereka melihat bahwa meskipun ada tantangan, potensi pertumbuhan GOTO masih menjanjikan dan menunjukkan kekuatan dalam layanan yang mereka tawarkan.
Analis dari BRI Danareksa Sekuritas juga memberikan pandangan serupa dengan menetapkan target harga yang tidak kalah menjanjikan. Hal ini menunjukkan harapan bahwa GOTO dapat terus tumbuh meski dengan tantangan yang menjadi hambatan saat ini.
Sementara itu, analis dari Macquarie juga tidak ketinggalan memberikan rekomendasi positif. Mereka menegaskan bahwa meskipun dalam kondisi yang tidak ideal, masih ada ruang bagi GOTO untuk berkembang.
Dampak Kebijakan Komisi terhadap Kinerja GOTO
Kebijakan komisi 8% yang diterapkan khusus untuk layanan roda dua dianggap tidak berkontribusi signifikan terhadap seluruh bisnis. Analis mengevaluasi bahwa eksposur GOTO terhadap kebijakan tersebut cukup terbatas, sehingga tidak berdampak besar pada keseluruhan kinerja perusahaan.
Hal ini memberikan harapan bahwa GOTO dapat melanjutkan pertumbuhannya dalam sektor lain yang tidak terpengaruh oleh kebijakan baru. Dalam hal ini, ruang untuk menyesuaikan strategi bisnis masih ada.
Manajemen GOTO juga telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk merespons kebijakan tersebut. Mereka memfokuskan diri pada pengelolaan biaya yang lebih efisien melalui rasionalisasi promosi dan insentif, menjaga agar profitabilitas tetap terjaga.
Risiko yang Perlu Diperhatikan oleh Investor
Namun, meski optimisme ada, para analis juga mengingatkan akan risiko yang mengintai. Daya beli masyarakat yang melemah bisa menjadi salah satu faktor yang merugikan kinerja GOTO, mengingat ketergantungan mereka pada dua sektor utama.
Terlebih selama ini, dua pilar utama bisnis GOTO yaitu Gojek dan GoPay memang sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi. Hal ini menciptakan kekhawatiran akan dampak negatif terhadap pertumbuhan mereka.
Selain itu, adanya potensi penghapusan dari MSCI dan risiko pelaksanaan program buyback saham yang direncanakan menjadi sorotan utama bagi para investor. Semua ini menjadi bagian penting dari analisis sebelum membuat keputusan investasi.








