Korban Tabrakan KRL Bekasi Sempat Terperangkap di Rak Bagasi
Daftar isi:
Sausan Sarifah adalah seorang penumpang KRL yang terlibat dalam tabrakan fatal di Stasiun Bekasi Timur. Kecelakaan itu terjadi pada malam hari, dan meskipun Sausan berhasil selamat, ia mengalami cedera serius akibat insiden tersebut.
Keluarganya, termasuk Yuli yang merupakan kerabat terdekat, mengisahkan kronologi kejadian berdasarkan ingatan Sausan. Saat itu, Sausan sedang duduk di sebelah kiri, bermain di ponselnya ketika tiba-tiba tabrakan terdengar sangat keras, mengakibatkan dirinya terlempar ke rak bagasi.
Yuli menggambarkan bahwa saat itu situasi menjadi kacau balau. Penumpang yang duduk di dekat Sausan juga terpaksa terjatuh akibat peristiwa itu, menimbulkan kepanikan di dalam kereta.
Momen Menegangkan di Dalam Kereta
Ketika kecelakaan terjadi, kereta yang ditumpangi Sausan merupakan KRL relasi Bekasi-Cikarang. Insiden ini berawal ketika sebuah mobil tertabrak di perlintasan, menyebabkan kereta bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta.
Kecelakaan tersebut membuat banyak penumpang di dalam kereta mengalami cedera, dan Sausan salah satunya. Yuli menjelaskan bagaimana kondisi Sausan setelah kejadian; ia mengalami patah tulang dan luka robek di bagian kaki, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Setelah tiba di rumah sakit, Sausan segera mendapatkan penanganan medis. Operasi bedah tulang dilakukan untuk memperbaiki cedera yang dialaminya, dan keluarganya merasa lega saat melihat Sausan mendapatkan perawatan yang baik.
Kekhawatiran Keluarga dan Awal Mula Kabar
Awalnya, keluarga Sausan tidak percaya ketika menerima kabar tentang kecelakaan tersebut. Ibu Sausan mengabaikan panggilan dan pesan dari nomor yang tidak dikenalnya, mengira itu hanya penipuan belaka.
Yuli menceritakan bahwa ibu Sausan merasa khawatir dan takut jika itu adalah modus penipuan. Baru setelah mendapat kontak dari adik Sausan, keluarga memastikan informasi tersebut dengan menerima bukti berupa foto kejadian.
Melihat fotoSaudannya tergeletak di peron membuat mereka langsung bergegas menuju lokasi kejadian. Keluarga merasa cemas dan panik saat mengetahui kondisi Sausan yang kritis.
Perjuangan Sausan Setelah Kecelakaan
Sementara di rumah sakit, Sausan menjalani operasi pada kaki dan lengan yang patah. Yuli mengabarkan bahwa proses operasi berlangsung lama, tetapi Sausan berhasil melewati semuanya berkat doa keluarga.
Selama pemulihan, Sausan menunjukkan semangat yang luar biasa. Meskipun merasa nyeri dan tidak nyaman akibat luka yang dialaminya, ia tetap berusaha untuk bangkit dari kondisi tersebut.
Selain fisiknya yang harus pulih, Sausan juga memerlukan dukungan moral dari keluarga dan teman-teman. Mereka selalu berada di sampingnya untuk memberikan semangat dan doa agar Sausan segera sembuh.
Puasanya Sausan dan Kecelakaan yang Mengguncang
Yuli menambahkan bahwa pada hari kecelakaan, Sausan sedang menjalankan ibadah puasa. Ia baru saja membatalkan puasanya dengan teh manis dan roti sebelum menghadapi kecelakaan tersebut.
Mengetahui Sausan yang baik dan religius, keluarga merasa sangat prihatin. Mereka mengenang bagaimana Sausan selalu berusaha menjaga ibadahnya, bahkan di tengah kesibukan.
Insiden tragis ini membawa dampak yang sangat besar, tidak hanya bagi Sausan tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Kecelakaan tersebut merupakan pengingat tentang pentingnya keselamatan di jalur kereta api.







