Kronologi Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros Menurut Kemenhub
Daftar isi:
Direktur Jenderal Perhubungan Udara menjelaskan kronologi hilangnya Pesawat ATR 42-500 PK-THT yang melakukan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Kejadian ini menarik perhatian publik mengingat keberadaan pesawat yang belum ditemukan sampai saat ini, serta proses pencarian yang sedang berlangsung.
Peristiwa tragis ini dimulai pada hari Sabtu, 17 Januari, ketika pesawat tersebut lepas landas dari Yogyakarta Adi Sucipto menuju Makassar Sultan Hasanuddin. Dengan pilot Kapten Andy Dahananto yang berpengalaman, pesawat ini melaksanakan tugasnya seperti biasa.
Pada pukul 04.23 UTC, pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu di Makassar. Semua persiapan tampak normal dan prosedur diikuti dengan baik hingga terjadi kejanggalan dalam pendekatan ke landasan.
Momen Krusial Sebelum Hilangnya Kontak
Setelah menerima arahan dari Air Traffic Control, pesawat harus mendekati jalur pendaratan. Namun pada saat itu, pesawat tidak bisa teridentifikasi berada di jalur yang sesuai, membuat ATC memberikan instruksi ulang kepada awak pesawat untuk memperbaiki posisi mereka.
Arah dan instruksi lanjutan dilanjutkan oleh ATC untuk memastikan pesawat kembali ke jalur yang benar. Namun, tak lama setelah arahan terakhir diberikan, komunikasi dengan pesawat terputus.
Ketika komunikasi terputus, ATC segera mendeklarasikan fase darurat yang dikenal dengan istilah DETRESFA. Prosedur ini adalah langkah penting untuk memulai proses pencarian dan penyelamatan.
Proses Pencarian yang Dimulai Segera
Setelah deklarasi fase darurat, AirNav Indonesia Cabang melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Basarnas dan Kepolisian Resort Maros. Koordinasi ini penting untuk mengoordinasikan upaya pencarian dan penyelamatan dengan lebih efektif.
Pihak berwenang melaporkan bahwa kondisi cuaca pada saat kejadian menunjukan jarak pandang yang baik, meskipun sedikit berawan. Hal ini mungkin mempengaruhi pencarian, namun petugas tetap optimis untuk menemukan pesawat.
Dalam pesawat tersebut, terdapat total sepuluh orang, yang terdiri dari tujuh awak dan tiga penumpang. Data ini penting untuk melacak keberadaan masing-masing individu setelah hilangnya kontak.
Informasi Terbaru Mengenai Lokasi Pencarian
Pesawat dilaporkan hilang di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, yang merupakan daerah yang cukup sulit dijangkau. Keadaan geografis ini menambah tantangan bagi tim pencari yang bekerja untuk menemukan pesawat.
Tim Basarnas sudah berada di lokasi yang menjadi titik hilangnya pesawat untuk memulai pencarian. Mereka dilengkapi dengan alat-alat yang memadai untuk menelusuri area yang luas dan sulit dijangkau ini.
Status pencarian masih dalam proses, dan pihak berwenang terus menginformasikan perkembangan terbaru kepada publik. Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan mempercayakan proses pencarian kepada tim profesional yang terlatih.







