Pendapatan Tembus US11655 Juta, Laba Naik 40 Persen di Kuartal I 2026
Daftar isi:
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mengalami pertumbuhan positif pada kuartal pertama tahun 2026, mencerminkan ketahanan bisnis yang kuat dan strategi yang efektif. Dengan laporan keuangan yang mencatat pendapatan sebesar US$116,555 juta, pendapatan ini menunjukkan peningkatan sebesar 14,8% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai US$101,507 juta.
Fransetya Hutabarat, Direktur Keuangan PGE, menyatakan bahwa selama periode tersebut, perusahaan berhasil menjaga profitabilitas dan kas operasional yang stabil. PGE juga mencatatkan laba bersih sebesar US$43,899 juta, yang meningkat 40% jika dibandingan dengan US$31,352 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan laba ini didorong oleh strategi bisnis berkelanjutan yang diterapkan perusahaan. Angka ini menempatkan PGE dalam posisi keuangan yang solid, siap untuk melanjutkan pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan.
Pencapaian Keuangan yang Menjanjikan di Kuartal Pertama
PGE melaporkan laba bersih yang signifikan, mencapai US$43,899 juta, serta total aset senilai US$3,06 miliar, yang naik 0,71% dibandingkan dengan akhir tahun lalu. Ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mempertahankan kinerja, tetapi juga bergerak ke arah yang tepat untuk keberlanjutan.
Sementara itu, kas dan setara kas PGE bertumbuh sebesar 3,72%, mencapai US$745,213 juta per 31 Desember 2025. Hal ini menunjukkan aliran kas yang sehat, yang penting untuk operasi dan investasi yang berkelanjutan ke depan.
Dari segi ekuitas, perusahaan mengalami peningkatan dari US$2,04 miliar pada kuartal I tahun 2025 menjadi US$2,09 miliar pada kuartal yang sama di tahun 2026. Angka ini mencerminkan kondisi keuangan yang kuat, kemampuan untuk memenuhi kewajiban, serta potensi dalam menciptakan laba.
Dukungan Terhadap Transisi Energi di Indonesia
Ahmad Yani, Direktur Utama PGE, menggarisbawahi pentingnya transisi energi di tengah ketegangan geopolitik dan krisis energi global. Ia berpendapat bahwa saat ini merupakan momentum bagi Indonesia untuk lebih mengoptimalkan pengembangan panas bumi.
Dalam menangani isu ini, PGE menerapkan tiga strategi utama: optimalisasi aset yang ada, ekspansi bisnis, dan diversifikasi sumber pendapatan. Dengan kinerja yang solid dalam beberapa tahun terakhir, PGE telah membangun fondasi yang kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan.
PGE berkomitmen untuk tidak hanya memenuhi target yang ditetapkan, tetapi juga memberikan kontribusi yang lebih luas terhadap masyarakat. Dengan menargetkan kapasitas terpasang sebesar 1 GW pada 2028 dan 1,8 GW pada tahun 2034, perusahaan ini berencana untuk lebih memperkuat posisinya sebagai produsen panas bumi terkemuka.
Kinerja Lanjutan dalam Sektor Energi Baru Terbarukan
Perkembangan sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) menunjukkan kemajuan yang signifikan, terlihat dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) oleh PT PLN. Rencana ini menargetkan porsi EBT mencapai 76% dalam periode 2025-2034, dengan panas bumi diperkirakan menyumbang kapasitas 5,2 gigawatt (GW).
PGE saat ini mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi, dengan total kapasitas terpasang mencapai 727 megawatt (MW). Pengelolaan yang baik ini membuat PGE berkontribusi signifikan terhadap pasokan listrik nasional dan mendukung transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.
Selain itu, PGE juga telah mendapatkan peringkat ESG tertinggi di Indonesia, yakni skor 7,1 dari Sustainalytics. Prestasi ini menjadikan perusahaan sebagai satu-satunya entitas Indonesia yang masuk dalam daftar Top 50 Global ESG Companies 2025, mengukuhkan komitmen PGE terhadap keberlanjutan.







