Target BNPB Huntara Aceh Tamiang Selesai dalam Waktu Sepekan
Daftar isi:
Pemerintah sedang mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) untuk penyintas banjir bandang di Aceh Tamiang, Aceh. Proyek ini diharapkan selesai dalam waktu kurang dari sepekan agar warga yang terdampak dapat segera menempati tempat tinggal yang layak.
Suharyanto, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, menegaskan bahwa pembangunan huntara ini menjadi prioritas. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam yang berlangsung akhir tahun lalu.
Saat ini, banyak warga yang terpaksa mengungsi di lokasi yang tidak layak. Sebagian dari mereka sebelumnya tinggal di rumah sewa yang hancur akibat banjir, menyebabkan kebingungan dan ketidakpastian akan tempat tinggal mereka.
Keberadaan Huntara Sebagai Solusi Mendesak
Huntara menjadi kebutuhan mendesak bagi penyintas yang tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan dana tunggu hunian. Kelompok ini tidak memiliki rumah pribadi dan terpaksa harus tinggal di tempat yang tidak aman dan nyaman.
BNPB kini sedang merealisasikan pembangunan huntara di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru. Rencana ini adalah upaya untuk memberikan tempat tinggal sementara bagi mereka yang sudah kehilangan rumah dan merasa terasing.
Pembangunan huntara diharapkan dapat selesai tepat waktu agar masyarakat tidak harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak. Selain itu, pembangunan ini juga sejalan dengan program pemulihan sosial dan ekonomi yang lebih luas.
Proses Pembangunan dan Pemberian Bantuan
Saat ini, jumlah unit hunian yang sedang dibangun masih belum dirinci secara lengkap oleh BNPB. Namun, informasi dari Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana melaporkan adanya usulan penambahan 97 unit dari Bupati Aceh Tamiang.
Pemerintah juga tidak hanya fokus pada pembangunan huntara, tetapi juga memberikan bantuan stimulan untuk perbaikan rumah-rumah yang rusak. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan bagi masyarakat yang terdampak bencana tersebut.
Dari total, terdapat 2.336 rumah yang mengalami kerusakan ringan, 1.722 rusak sedang, dan 1.889 rusak berat. Fokus distribusi bantuan akan dilakukan di empat kecamatan, dengan Rantau menjadi wilayah yang menerima bantuan terbanyak.
Perbaikan Fasilitas Pendukung untuk Huntara
Sementara itu, perbaikan fasilitas pendukung huntara juga menjadi perhatian pemerintah. Jalur pedestrian di Huntara Tamiang sedang diperbaiki karena penggunaan yang tidak sesuai, seperti dilintasi oleh kendaraan bermotor.
Hasil evaluasi menunjukkan potensi kerusakan pada jalur tersebut akibat beban berlebihan. Secara teknis, jalur pedestrian tidak dirancang untuk menahan beban kendaraan berat, maka perbaikan diperlukan agar tetap aman bagi pengguna.
Untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan, dilakukan penguatan struktur jalur serta penambahan material dasar. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memperbaiki fasilitas agar bisa digunakan dengan baik.
Project Manager Huntara Tamiang, Irwan, menggarisbawahi pentingnya kecepatan dalam perbaikan sambil tetap mengedepankan aspek keselamatan. Proses perbaikan akan ditargetkan rampung dalam waktu empat hari kerja sedangkan masyarakat diimbau untuk menggunakan fasilitas sesuai peruntukannya.







