Lantik 14 Kajati, Jaksa Agung Kendalikan Narasi Publik
Daftar isi:
Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin secara resmi melantik 14 Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) dan sejumlah Pejabat Eselon II di lingkungan Kejaksaan Agung, pada Rabu (29/4). Pelantikan ini berlangsung di Gedung Utama Kejagung dan dihadiri oleh seluruh pejabat serta Komisi Kejaksaan, menandai awal dari berbagai perubahan dalam struktur dan kinerja institusi tersebut.
Dalam pelantikan tersebut, Burhanuddin menekankan pentingnya meninggalkan pola kerja tradisional yang selama ini diterapkan. Ia mengingatkan agar setiap pejabat baru tidak hanya menganggap jabatan sebagai hak, namun sebagai amanah untuk memimpin dan melakukan perubahan yang lebih baik.
Burhanuddin juga menyoroti era Revolusi Industri 5.0 yang ditandai oleh dominasi digital dan kecerdasan buatan. Dalam konteks ini, ia mengarahkan seluruh jajaran untuk menguasai perkembangan digital yang ada, agar mampu mengendalikan narasi publik dengan berdasarkan fakta dan data yang akurat.
Pentingnya Adaptasi terhadap Era Digital dan Tantangan Baru
Pentingnya penguasaan ruang digital menjadi sorotan utama dalam arahan Jaksa Agung. Ia menekankan bahwa kejaksaan tidak lagi dapat beroperasi dengan cara konvensional, tetapi harus berani melakukan terobosan yang inovatif dan kreatif. Transformasi ini penting untuk mencapai efisiensi dalam penegakan hukum dan mengatasi berbagai tantangan yang muncul di dunia maya.
Burhanuddin mengingatkan bahwa kehadiran disinformasi di media sosial merupakan ancaman yang harus dihadapi. Oleh karena itu, penguasaan teknologi informasi harus menjadi prioritas agar institusi dapat menanggulangi penyebaran informasi palsu dan membangun citra positif di masyarakat.
Dalam konteks jaga marwah institusi, Burhanuddin sangat menekankan integritas dan kedisiplinan di kalangan pegawai. Ia menyatakan keprihatinan terhadap data yang menunjukkan adanya pegawai aktif yang telah dijatuhi sanksi disiplin, dan berkomitmen untuk tidak memberikan toleransi bagi pelanggar.
Meneguhkan Integritas dan Kedisiplinan di Lingkungan Kejaksaan
Integritas pegawai menjadi salah satu fokus utama dalam kepemimpinan Burhanuddin. Menurutnya, sebelum melanjutkan pada peningkatan kinerja, setiap pegawai terlebih dahulu harus memahami pentingnya menjaga etika dan disiplin. Hal ini bertujuan untuk membangun kepercayaan publik terhadap institusi hukum.
Sebagai langkah konkret, Burhanuddin meminta para pemimpin baru untuk melaksanakan pengawasan yang ketat terhadap anggota tim masing-masing. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab atas tindakan setiap individu berada pada masing-masing pimpinan, sehingga diperlukan pengawasan yang konsisten dan menyeluruh.
Memastikan integritas dan disiplin, Burhanuddin mendesak agar setiap tindakan yang diambil oleh pegawai harus berdasarkan pada hukum yang berlaku, serta berpegang pada etika. Kejaksaan sebagai penegak hukum harus menunjukkan contoh baik di mata publik.
Membangun Manajemen yang Efektif dan Responsif
Burhanuddin juga menggarisbawahi pentingnya manajerial yang baik di seluruh jajaran Kejaksaan Tinggi. Ia berharap para pejabat dapat merespons persoalan yang ada dilapangan dengan cepat dan tepat. Ketepatan dalam pengambilan keputusan akan sangat berpengaruh pada keberhasilan penegakan hukum di daerah.
Para pejabat baru diminta untuk segera beradaptasi dengan situasi yang ada tanpa memerlukan masa transisi yang panjang. Kejaksaan Agung dianggap sebagai penopang utama dalam penegakan hukum, sehingga setiap bidang yang ada harus saling terkait dan mendukung satu sama lain.
Burhanuddin menekankan bahwa pemahaman yang keliru terhadap tugas dan fungsi masing-masing bidang dapat berdampak negatif pada kualitas penegakan hukum. Oleh karena itu, penguatan kapasitas manajemen perlu dilakukan untuk memastikan efektivitas operasional.
Menjaga Amanah Jabatan dan Berkontribusi Secara Nyata
Burhanuddin mengajak seluruh pejabat untuk memaknai jabatan yang diemban sebagai amanah yang harus dijalankan dengan baik. Setiap pejabat diharapkan bekerja keras, cerdas, dan tulus dalam menjalankan tugasnya. Hal ini mencerminkan sikap yang profesional dalam mengemban tanggung jawabnya.
Kesempatan ini merupakan momen penting bagi setiap pejabat untuk menunjukkan kualitas kinerja yang tidak hanya memenuhi target, tetapi juga memberikan kontribusi yang berarti bagi institusi. Setiap tindakan yang dilakukan harus menciptakan dampak positif yang dapat dikenang oleh masyarakat.
Dalam pelantikan ini, Burhanuddin juga memperkenalkan sejumlah pejabat baru yang akan mengisi posisi penting dalam strukturnya. Mereka diharapkan dapat membawa energi baru dan memperkuat Kejaksaan dalam menjalankan tugasnya dalam penegakan hukum di Tanah Air.
Daftar pejabat yang dilantik mencakup individu-individu dengan latar belakang yang berpengalaman. Beberapa di antaranya termasuk Agus Sahat sampe Tua Lumban Gaol sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, serta Abdul Qohar sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Keberadaan pejabat baru ini diharapkan dapat menjadi katalis perubahan positif di lingkungan Kejaksaan.







