Ayah Terkesan Aneh, Orang Aneh Terasa Seperti Ayah
Daftar isi:
Ruben Onsu, seorang presenter terkenal, belakangan ini ramai dibicarakan karena masalah hak asuh anak setelah perpisahannya dengan Sarwendah. Ia mengaku mengalami kesulitan untuk bertemu dengan anak-anaknya, yang saat ini diasuh oleh mantan istrinya, Sarwendah. Kejadian ini semakin menarik perhatian publik setelah menjalani sejumlah prosedur hukum yang cukup rumit.
Masalah ini semakin rumit ketika pengacara Ruben, Minola Sebayang, mengungkapkan bahwa kliennya merasa ‘dipaksa’ untuk menghentikan pengiriman nafkah selama enam bulan terakhir. Hal ini dikarenakan Ruben merasa tidak mendapatkan haknya sebagai seorang ayah, yaitu akses untuk bertemu dengan anak-anaknya secara reguler.
Kehadiran Giorgio Antonio, pasangan baru Sarwendah, menjadi sorotan karena ia tampak memiliki akses lebih luas untuk berinteraksi dengan anak-anak. Minola menjelaskan bahwa situasi ini menciptakan ketidakadilan di mana Ruben, sebagai ayah kandung, merasa terpinggirkan.
Ketidakadilan dalam Pengasuhan Anak yang Membuat Ruben Tertekan
Ruben Onsu mengungkapkan kebingungannya ketika menyaksikan orang lain yang tidak memiliki hubungan darah dengan anak-anaknya lebih leluasa bertemu. Minola Sebayang menyatakan bahwa hal ini bisa menciptakan jarak emosional antara ayah dan anak. Ia menekankan pentingnya peran ayah dalam kehidupan anak agar hubungan tetap terjaga.
Minola juga menambahkan bahwa perjanjian yang ada seharusnya menghormati hak ayah untuk bertemu anak-anaknya. Jika ada pihak lain yang berinteraksi, hal ini harusnya tidak mengganggu peran ayah yang sudah ditetapkan. Ketidakadilan ini semakin memperburuk keadaan karena bisa membuat anak-anak merasa terasing dari ayah mereka.
Ruben merasa apa yang terjadi saat ini adalah akibat dari informasi yang salah, yang menyebabkan anak-anak kurang mengenal dirinya sebagai sosok ayah. Ia berharap bisa memperbaiki hubungan tersebut dan mencegah ketegangan yang tak perlu antara dirinya dan mantan istri.
Komunikasi dan Usaha Ruben untuk Menjalin Hubungan
Dalam upayanya untuk bertemu anak-anaknya, Ruben Onsu telah berkomunikasi dengan Sarwendah sesuai dengan kesepakatan yang sudah disetujui sebelumnya. Ia berharap dapat menghabiskan waktu bersama anak-anak 3 hingga 4 hari dalam satu pekan. Sayangnya, usaha tersebut tampaknya tidak berjalan mulus, dan Ruben merasa terpaksa mengandalkan jalur hukum untuk mendapatkan haknya.
Ruben menjelaskan bahwa dia sudah melakukan segala cara untuk memenuhi komitmennya sebagai ayah. Namun, semua itu terhambat oleh masalah komunikasi dan kesepakatan yang tidak terlaksana. Jika hal ini tidak segera diselesaikan, Ruben khawatir akan semakin jauh dari anak-anaknya.
Dia juga menyatakan bahwa seharusnya semua pihak berusaha untuk menemukan jalan tengah. Ini termasuk memahami kebutuhan anak-anak untuk merasakan kasih sayang dari kedua orang tua, meskipun mereka telah berpisah.
Masalah Nafkah dan Tanggung Jawab keuangan
Ketegangan dalam hubungan ini diperburuk oleh masalah keuangan. Ruben Onsu mengeluhkan bahwa ia sudah setidaknya enam bulan tidak mengirimkan nafkah. Hal ini dilatarbelakangi perasaan bahwa kontribusinya selama ini tidak dihargai. Dengan situasi yang ada, ia merasa sangat tertekan.
Terkait dengan masalah nafkah, kuasa hukum Sarwendah, Abraham Simon, juga mengungkapkan bahwa kliennya sedang menghadapi masalah tagihan dari debt collector terkait mobil yang sempat menjadi aset dalam pernikahan mereka. Ini menunjukkan betapa rumitnya situasi keuangan yang dihadapi keduanya pasca perpisahan.
Abraham menegaskan bahwa sejak akhir 2025, Ruben tidak lagi membiayai pendidikan anak-anaknya, meskipun dalam perjanjian tertulis ia berkomitmen untuk melakukannya. Hal ini sangat mengecewakan bagi Sarwendah, karena ia kini harus menanggung semua biaya sendiri, termasuk pendidikan dan kesehatan anak-anak.
Pentingnya Suruh untuk Menyelesaikan Masalah Secara Baik
Dalam situasi seperti ini, komunikasi yang baik menjadi kunci untuk menyelesaikan masalah. Ruben Onsu dan Sarwendah seharusnya bisa melakukan dialog yang konstruktif untuk menghindari pertikaian yang lebih jauh. Dengan pendekatan yang baik, diharapkan keduanya bisa saling memahami dan menemukan solusi yang saling menguntungkan.
Selama masa-masa sulit ini, hubungan yang baik antara mantan pasangan sangat penting untuk kesehatan mental anak-anak. Keduanya harus berupaya agar anak-anak tidak terjebak dalam konflik orang tua, sehingga mereka tetap bisa merasakan kasih sayang dari kedua belah pihak.
Ruben dan Sarwendah memiliki tanggung jawab besar dalam membesarkan anak-anak mereka. Oleh karena itu, mereka harus mampu merundingkan masalah ini tanpa melibatkan emosi yang dapat merugikan anak-anak.








