55 Dapur di Batam Tak Beroperasi, Anggaran Dinyatakan Belum Turun
Daftar isi:
Lebih dari lima puluh dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batam, Kepulauan Riau, dihentikan operasionalnya sementara sejak Senin (8/6). Penutupan ini terjadi karena belum ada pengiriman anggaran yang akan digunakan untuk menjalankan SPPG di wilayah tersebut.
Defri Fernaldi, koordinator MBG wilayah Batam, menjelaskan bahwa SPPG akan mulai beroperasi kembali setelah anggaran dari APBN masuk ke dalam rekening virtual mereka. Dia menekankan bahwa tanpa dana itu, operasional SPPG tidak bisa dilanjutkan.
Dalam keterangannya, Defri menyebutkan bahwa dilarang bagi SPPG untuk menggunakan dana talangan dari mitra. Keputusan ini diambil guna memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana yang dimiliki.
Pentingnya SPPG bagi Masyarakat Batam
SPPG memiliki peran krusial dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama di masa sulit seperti sekarang. Layanan ini membantu meningkatkan akses masyarakat terhadap makanan yang sehat dan bergizi, yang sangat penting untuk kesehatan anak-anak dan ibu hamil.
Dengan adanya SPPG, diharapkan angka malnutrisi dapat menurun secara signifikan. SPPG menyediakan makanan sehat dalam jumlah cukup bagi mereka yang membutuhkan, terutama di daerah-daerah yang mungkin sulit dijangkau.
Namun, penutupan sementara ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat yang bergantung pada layanan tersebut. Sejumlah orang tua mengaku sangat terbantu dengan keberadaan SPPG, dan kini merasa khawatir akan kesehatan anak-anak mereka.
Proses Anggaran dan Penyaluran Dana
Defri menginformasikan bahwa dalam waktu dekat, akan ada top-up anggaran dari tim keuangan pemerintah untuk SPPG. Proses ini penting agar dapur-gizi tersebut bisa beroperasi kembali dengan segera setelah dana ditempatkan dalam rekening virtual.
Dia menekankan bahwa untuk mencegah kendala lebih lanjut, semua pihak perlu bersikap proaktif dalam pemantauan dan pengelolaan anggaran. Tepatnya adalah dengan menunggu pengesahan serta penyaluran anggaran di awal bulan.
Dalam informasi yang didapat, hanya 27 dari lebih 50 SPPG yang mengalami penghentian operasional. Sebanyak 23 SPPG lainnya diharapkan tetap beroperasi untuk memenuhi kebutuhan gizi komunitas.
Respon Pemerintah Terhadap Kendala yang Ada
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang, membantah kabar yang menyebutkan adanya hambatan dalam penyaluran dana untuk program MBG. Ia memastikan bahwa pencairan dana untuk operasional SPPG telah berlangsung sesuai jadwal yang ditentukan.
Nanik menambahkan bahwa sejumlah informasi yang beredar mengenai kendala penyaluran dana, tidak sepenuhnya akurat. Dia memastikan bahwa pembayaran sudah dilakukan pada Jumat (5/6) dan berlanjut pada awal pekan ini.
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, juga menekankan bahwa dana yang sebelumnya menjadi isu kini telah masuk ke rekening yang dituju. Hal ini diharapkan mampu mendukung kelancaran operasional SPPG dan mengurangi kekhawatiran di masyarakat.








