Bos Ungkap Strategi Wujudkan Tiga Juta Rumah Terjangkau
Daftar isi:
Jakarta menjadi pusat perhatian dalam upaya pemerintah untuk mewujudkan program pembangunan rumah bagi masyarakat. Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN), Nixon Napitupulu, mengungkapkan langkah strategis yang diambil dalam merealisasikan target pembangunan 3 juta rumah. Melalui inisiatif ini, BTN bertekad untuk meningkatkan akses kepemilikan rumah sambil menjaga kualitas pembiayaan lewat inovasi dan transformasi digital.
Nixon menjelaskan bahwa BTN telah aktif dalam pembiayaan perumahan nasional sejak 1976. Pengalaman bertahun-tahun ini memungkinkan BTN untuk menjadi pemain kunci dalam penyediaan pembiayaan rumah, khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang sering kali terpinggirkan dalam sektor properti.
Program ini mencakup Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang telah menjadi andalan BTN. Sampai saat ini, BTN telah berhasil menyalurkan pembiayaan untuk sekitar 6,1 juta unit rumah di seluruh Indonesia, dengan mayoritas ditujukan untuk masyarakat kelas menengah ke bawah. Keberhasilan ini menunjukkan dedikasi BTN dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dalam wawancara, Nixon menyatakan, “Kredit Pemilikan Rumah diciptakan di BTN sejak tahun 1976.” Pernyataan tersebut menegaskan peran BTN dalam mengembangkan sistem pembiayaan perumahan di Indonesia. Di samping itu, BTN menguasai pangsa pasar pembiayaan rumah subsidi dengan persentase antara 70-80%, yang cukup signifikan.
Selama semester pertama tahun 2026, BTN mencatat pertumbuhan yang positif dalam penyaluran KPR. Nampaknya, segmen rumah subsidi melonjak hingga 8,1%, dan penyaluran untuk Kredit Program Perumahan (KPP) mencapai sekitar Rp 4,1 triliun. Hal ini menunjukkan adanya potensi besar dalam pembiayaan perumahan di era kini.
KPP ditujukan bagi pelaku usaha informal, seperti pedagang, pemilik salon, dan industri kreatif, yang ingin memiliki rumah sambil tetap menjalankan usaha. Dengan adanya program ini, BTN berupaya mempermudah akses pembiayaan bagi kelompok masyarakat yang tidak memiliki penghasilan tetap.
Strategi BTN dalam Menciptakan Akses Perumahan yang Lebih Baik
Nixon menjelaskan dua skema utama yang dijalankan pemerintah untuk mencapai target pembangunan dan renovasi 3 juta rumah. Skema tersebut terdiri dari pembiayaan KPR dan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Dalam hal ini, BTN terus berkomitmen untuk memainkan perannya secara aktif.
Pemerintah juga menargetkan kuota sekitar 350.000 unit rumah bersubsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun ini. BSPS pun akan menyasar ratusan ribu rumah tangga yang membutuhkan bantuan dalam hal renovasi, menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap isu perumahan.
Melihat data yang ada hingga juni, pertumbuhan penyaluran KPR dari BTN menunjukkan angka 4,8%. Di antara itu, KPR subsidi menyumbang pertumbuhan terbesar, mencapai 8,1%. Ini menandakan bahwa segmen ini memiliki potensi pertumbuhan yang cukup menjanjikan.
Dengan adanya target yang ambisius, BTN optimis masih dapat mengejar penyaluran sebanyak 350.000 unit rumah hingga akhir tahun 2026. Salah satu cara untuk mencapai target ini adalah dengan mempercepat transformasi bisnis melalui digitalisasi.
Nixon menegaskan pentingnya efisiensi dalam pengajuan KPR. BTN berupaya mempersingkat proses pengajuan dari sebelumnya 5 hari menjadi paling lama 3 hari. Digitalisasi menjadi kunci untuk mewujudkan hal ini, dan BTN telah mulai memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mendukung proses tersebut.
Peluang dan Tantangan dalam Pembiayaan Rumah di Indonesia
Tentunya, permintaan terhadap rumah dan aksesibilitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah adalah hal yang sangat penting. Namun, tantangan muncul dari sisi pasokan, terutama dalam hal perlambatan pembangunan rumah oleh pengembang. Ini berdampak langsung pada transaksi akad KPR subsidi.
Di dalam suasana tersebut, BTN terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memaksimalkan potensi pengembangan sektor perumahan. Kolaborasi dengan pihak seperti Danantara diharapkan dapat mempercepat proses ini, serta menyukseskan pembangunan program 3 juta rumah.
Dengan memperkuat sinergi, BTN melakukan berbagai kegiatan, seperti menyelenggarakan pameran perumahan nasional dan menyediakan pendanaan jangka pendek. Strategi ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya pegawai BUMN, untuk memiliki rumah impian sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Nixon menekankan bahwa dampak dari sektor perumahan terhadap pertumbuhan ekonomi sangat signifikan. Lebih dari 182 subsektor terlibat dalam industri ini, menggambarkan besarnya pengaruh yang dimiliki perumahan terhadap perekonomian secara keseluruhan.
Akhir kata, pengembangan perumahan yang berkelanjutan menjadi tanggung jawab seluruh pihak. BTN berkomitmen untuk berkolaborasi dengan berbagai sektor guna menciptakan ekosistem yang mendukung masyarakat dalam memiliki rumah yang layak dan terjangkau.








