CuaninAja
Beranda LIFESTYLE Kemenkes Ungkap Kesehatan Mental, 1 dari 7 Orang di Dunia Terkena Gangguan Jiwa

Kemenkes Ungkap Kesehatan Mental, 1 dari 7 Orang di Dunia Terkena Gangguan Jiwa

loading…

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dalam Temu Media di RS Soeharto Heerdjan, Jakarta Barat, Jumat (4/9/2026). Foto: Niko Prayoga

JAKARTA – Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyoroti masih rendahnya perhatian terhadap kesehatan mental. Menurutnya, masalah kejiwaan kerap luput karena tidak selalu terlihat secara fisik.

Hal itu disampaikan Dante dalam Temu Media di RS Soeharto Heerdjan, Jakarta Barat, Jumat (4/9/2026). Ia mengatakan, kesehatan mental sebenarnya bukan isu baru. Hal tersebut tercermin dari keberadaan RS Soeharto Heerdjan yang telah lebih dari satu abad berfokus pada pelayanan kesehatan jiwa.

“Bagaimana pentingnya kesehatan mental itu kadang-kadang dinomorduakan dibandingkan dengan kesehatan fisik,” ujar Dante.

Menurut Dante, gangguan kesehatan mental bisa terjadi pada siapa saja dan sering kali tidak mudah dikenali. Seseorang dapat terlihat sehat secara fisik, tetapi sebenarnya tengah menghadapi persoalan kejiwaan.

Baca Juga : Mengapa Banyak Orang Pilih Menghilang dari Media Sosial? Ini Alasannya

Dalam konteks kesehatan masyarakat, perhatian terhadap kesehatan mental semakin mendesak. Banyak individu yang berjuang dengan gangguan mental tanpa mendapat dukungan yang memadai. Keadaan ini berpotensi menimbulkan berbagai masalah di masyarakat, mulai dari penurunan produktivitas hingga meningkatnya angka bunuh diri.

Pentingnya menyoroti kesehatan mental terlihat dari hasil survei yang menunjukkan bahwa satu dari tujuh orang di dunia mengalami gangguan mental. Hal ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah dan tenaga medis untuk menciptakan sistem dukungan yang komprehensif dan mudah diakses oleh semua orang.

Generasi muda saat ini lebih terbuka dalam membahas isu kesehatan mental, tetapi stigma yang masih ada dapat mencegah mereka mencari bantuan. Padahal, dukungan psikologis yang tepat bisa menjadi kunci dalam mengatasi berbagai masalah kejiwaan yang dihadapi.

Mengapa Kesehatan Mental Harus Diperhatikan Secara Serius?

Salah satu alasan utama mengapa kesehatan mental harus mendapat perhatian lebih adalah dampaknya yang luas pada individu dan masyarakat. Gangguan mental tidak hanya mempengaruhi kesehatan individu, tetapi juga berdampak pada hubungan sosial dan kinerja di tempat kerja.

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka berisiko mengalami masalah kesehatan mental, dan ini menjadi tantangan tersendiri. Seringkali, gejala yang muncul sulit dikenali, sehingga butuh waktu lama sebelum seseorang menyadari pentingnya dukungan yang tepat.

Perubahan gaya hidup modern juga berkontribusi pada meningkatnya angka gangguan mental. Tekanan dari pekerjaan, tuntutan sosial, dan ekspektasi diri dapat menyebabkan stres yang tinggi. Oleh karena itu, kesadaran akan kesehatan mental harus ditanamkan sejak dini sebagai bagian dari pendidikan kesehatan.

Tindakan yang Dapat Diambil untuk Meningkatkan Kesehatan Mental

Untuk memperbaiki kondisi kesehatan mental, ada beberapa tindakan yang dapat diambil oleh individu dan masyarakat. Pertama, penting untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan mental melalui pendidikan dan kampanye yang informatif. Masyarakat perlu memahami bahwa meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan.

Kedua, sistem dukungan yang kuat dari lingkungan sekitar akan sangat membantu mereka yang berjuang dengan masalah mental. Keluarga dan teman harus dilibatkan dalam proses pemulihan, memberikan dukungan emosional yang dibutuhkan.

Ketiga, akses ke layanan kesehatan mental yang berkualitas juga sangat penting. Pemerintah dan lembaga kesehatan perlu memastikan bahwa layanan ini tersedia dan mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada di daerah terpencil.

Peran Teknologi dalam Meningkatkan Kesehatan Mental

Teknologi dapat menjadi alat yang efektif dalam meningkatkan kesadaran dan layanan kesehatan mental. Aplikasi yang menawarkan dukungan mental dan relaksasi dapat membantu individu mengelola stres dan kecemasan dengan lebih baik.

Selain itu, platform online memungkinkan orang untuk berbagi pengalaman dan dukungan, mengurangi rasa kesepian yang sering menyertai gangguan mental. Dalam banyak kasus, berbicara tentang pengalaman dapat menjadi langkah awal yang penting menuju pemulihan.

Namun, penggunaan teknologi juga harus disertai dengan kesadaran akan potensi negatifnya. Media sosial, misalnya, memiliki dampak ganda: dapat menjadi sumber dukungan, tetapi juga dapat menambah tekanan sosial yang dapat memperburuk kondisi kesehatan mental seseorang.

Komentar
Bagikan:

Iklan