Kneecap dan Hozier Ikut Tur Gratis Palestina Bersama Macklemore
Daftar isi:
Macklemore baru saja memulai rangkaian tur konsernya yang berjudul “Free Palestine” di Dublin, Irlandia. Pertunjukan pembuka ini menyajikan beberapa kejutan, termasuk penampilan istimewa dari Hozier dan grup hip-hop Kneecap.
Kedua musisi ini dikenal sebagai sosok yang vokal dalam mendukung perjuangan Palestina. Melalui musik dan platform media sosial mereka, Hozier dan Kneecap secara aktif menyerukan kemerdekaan dan gencatan senjata bagi rakyat Palestina.
KneeCap sendiri sempat menghadapi masalah hukum setelah mengibarkan bendera Hizbullah selama penampilan mereka di London. Konser di Dublin ini menjadi titik awal untuk tiga pertunjukan yang telah dijadwalkan, serta menandai kembalinya Macklemore setelah dipecat dari tur Ed Sheeran baru-baru ini.
Macklemore dan Komitmennya untuk Palestina
Seluruh hasil dari tur “Free Palestine” ini akan disumbangkan kepada badan amal yang mendukung Palestina. Pada tur sebelumnya bersama Ed Sheeran, Macklemore juga memberikan kontribusi yang cukup signifikan, yakni sebesar satu juta dolar untuk tujuan yang sama.
Dalam penampilannya di Dublin, Macklemore mengungkapkan pandangannya tentang kontroversi yang barangkali akan muncul akibat seruannya. Ia menekankan bahwa dukungannya untuk Palestina bukanlah sebuah bentuk kebencian, melainkan murni berakar dari cinta dan keinginan untuk kebebasan bagi semua manusia.
“Enam minggu lalu, hanya dua kata. Dua kata yang berakar pada cinta dan pembebasan,” ujarnya dengan penuh semangat di atas panggung. Dalam pernyataannya, Macklemore ingin menekankan bahwa ini bukanlah seruan untuk memecah belah, melainkan pengakuan terhadap kemanusiaan kita bersama.
Pemecatan dari Tur Ed Sheeran dan Respons Publik
Keputusan untuk mendepak Macklemore dari tur Ed Sheeran tak lepas dari aksi dukungan yang dilakukannya terhadap Palestina. Aksinya pada penampilan di MetLife Stadium, New Jersey, memicu gelombang kritik dan petisi dari Dewan Amerika Israel yang mendorong promotor untuk mengambil tindakan segera.
Promotor tur, Messina Touring Group, kemudian mengambil langkah untuk mengeluarkan Macklemore, beralasan bahwa mereka menerima ancaman pembatalan konser dari pihak pengelola venue. Menariknya, tindakan ini justru memicu solidaritas di kalangan musisi lain, yang menunjukkan dukungan terhadapnya.
Musisi pembuka yang dijadwalkan tampil bersama Ed Sheeran, seperti Finneas dan Lukas Graham, terlihat mundur dari tur tersebut sebagai bentuk protes terhadap keputusan yang diambil oleh promotor. Kejadian ini menggarisbawahi betapa besar dukungan yang diterima Macklemore dari rekan-rekannya di industri musik.
Kontroversi dan Konsekuensi Dalam Dunia Musik
Dalam suasana politik yang penuh ketegangan ini, Ed Sheeran sendiri awalnya memilih untuk bersikap netral. Namun, setelah melihat reaksi publik yang meningkat, ia akhirnya ikut bersuara mengenai kejadian yang terjadi di Israel dan Gaza. Sheeran menyatakan bahwa kekerasan yang terjadi di kedua wilayah tersebut sangat menyedihkan dan tidak dapat dibenarkan.
“Apa yang terjadi di Israel dan di Gaza adalah bencana yang tidak proporsional,” ungkap Sheeran dalam sebuah konsernya di Philadelphia. Pernyataan ini menunjukkan kompleksitas yang dihadapi oleh para seniman ketika harus berhadapan dengan isu-isu kontroversial di dunia politik.
Setelah konser di Dublin, Macklemore akan melanjutkan rangkaian tur “Free Palestine” ke Paris dan London. Ia berharap agar pesannya dapat sampai kepada lebih banyak orang dan memberikan kesadaran akan penderitaan rakyat Palestina.








