CuaninAja
Beranda OTOMOTIF Polisi Akan Menggali Makam Sutrimo Setelah Kematian Dipandang Aneh

Polisi Akan Menggali Makam Sutrimo Setelah Kematian Dipandang Aneh

Penyidik Polda Metro Jaya berencana untuk melakukan ekshumasi terhadap jasad Sutrimo, yang dikenal sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) pada eks Jampidsus, Febrie Adriansyah. Langkah ini diambil untuk menyelidiki kematian Sutrimo lebih lanjut, yang dianggap memiliki kejanggalan oleh keluarganya sendiri.

Proses ekshumasi ini sudah dalam tahap persiapan, seperti yang diungkapkan oleh Kombes Pol Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya. Ini menunjukkan keseriusan aparat dalam menindaklanjuti laporan kematian yang dianggap tidak wajar ini.

Keluarga Sutrimo, melalui saudara dan anaknya, telah resmi mengajukan laporan kepada Polresta Banyumas. Laporan ini dimotivasi oleh sejumlah tuduhan mengenai kejanggalan kematian yang mereka merasa perlu diselidiki lebih lanjut.

Proses Ekshumasi dan Alasan di Baliknya

Ekshumasi merupakan tindakan yang diambil dengan serius dalam proses hukum, khususnya ketika ada keraguan mengenai penyebab kematian. Keluarga merasa perlu untuk meyakinkan bahwa penyebab kematian Sutrimo bukanlah akibat penyebab yang mencurigakan.

Budi Hermanto menjelaskan bahwa ekshumasi adalah langkah yang umum dilakukan dalam kasus-kasus semacam ini. Melalui proses ini, penyidik berharap bisa mendapatkan bukti-bukti yang diperlukan untuk menyelesaikan penyelidikan.

Keluarga Sutrimo telah memberikan kuasa kepada anggotanya untuk melaporkan dan mengurus masalah hukum ini. Mereka ingin memastikan bahwa setiap aspek dari penyelidikan ini dilakukan dengan transparan dan akuntabel.

Proses Investigasi yang Sedang Berlangsung

Investigasi kematian Sutrimo dimulai setelah tubuhnya ditemukan tidak bernyawa di Klinik Mordent pada 23 Juli. Pada 31 Mei, Polda Metro Jaya telah memanggil beberapa saksi yang mungkin memiliki informasi terkait dengan kematian ini.

Di antara saksi yang diperiksa adalah kerabat dekat yang terakhir melihat Sutrimo. Informasi dari saksi-saksi ini sangat penting untuk menyusun kronologi kejadian yang lebih jelas pada malam kematian.

Penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi ambulans yang membawa jasad Sutrimo dan petugas rumah sakit yang terlibat dalam proses pemindahan jenazah. Semua informasi ini akan membantu penegak hukum memahami lebih dalam situasi yang mengelilingi kematian Sutrimo.

Tuduhan Kejanggalan dari Keluarga

Keluarga Sutrimo menyatakan bahwa mereka merasa ada banyak hal yang tidak sesuai dan mencurigakan terkait kematian ini. Mereka merasa bahwa berita-berita yang beredar cenderung simpang siur dan menimbulkan kebingungan.

Juru bicara keluarga menegaskan bahwa saat kejadian, mereka tidak merasakan ada kejanggalan. Hal ini menciptakan konflik antara laporan media dan pernyataan keluarga yang ingin menjaga reputasi dan keadilan bagi mendiang.

Untuk itu, dengan melapor ke Polresta Banyumas, mereka berharap proses hukum akan memberikan kejelasan. Keluarga berharap agar pihak berwenang dapat memberikan penjelasan yang memadai mengenai kematian Sutrimo.

Komentar
Bagikan:

Iklan